{"id":56520,"date":"2024-08-12T08:38:20","date_gmt":"2024-08-12T01:38:20","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=56520"},"modified":"2024-08-12T08:38:35","modified_gmt":"2024-08-12T01:38:35","slug":"senin-12-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=56520","title":{"rendered":"Senin, 12 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 12 Agustus 2024<br \/>\nMatius 17:27 (Luk 17:22-27)<br \/>\n\u201dTetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.&#8221;<\/p>\n<p>Jangan Cuma Cari Gampang<\/p>\n<p>Nampaknya hidup ini begitu mudah bagi Yesus. Mau makan roti sampai kenyang, Ia tinggal membuat mujizat perbanyakan roti. Mau minum anggur, Ia tinggal merubah air menjadi anggur. Mau menyeberang danau Yesus tidak perlu naik perahu. Cukup berjalan di atas air. Dalam Injil hari ini, ketika perlu uang untuk membayar pajak Bait Allah, Yesus tinggal menyuruh Petrus memancing untuk menemukan mata uang empat dirham dalam mulut ikan.<br \/>\nWow begitu mudahnya hidup dan betapa menyenangkan bila bersama Yesus. Semuanya beres! Tinggal meminta, mengetuk, mencari, pastilah mendapatkan! Kalau begitu, tentulah menjadi pertanyaan besar, mengapa Yesus memilih jalan salib yang begitu berat dan mengerikan? Mengapa mengambil jalan yang sangat berat bila ada cara yang sangat ringan dan mudah?<br \/>\nYesus memilih jalan salib karena cintaNya yang begitu besar kepada manusia. Cinta tanpa pengorbanan, bukanlah cinta sejati. Demikian juga doa harus disertai dengan bekerja dan berusaha. Selalu harus ada ikhtiar, upaya dan usaha, bahkan kerja keras! Ora et labora.<br \/>\nPetrus diminta Yesus memancing ikan, bukan membuka laci dan mengambil uang. Ia harus menggunakan ketrampilannya untuk bisa mendapatkan apa yang ia perlukan. Demikian juga kita manusia diberi talenta, kemampuan fisik, akal budi dan terutama iman. Semua anugerah Tuhan ini haruslah kita kembangkan dan berdayakan.<br \/>\nSebagai orang percaya janganlah kita menjadi batu sandungan bagi orang lain. Mentang-mentang anak-anak Allah selalu minta keistimewaan, minta keringanan, ataupun minta discount\/potongan. Jangan minta memperkecil salib kita dengan memotongnya. Bisa jadi salib besar itulah yang akan kita pakai menjadi jembatan bagi untuk menyeberang bila bertemu dengan jurang atau sungai yang dalam. Bila salib kita sudah diperkecil, salib itu tak dapat lagi kita pakai menjadi tumpuan untuk berpijak karena tidak cukup sampai ke seberang.<br \/>\nBila menyangkut keselamatan jiwa, kita harus berjuang mati-matian, berani memanggul salib, memikul tanggungjawab seberat apapun itu. Salib dan pengorbanan tidak pernah sia-sia. Supaya jiwa kita selamat, tidak ada istilahnya cari gampang. St Paulus berkata, \u201cKerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar! (Flp 2:12).<\/p>\n<p>Semangat Senin! Tetaplah berdoa dengan tekun dan bekerja dengan rajin!\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 12 Agt 2024<br \/>\nSenin Pekan Biasa XIX<br \/>\nPF S. Yohana Frasiska dari Chantal<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Tes 2:14<br \/>\nBacaan Injil: Mat 17:22-27<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Tes 2:14<br \/>\nAlllah memanggil kita,<br \/>\nagar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 17:22-27<br \/>\nIa akan dibunuh, tetapi Ia akan bangkit.<br \/>\nPutera-putera raja bebas dari pajak.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya ada di Galilea.<br \/>\nIa berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia;<br \/>\nmereka akan membunuh Dia,<br \/>\ntapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.&#8221;<br \/>\nMaka hati para murid itu pun sedih sekali.<\/p>\n<p>Ketika Yesus dan para murid-Nya tiba di Kapernaum<br \/>\ndatanglah seorang pemungut pajak bait Allah kepada Petrus dan berkata,<br \/>\n&#8220;Apakah gurumu tidak membayar pajak dua dirham?&#8221;<br \/>\nJawab Petrus, &#8220;Memang membayar.&#8221;<\/p>\n<p>Ketika Petrus masuk rumah,<br \/>\nYesus mendahuluinya dengan pertanyaan,<br \/>\n&#8220;Bagaimana pendapatmu, Simon?<br \/>\nDari siapa raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak?<br \/>\nDari rakyatnya atau dari orang asing?&#8221;<br \/>\nJawab Petrus, &#8220;Dari orang asing!&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata Yesus kepadanya, &#8220;Jadi bebaslah rakyatnya!<br \/>\nTetapi agar kita jangan menjadi batu sandungan bagi mereka,<br \/>\npergilah memancing ke danau.<br \/>\nDan ikan pertama yang kaupancing,<br \/>\ntangkaplah dan bukalah mulutnya,<br \/>\nmaka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya.<br \/>\nAmbillah itu dan bayarlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>DATANG SEBAGAI KORBAN BAGI KITA<\/p>\n<p>\u201cYesus yang adalah Tuhan datang ke dunia untuk memgorbankan diri-Nya agar engkau dan aku diselamatkan. Maka hendaklah pengorbanan adalah wujud nyata dari iman dan rasa cinta kita kepada Yesus.\u201d<\/p>\n<p>Yesus tegaskan dalam Injil hari ini: &#8220;Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.&#8221; Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.&#8221; ( ayat 22b &#8211; 23 )<\/p>\n<p>Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:<\/p>\n<p>1) Demi cinta kepada mereka yang kita cintai dan mencintai kita maka jangan pernah takut untuk berkorban;<\/p>\n<p>2) Penderitaan adalah bagian yang tak terpisahkan dari pengorbanan, maka nikmatilah setiap penderitaan dalam terang iman ketika Anda berjuang mewujudkan cintamu;<\/p>\n<p>3) Hadapilah setiap moment penderitaan dalam hidupmu dengan keyakinan dan harapan bahwa Tuhan tak pernah membiarkanmu menderita sepanjang hidup.<\/p>\n<p>Akhirnya ingatlah bahwa Yesus telah lebih dahulu menderita dan mati untukmu agar engkau memperoleh keselamatan.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 12 Agustus 2024 Matius 17:27 (Luk 17:22-27) \u201dTetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-56520","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/56520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=56520"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/56520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56521,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/56520\/revisions\/56521"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=56520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=56520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=56520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}