{"id":55992,"date":"2024-08-07T08:26:39","date_gmt":"2024-08-07T01:26:39","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55992"},"modified":"2024-08-07T08:26:39","modified_gmt":"2024-08-07T01:26:39","slug":"rabu-07-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55992","title":{"rendered":"Rabu, 07 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 07 Agustus 2024<br \/>\nMat 15:25-28 (Mat 15:22-28)<br \/>\nPerempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: &#8220;Tuhan, tolonglah aku.&#8221; Tetapi Yesus menjawab: &#8220;Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.&#8221; Kata perempuan itu: &#8220;Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.&#8221; Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: &#8220;Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.&#8221; Dan seketika itu juga anaknya sembuh.<\/p>\n<p>Doa Yang Datang Dari Cinta Yang Dalam<\/p>\n<p>Perempuan yang datang pada Yesus ini adalah seorang Kanaan. Itu berarti ia bukan orang Israel dan tidak beriman pada Allah. Namun demi kesembuhan anaknya yang sedang kerasukan setan, ia tidak menyerah dan berkecil hati oleh ujian iman yang dikemukakan Yesus. Ia tidak merasa tersinggung dan berkecil hati. Ia terus bermohon pada Yesus untuk menyembuhkan anaknya.<br \/>\nYesus begitu kagum atas kegigihan wanita Kanaan ini, terlebih cintanya yang begitu besar bagi anaknya. Yesus-pun mengabulkan doanya dan anaknya sembuh.<br \/>\nDoa yang datang dari cinta yang dalam tak mungkin gagal. Tetaplah menyerukan nama Tuhan. Ketuklah pintu hati Tuhan. Jangan menyerah dan berputus asa. Jangan biarkan kegagalan di masa lampau membuat kita kecil hati. Datanglah selalu pada Tuhan. Datanglah dengan cinta yang dalam akan Tuhan yang tak pernah menolak dan mengecewakan kita.<br \/>\nDatanglah kepada Tuhan dengan penuh cinta kepada orang-orang yang kita doakan dan kita bawa pada Tuhan. Iman-harap-cinta kita menggerakkan hati Tuhan untuk bertindak, menyembuhkan, memulihkan, menguatkan, memampukan untuk bertahan dan terus berserah.<\/p>\n<p>Selamat Hari Rabu. Teruslah berdoa dan berharap, Yesus kita sungguh peduli.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 07 Agt 2024<br \/>\nRabu Pekan Biasa XVIII<br \/>\nPF S. Kayetanus, Imam<br \/>\nPF S. Sistus II, Paus, dkk. Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 7:16<br \/>\nBacaan Injil: Mat 15:21-28<br \/>\n**********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 7:16<br \/>\nSeorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,<br \/>\ndan Allah mengunjungi umat-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 15:21-28<br \/>\nHai Ibu, sungguh besar imanmu!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.<br \/>\nMaka datanglah seorang wanita Kanaan dari daerah itu dan berseru,<br \/>\n&#8220;Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud.<br \/>\nAnakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus sama sekali tidak menjawab.<\/p>\n<p>Lalu para murid Yesus datang dan meminta kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Suruhlah wanita itu pergi,<br \/>\nsebab ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.&#8221;<br \/>\nJawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.&#8221;<br \/>\nTetapi wanita itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata,<br \/>\n&#8220;Tuhan, tolonglah aku!&#8221;<br \/>\nYesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak<br \/>\ndan melemparkannya kepada anjing.&#8221;<\/p>\n<p>Kata wanita itu lagi, &#8220;Benar Tuhan,<br \/>\ntetapi anjing-anjing pun makan remah-remah<br \/>\nyang jatuh dari meja tuannya.&#8221;<br \/>\nBersabdalah Yesus kepadanya, &#8220;Hai ibu, besar imanmu!<br \/>\nTerjadilah bagimu seperti yang kaukehendaki.&#8221;<br \/>\nDan seketika itu juga anaknya sembuh.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>MENGIMANI DAN MENGAMINI APA YANG KITA MINTA DARI TUHAN DALAM DOA<\/p>\n<p>\u201cKeraguan pasti akan menghambat terjadinya mujizat, namun sedikit saja iman dan aminmu terhadap doa dan harapanmu maka percayalah mujizat akan terjadi dalam hidupmu.\u201d<\/p>\n<p>Walaupun si perempuan ditantang bahkan sampai dihina, tapi ia tidak mau iman akan Yesus dikikis oleh rasa malu. Ia maju terus dengan keyakinan bahwa Yesus akan mengabulkan permintaannya. Dikisahkan dalam Injil hari ini: \u201cKata perempuan itu: &#8220;Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.&#8221; Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: &#8220;Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.&#8221; ( ayat 27 &#8211; 28 )<\/p>\n<p>Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:<\/p>\n<p>1) Percayalah bahwa Tuhan adalah pemilik semua berkat dan jalan keluar yang kita perlukan;<\/p>\n<p>2) Yakinilah dan ampunilah apa yang engkau minta dalam doa-doamu;<\/p>\n<p>3) Percayalah bahwa Tuhan tak pernah terlambat memberi pertolongan kepadamu.<\/p>\n<p>Akhirnya, jangan pernah ragu, karena selama nafas kita berhembus dan hati kita tetap menyembah maka mujizat Tuhan akan terjadi di ujung kemampuan kita untuk berharap.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 07 Agustus 2024 Mat 15:25-28 (Mat 15:22-28) Perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: &#8220;Tuhan, tolonglah aku.&#8221; Tetapi Yesus menjawab: &#8220;Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-55992","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55992","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=55992"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55992\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55993,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55992\/revisions\/55993"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=55992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=55992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=55992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}