{"id":55503,"date":"2024-08-02T08:16:52","date_gmt":"2024-08-02T01:16:52","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55503"},"modified":"2024-08-02T08:16:52","modified_gmt":"2024-08-02T01:16:52","slug":"jumat-02-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55503","title":{"rendered":"Jumat, 02 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 02 Agustus 2024<br \/>\nJumat Pertama Bulan Agustus<br \/>\nMatius 13:54 (Mat 13:54-58)<br \/>\nSetibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: &#8220;Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?<\/p>\n<p>Karunia Merasa Takjub. Kisah telur Columbus<\/p>\n<p>Ketika Christopher Columbus menemukan benua Amerika, semua orang kagum dan memujinya atas aksi heroiknya berlayar ke Barat padahal semua orang lebih memilih berlayar ke Timur.<br \/>\nPada perjamuan untuk menghormati penemuan baru tersebut, ada seorang yang merendahkan Columbus dengan mengatakan bahwa apa yang dibuatnya bisa dilakukan siapa saja. Jadi itu bukan hal yang luar biasa tapi biasa saja.<br \/>\nMenanggapi tanggapan sinis tersebut Columbus menantang semua yang hadir dengan meminta mereka mendirikan sebuah telur tanpa alat bantu. Tak ada seorangpun yang mampu. Lalu Columbus mengambil telur itu, memecahkan bagian bawahnya dan membuat telur itu berdiri tanpa alat bantu.<br \/>\nSemua orang berkata, \u201ckalau begitu saya juga bisa!\u201d Kata Columbus, \u201cTentu saja! Sesudah saya menjelaskannya.\u201d<br \/>\nYesus kembali ke Nazaret dan semua orang kagum oleh SabdaNya dan mujizat yang dilakukanNya. Tapi rasa takjub itu hilang bahkan menjadi penolakan, karena mereka mencari alasan rasional, mengapa mujizat itu terjadi. Tidak mungkin orang hebat datang dari keluarga sederhana. Pastilah Dia menggunakan kuasa lain. Mereka menuduh Yesus menggunakan kuasa Beelzebul, penghulu setan. Kalau menggunakn kekuatan lain semuanorang-pun bisa. Yesus ditolak karena orang tidak mengakui kuasa sabdaNya berasal dari diriNya sendiri.<br \/>\nMasih-kah di jaman modern ini, pribadi Yesus membuat kita takjub? Masihkah kasih Tuhan membuat kita kagum, heran dan takjub? Atau mungkin semua kemajuan teknologi telah membuat kekaguman kita akan perbuatan Tuhan, hilang dari hidup kita? Atau semua pelajaran di sekolah membuat kita merasa semua bisa dijelaskan?<br \/>\nBila kita takjub dan heran akan perbuatan Yesus untuk kita, itu karena karunia Tuhan, anugerah Roh Kudus semata. Jangan biarkan semua hal menjadi biasa-biasa saja karena kita merasa mampu menjelaskan atau sendiri mampu melakukan dan tidak lagi merasa ada yang istimewa.<br \/>\nYesus meminta kita beriman seperti anak kecil, yang selalu merasa kagum akan semua hal baru yang dilihat dan dialaminya.<br \/>\nKagumilah keindahan sebuah bunga kecil dan sederhana karena kata Yesus, Salomo tak mampu membuat gaun seindah bunga itu.<br \/>\n\u201dYa Yesus karuniakanlah kami rasa takjub dan heran akan kasihMu yang selalu baru setiap hari.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Jumat. Mari takjub dan bersyukur atas keajaiban Tuhan menciptakan hari baru bagi kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 02 Agt 2024<br \/>\nJumat Pekan Biasa XVII<br \/>\nPF S. Petrus Yulianus Eymard, Imam<br \/>\nPF S. Eusebius Vercelli, Uskup<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 1Ptr 1:25<br \/>\nBacaan Injil: Mat 13:54-58<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n1Ptr 1:25<br \/>\nSabda Tuhan tetap selama-lamanya.<br \/>\nItulah sabda yang diwartakan kepadaku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 13:54-58<br \/>\nBukankah Dia itu anak tukang kayu?<br \/>\nDari mana diperoleh-Nya semuanya itu?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus kembali ke tempat asal-Nya.<br \/>\nDi sana Ia mengajar orang di rumah ibadat mereka.<br \/>\nOrang-orang takjub dan berkata,<br \/>\n&#8220;Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu?<br \/>\nBukankah Dia itu anak tukang kayu?<br \/>\nBukankah ibu-Nya bernama Maria<br \/>\ndan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?<br \/>\nDari mana diperoleh-Nya semuanya itu?&#8221;<br \/>\nLalu mereka kecewa dan menolak Dia.<\/p>\n<p>Maka Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Seorang nabi dihormati di mana-mana,<br \/>\nkecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.&#8221;<br \/>\nKarena ketidakpercayaan mereka itu,<br \/>\nmaka Yesus tidak mengerjakan banyak mujizat di situ.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cJadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?&#8221; Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.\u201d [Mat 13: 57]<\/p>\n<p>Yesus tampil di kota kelahiran-Nya, Nazaret, namun Ia ditolak oleh orang-orang yang mengenal-Nya dengan baik. Orang-orang Nazaret memandang popularitas dan penerimaan-Nya di desa-desa sekitar dengan penuh kecurigaan dan kecemburuan. Karena mereka tidak mau menerima ajaran-Nya, mereka kehilangan kesempatan untuk menerima kesembuhan melalui belas kasih-Nya.<\/p>\n<p>Kita menghadapi risiko yang sama ketika kita terlalu puas diri. Paus Fransiskus dengan indah merefleksikan sikap penduduk desa Nazaret: Orang-orang yang se-asal dengan Yesus telah mengenal-Nya selama tiga puluh tahun, dan mereka berpikir bahwa mereka tahu segalanya! Mereka terkungkung oleh \u201cpengetahuan\u201d mereka dan menolak untuk mengetahui apa yang baru tentang Yesus.<\/p>\n<p>Ketika kita membiarkan kenyamanan rutinitas serta gagasan-gagasan yang sudah ada sebelumnya menguasai kita, maka akan sulit untuk menerima pengalaman-pengalaman baru. Jika kita tidak terbuka terhadap penyataan yang tak terduga dari Tuhan, iman kita dapat menjadi sebuah siklus monoton yang perlahan-lahan kehilangan maknanya dan menjadi kebiasaan sehari-hari yang membosankan.<\/p>\n<p>Orang-orang Nazaret tidak dapat menerima bahwa keagungan Allah akan dinyatakan dalam tubuh manusia yang tidak berarti, atau bahwa Anak Allah adalah anak seorang tukang kayu, atau bahwa yang ilahi tersembunyi di dalam tubuh manusia, atau bahwa Allah akan berdiam di dalam wajah, perkataan, dan tindakan seorang manusia biasa.<\/p>\n<p>Santo Agustinus, berkata, &#8220;Saya khawatir ketika Tuhan lewat&#8230; Jangan-jangan saya tidak mengenali Tuhan ketika Dia lewat.&#8221; Janganlah kita melewatkan kesempatan untuk mengenali Tuhan dalam keseharian hidup kita.<\/p>\n<p>Apakah Tuhan sedang berbicara kepada Anda saat ini melalui seseorang atau situasi yang paling tidak Anda duga?<\/p>\n<p>Yesus, Engkau datang sebagai Anak tukang kayu yang rendah hati. Berilah aku rahmat untuk menjadi rendah hati. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Jumat Pertama. Semoga kita selalu terbuka akan kehadiran-Nya. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"dOqCC4rX7x\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/skandal-inkarnasi\/\">SKANDAL INKARNASI<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;SKANDAL INKARNASI&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/skandal-inkarnasi\/embed\/#?secret=OZvSOML2Pu#?secret=dOqCC4rX7x\" data-secret=\"dOqCC4rX7x\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 02 Agustus 2024 Jumat Pertama Bulan Agustus Matius 13:54 (Mat 13:54-58) Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: &#8220;Dari mana&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-55503","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=55503"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55503\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55504,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55503\/revisions\/55504"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=55503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=55503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=55503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}