{"id":55615,"date":"2024-08-03T09:56:23","date_gmt":"2024-08-03T02:56:23","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55615"},"modified":"2024-08-03T09:56:23","modified_gmt":"2024-08-03T02:56:23","slug":"sabtu-03-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55615","title":{"rendered":"Sabtu, 03 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 03 Agustus 2024<br \/>\nMatius 14:3-4,10 (Mat 14:1-12)<br \/>\nHerodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: &#8220;Tidak halal engkau mengambil Herodias!&#8221; Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara.<\/p>\n<p>Pemenang Sejati Di Mata Allah<\/p>\n<p>Betapa malang nasib Yohanes Pembaptis yang di awal hidupnya dikisahkan begitu ajaib karena campur tangan Allah yang menghadirkan seorang anak bagi Elisabet dan Zakaria yang sudah lanjut usia.<br \/>\nSebagaimana sebuah kisah kehidupan, kita berharap akan sebuah \u2018happy ending\u2019 atau akhir bahagia. Tapi begitu tragis akhir hidup Yohanes Pembaptis, mati dipenggal kepalanya oleh Raja Herodes. Hal yang sama dialami Yesus yang dibunuh di atas kayu salib.<br \/>\nDi mata manusia kematian mereka adalah sebuah kekalahan. Tapi tidaklah demikian di mata Allah. Apa yang semula dipandang sebagai akhir yang tragis dan menyedihkan serta kekalahan yang menyakitkan, ternyata adalah kemenangan kebenaran dan kebaikan atas kejahatan dan dosa.<br \/>\nJalan pengorbanan dan salib telah menjadi jalan penyelamatan umat manusia. Memang hidup ini begitu kejam kata orang. Namun kita tetap percaya bahwa dalam perspektif Allah, hidup ini begitu berarti sekalipun begitu singkat. Yesus dan Yohanes Pembaptis menunjukkan kepada kita bahwa hidup kita tidaklah berakhir di dunia ini melainkan berlanjut dalam rumah Bapa di Surga, tujuan hidup kita yang sebenarnya.<br \/>\nHerodes merasa menang saat di dunia, tapi justru pemenang yang sejati adalah Yohanes Pembaptis. Ia tetap hidup selamanya.<br \/>\nPemenang sejati adalah para pencinta kebenaran, para kekasih Allah yang tetap berjalan di jalan yang lurus dan benar sekalipun ia berjalan sendirian.<br \/>\nMari ikut jejak Yohanes Pembaptis, membawa orang pada Yesus dan terus berjuang dengan berani membela kebenaran.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Yesus menemani kita, Roh KudusNya menguatkan kita. \u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 03 Agt 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XVII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 5:10<br \/>\nBacaan Injil: Mat 14:1-12<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 5:10<br \/>\nBerbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan,<br \/>\nsebab bagi merekalah Kerajaan Surga.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 14:1-12<br \/>\nHerodes menyuruh memenggal kepala Yohanes Pembaptis,<br \/>\nkemudian murid-murid Yohanes memberitahukan hal itu kepada Yesus.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa sampailah berita tentang Yesus<br \/>\nkepada Herodes, raja wilayah.<br \/>\nMaka ia berkata kepada pegawai-pegawainya,<br \/>\n&#8220;Inilah Yohanes Pembaptis.<br \/>\nIa sudah bangkit dari antara orang mati<br \/>\ndan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes,<br \/>\nmembelenggunya dan memenjarakannya,<br \/>\nberhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus, saudaranya.<br \/>\nSebab Yohanes pernah menegor Herodes,<br \/>\n&#8220;Tidak halal engkau mengambil Herodias!&#8221;<br \/>\nHerodes ingin membunuhnya,<br \/>\ntetapi ia takut kepada orang banyak<br \/>\nyang memandang Yohanes sebagai nabi.<\/p>\n<p>Tetapi pada hari ulang tahun Herodes,<br \/>\nmenarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka<br \/>\ndan menyenangkan hati Herodes,<br \/>\nsehingga Herodes bersumpah<br \/>\nakan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.<br \/>\nMaka setelah dihasut oleh ibunya, puteri itu berkata,<br \/>\n&#8220;Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes Pembaptis<br \/>\ndi sebuah talam.&#8221;<br \/>\nLalu sedihlah hati raja.<br \/>\nTetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya,<br \/>\ndiperintahkannya juga untuk memberikannya.<\/p>\n<p>Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara,<br \/>\ndan membawanya di sebuah talam,<br \/>\nlalu diberikan kepada puteri Herodias,<br \/>\ndan puteri Herodias membawanya kepada ibunya.<br \/>\nKemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis<br \/>\nmengambil jenazah itu dan menguburkannya.<br \/>\nLalu pergilah mereka memberitahu Yesus.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>BERANI DAN RAJIN BERBAGI KASIH, BERBUAT BAIK dan BENAR DAN MEMBAWA DAMAI DAN BERKAT UTK ORANG LAIN<br \/>\n(RD John Tanggul, Paroki Wangkung,Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Yohanes Pembabtis dibunuh<\/p>\n<p>Kebencian dan irihati terhadap orang lain bisa berujung pada tindakan brutal, sadis bahkan &#8220;membunuh&#8221;, entah membunuh benaran ataupun &#8220;membunuh&#8221; dalam bentuk lain seperti dalam bentuk perbuatan yg merugikan orang lain. Itulah yg terjadi dalam kehidupan manusia sejak awal mula sampai saat ini. Sungguh sedih kalau mendengar dan menyaksikan kenyataan ini terjadi di sekitar saya, anda. Dlm media sosial dan media elektronik sering diperlihatkan kp saya, anda.<\/p>\n<p>Dlm Injil hari ini Yohanes Pembaptis dibunuh karena Herodes dan Herodias dan anaknya membenci, jengkel, iri hati kp Yohanes Pembaptis, sang Nabi yg sangat mencintai kebaikan, kebenaran, cintakasih. Yohanes Pembaptis berani &#8220;menegur&#8221; Herodes yg berbuat jahat (mengambil istri saudaranya). Dgn berbagai cara yg brutal ia berusaha utk membalas dendam kp Yohanes Pembaptis, dan akhirnya dg cara yg sadis membunuh Yohanes pembaptis pada pesta hari ulang tahunnya.<\/p>\n<p>Benci, iri hati dan dendam kesumat sungguh bertentangan dengan kehendak Allah. Allah yg adalah KASIH telah, sedang dan akan SELALU MENGAJARKAN KASIH, KEBAIKAN, KEBENARAN, KEADILAN kp saya,anda. Allah menganugerahkan KEHIDUPAN kp saya, anda, BUKAN KEMATIAN. Kehidupan saya, anda dapat diberikan kp orang lain dengan saling BERBAGI KASIH dan RAJIN BERBUAT BAIK DAN BENAR. Jauhilah sikap dan rasa iri, benci, dendam dlm kamus hidup saya, anda &#8220;now n here&#8221;! Jadilah pembawa damai dan berkat bagi orang lain.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang berani dan rajin berbagi kasih dan berbuat baik dan benar serta rajin membawa damai dan berkat bagi orang\u00a0lain.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 03 Agustus 2024 Matius 14:3-4,10 (Mat 14:1-12) Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: &#8220;Tidak halal engkau mengambil&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-55615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=55615"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55616,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55615\/revisions\/55616"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=55615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=55615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=55615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}