{"id":55717,"date":"2024-08-04T10:17:57","date_gmt":"2024-08-04T03:17:57","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55717"},"modified":"2024-08-04T10:17:57","modified_gmt":"2024-08-04T03:17:57","slug":"minggu-04-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55717","title":{"rendered":"Minggu, 04 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 04 Agustus 2024<br \/>\nYohanes 6:35 (Yoh 6:24-35)<br \/>\nKata Yesus kepada mereka: &#8220;Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.\u201d<\/p>\n<p>Lapar Dan Haus Akan Yesus<\/p>\n<p>Pernahkah kita mengalami suatu keadaan di mana kita tidak merasa lapar atau haus?<br \/>\nCoba tanyakan kepada mereka yang karena asiknya bermain game, atau yang lagi asik bekerja, atau lagi asik bercerita dan bercengkerama hingga lupa makan atau minum.<br \/>\nBegitu asik dan terpesona, begitu damai dan bahagia hati kita, sehingga rasa lapar kita hilang dan dahaga kita terpuaskan. Itulah suasana hati dan pikiran ketika kita merasa begitu dekat dengan orang yang kita rindukan, dia yang kita cintai dan mencintai kita.<br \/>\nItulah suasana hati kita ketika berada bersama Yesus, duduk bersamaNya, berbincang dengan Dia, bersandar padaNya dan mengalami rangkulan kasihNya.<br \/>\nInilah arti sabda Yesus, \u201cbarangsiapa datang kepadaKu ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu ia tidak akan haus lagi.\u201d \u201cTinggallah dalam Aku dan Aku tinggal dalam kamu. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.\u201d<br \/>\nPersekutuan yang mesra dan erat Yesus dengan kita, itulah pemuas lapar dan dahaga kita. Kelaparan kita akan cinta Tuhan, kehausan kita akan kebenaran, semuanya terpuaskan dalam Yesus.<br \/>\nTak ada orang yang paling mengerti kita, yang paling mencintai kita, yang paling merindukan kita, yang paling peduli dengan pergumulan kita, selain Yesus yang ingin selalu ada di samping kita, tinggal di hati kita dan berjalan bersamaNya selalu.<br \/>\nSabda Yesus, \u201cAkulah roti hidup\u2026 Akulah air hidup\u2026 Akulah jalan kebenaran dan hidup\u2026 Akulah gembala yang baik\u2026 Akulah pintu\u2026. Akulah terang dunia\u2026 Akulah pokok anggur dan kamulah rantingnya\u2026 Kamulah sahabatKu\u2026\u201d Semuanya ini adalah ungkapan kasih Yesus yang menjadi pemuas lapar dan dahaga kita.<br \/>\n\u201dTerimakasih ya Yesus, Engkaulah pemuas lapar dan dahagaku akan cinta Allah yang paling kuperlukan dan kurindukan dalam hidupku.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Mari pergi ke rumah Tuhan untuk bersatu dengan Yesus dan sesama saudara kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 04 Agt 2024<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XVIII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 4:4b<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 6:24-35<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 4:4b<br \/>\nManusia hidup bukan dari roti saja,<br \/>\ntetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 6:24-35<br \/>\nBarangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi,<br \/>\ndan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Di seberang Danau Galilea,<br \/>\nketika orang banyak melihat,<br \/>\nbahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak,<br \/>\nmereka naik ke perahu-perahu lalu berangkat ke Kapernaum,<br \/>\nuntuk mencari Yesus.<\/p>\n<p>Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu,<br \/>\nmereka berkata kepada-Nya:<br \/>\n&#8220;Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?&#8221;<br \/>\nYesus menjawab mereka,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya kamu mencari Aku,<br \/>\nbukan karena kamu telah melihat tanda-tanda,<br \/>\nmelainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.<br \/>\nBekerjalah, bukan untuk makanan yang dapat binasa,<br \/>\nmelainkan untuk makanan,<br \/>\nyang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,<br \/>\nyang akan diberikan Anak Manusia kepadamu;<br \/>\nsebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu kata mereka kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Apakah yang harus kami perbuat,<br \/>\nsupaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah,<br \/>\nyaitu hendaklah kamu percaya<br \/>\nkepada Dia yang telah diutus Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata mereka kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tanda apakah yang Engkau perbuat,<br \/>\nsupaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?<br \/>\nPekerjaan apakah yang Engkau lakukan?<br \/>\nNenek moyang kami telah makan manna di padang gurun,<br \/>\nseperti ada tertulis:<br \/>\nMereka diberi-Nya makan roti dari surga.&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari surga,<br \/>\nmelainkan Bapa-Kulah yang memberikan kamu<br \/>\nroti yang benar dari surga.<br \/>\nKarena roti yang dari Allah ialah<br \/>\nroti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia.&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata mereka kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa!&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Akulah roti hidup!<br \/>\nBarangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi,<br \/>\ndan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n****************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: &#8220;Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?&#8221; Yesus menjawab mereka: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.\u201d [Yoh 6: 25 \u2013 27]<\/p>\n<p>Orang-orang mencari Yesus karena Dia telah memberi makan lebih dari 5000 orang secara ajaib hanya dengan lima roti dan dua ikan. Ketika menemukan-Nya di Kapernaum, pertanyaan pertama mereka adalah, &#8220;Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?&#8221; Namun, pertanyaan mereka yang sebenarnya berbeda: &#8220;Maukah Engkau melakukan mukjizat yang sama lagi hari ini? Dapatkah Engkau memberi kami persediaan roti yang terus menerus?&#8221;<\/p>\n<p>Yesus menghadapkan kita pada hari ini dengan sebuah pertanyaan: &#8220;Mengapa kamu mencari Aku?&#8221; Mengapa kita mencari Yesus? Apakah hanya untuk hal-hal yang Dia berikan kepada kita? Untuk memohon berkat-berkat khusus, mukjizat, kesehatan yang baik, kesuksesan, kekayaan, dan perlindungan dari kemalangan? Kita menerima banyak hal dari Tuhan, itu benar, tetapi apakah kita mencari Yesus sendiri, karena Ia sungguh berarti bagi hidup kita? Dialah yang membuat hidup kita bermakna dan menunjukkan kepada kita bagaimana kita dapat terus bertumbuh sebagai saudara dan saudari-Nya. Dan Dia juga meminta kita untuk belajar dari-Nya untuk memberikan diri kita kepada orang lain, untuk menjadi makanan dan minuman satu sama lain.<\/p>\n<p>Hari ini kita peringati St. Yohanes Maria Vianney, yang dikenal karena kerendahan hati dan dedikasinya untuk mendamaikan manusia dengan Tuhan. Meskipun pada awalnya diejek oleh rekan-rekannya sesama pastor, ia kini dihormati sebagai pelindung para pastor paroki. Mari kita ingat untuk berdoa bagi para imam kita hari ini dan memohon dengan perantaraan Santo Yohanes Maria Vianney, agar perkataan dan perbuatan mereka memancarkan terang Kristus, agar mereka berkarya dengan kesabaran, kebijaksanaan dan kekudusan.<\/p>\n<p>Allah yang hidup, kami haus akan kehidupan dan kebahagiaan yang kekal dan pemenuhan semua harapan kami. Puaskanlah rasa lapar kami melalui Yesus Kristus, Roti Kehidupan kami. Dan ketika Ia telah memenuhi kami dengan diri-Nya sendiri, kiranya Ia memimpin dan menguatkan kami untuk membawa kepada dunia yang menunggu makanan pendamaian dan sukacita yang hanya Engkau sendiri yang dapat memberikannya secara penuh. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"pUshrFjMzu\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/mengapa-mencari-yesus\/\">MENGAPA MENCARI YESUS?<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;MENGAPA MENCARI YESUS?&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/mengapa-mencari-yesus\/embed\/#?secret=Y1U5dHH0kN#?secret=pUshrFjMzu\" data-secret=\"pUshrFjMzu\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 04 Agustus 2024 Yohanes 6:35 (Yoh 6:24-35) Kata Yesus kepada mereka: &#8220;Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.\u201d&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-55717","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=55717"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55718,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55717\/revisions\/55718"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=55717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=55717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=55717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}