{"id":55386,"date":"2024-08-01T09:16:15","date_gmt":"2024-08-01T02:16:15","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55386"},"modified":"2024-08-01T09:16:15","modified_gmt":"2024-08-01T02:16:15","slug":"kamis-01-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55386","title":{"rendered":"Kamis, 01 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 01 Agustus 2024<br \/>\nMatius 13:51-52 (Mat 13:47-53)<br \/>\n\u201dMengertikah kamu semuanya itu? Mereka menjawab: &#8220;Ya, kami mengerti. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: &#8220;Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.&#8221;<\/p>\n<p>Selalu Update Selalu Baru<\/p>\n<p>Perkembangan teknologi saat ini telah membantu kita untuk semakin dalam memaknai apa artinya yang lama dan yang baru. Dahulu kita memakai handphone dengan tombol-tombol huruf dan angka. Sekarang berganti dengan \u2018touch screen\u2019 atau layar sentuh.<br \/>\nMulanya begitu kaku kita menggunakan hp model baru ini. Tapi toh terbuasa juga, karena mau tak mau harus belajar menggunakannya karena alasan komunikasi yang sangat mendasar. Kita harus saling terhubung, saling menyapa dan menyampaikan apa yang ada di pikiran dan di hati, agar kita terus mengasihi.<br \/>\nDemikian cara Tuhan menyampaikan pesan-pesanNya bagi kita agar hikmat Allah menjadi hikmat kita, dan kasih Allah selalu baru kita alami, semakin penuh dan sempurna.<br \/>\nKita mengenal adanya Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bukan berarti yang lama sudah usang dan tak terpakai, tapi menjadi dasar bagi kita untuk semakin beriman pada Tuhan, semakin berharap padaNya dan semakin mencintaiNya lebih dari segala sesuatu.<br \/>\nYesus datang agar semua kepenuhan Allah tinggal dalam diri kita, seluruh muka bumi dibaharui dengan hikmat Allah dan cahaya Allah dalam Kristus terus bersinar dalam hidup kita.<br \/>\nSetiap hari kasih Allah selalu baru. Tidak pernah basi karena Allah tetap sama dahulu dan sekarang serta selamanya. Yesus juga tetap sama sampai selamanya. Tapi kasihNya selalu baru dan menakjubkan. Untuk itu kita tak pernah berhenti menyelami dan mendalami, serta memaknai atas cara baru, cinta Tuhan yang telah lama ada, tapi selalu baru di hati.<br \/>\nMari terus belajar dan mendalami, agar tetap update dan fresh, segar dan tetap berseri dan penuh semangat menjalani hidup yang melimpah berkat.<\/p>\n<p>Selamat memasuki bulan Agustus, penuh semangat dan harapan baru!\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Agt 2024<br \/>\nKamis Pekan Biasa XVII<br \/>\nPW S. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Kis 16:14b<br \/>\nBacaan Injil: Mat 13:47-53<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nKis 16:14b<br \/>\nTuhan, bukalah hati kami<br \/>\nsupaya kami memperhatikan sabda Putera-Mu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 13:47-53<br \/>\nIkan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada orang banyak,<br \/>\n&#8220;Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut,<br \/>\nlalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan.<br \/>\nSetelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai.<br \/>\nLalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu,<br \/>\nikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang.<br \/>\nDemikianlah juga pada akhir zaman.<br \/>\nMalaikat-malaikat akan datang<br \/>\nmemisahkan orang jahat dari orang benar.<br \/>\nYang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api.<br \/>\nDi sana ada ratapan dan kertak gigi.<\/p>\n<p>Mengertikah kalian akan segala hal ini ?&#8221;<br \/>\nOrang-orang menjawab, &#8220;Ya, kami mengerti.&#8221;<br \/>\nMaka berkatalah Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Karena itu<br \/>\nsetiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah<br \/>\nseumpama seorang tuan rumah<br \/>\nyang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama<br \/>\ndari perbendaharaannya.&#8221;<br \/>\nSetelah selesai menyampaikan perumpamaan itu,<br \/>\nYesus pergi dari sana.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>MENJADI ORANG BAIK DAN RAJIN BERBUAT BAIK<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Perumpamaan tentang pukat<\/p>\n<p>Pesta St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja<\/p>\n<p>Yesus omong ttg Akhir Zaman: orang baik dikumpulkan masuk SURGA dan yang jahat ke NERAKA. Yesus mengumpamakan keadaan akhir zaman itu dengan PUKAT yg mengumpulkan semua jenis ikan. Nelayan memisahkannya pada akhir tangkapannya. Dia memilih dan mengambil ikan yg baik dan membuang ikan yg tidak baik. Demikian pada akhir zaman: orang baik dikumpulkan masuk surga, dan orang jahat dibuang ke neraka.<\/p>\n<p>Saya, anda tentu mau masuk surga. Utk itu, saya, anda harus berjuang MENJADI ORANG BAIK dan RAJIN BERBUAT BAIK. Untuk menjadi orang baik, saya, anda HARUS MAU DIBENTUK OLEH TUHAN sendiri. Nabi Yeremia (dalam 18:1-6: Pelajaran dari pekerjaan tukang periuk), mengatakan bhw kita seperti TANAH LIAT di tangan TUKANG PERIUK (Tuhan). Ketika dibentuk tukang periuk, ada periuk yg &#8220;tetap jadi periuk yg baik&#8221; tetapi ada juga periuk yg rusak, retak, pecah. Yang rusak perlu diperbaiki dan dibentuk lagi.<\/p>\n<p>Bgm dengan saya,anda? Harus diyakini bhw Tuhan itu mahabaik. Tuhan yg saya, anda imani adalah Tuhan yg sungguh bertanggungjawab dan setia kepada saya, anda (apapun keadaan &#8220;here and now&#8221;). Membimbing dan membentuk saya, anda melebihi tanggung jawab dan kesetiaan seorg tukang periuk. Sikap Tuhan yg demikian SUDAH ADA SEJAK DAHULU, SEKARANG dan BESOK dan selama-lamanya. Keyakinan dan kesadaran akan kebaikan Tuhan (bertanggung jawab dan setia kp saya, anda itu) HARUS SELALU ADA DALAM HATI, PIKIRAN, PERASAAN DAN SELURUH HIDUP saya,anda.<\/p>\n<p>Juga perlu disadari bahwa saya, anda juga bisa saja termasuk &#8220;ikan&#8221; tdk baik\/periuk yg retak, rusak bahkan pecah krn dosa dan kesalahan, kelemahan dan kekurangan saya, anda. Tak ada yg sempurna. Utk itu, saya, anda PERLU TERUS MENERUS selama hayat dikandung badan utk MAU DIPERBAIKI, DIBETULKAN KEMBALI, DIBENTUK LAGI oleh Tuhan sendiri sehingga menjadi orang baik lagi. Perlu pertobatan terus menerus. Perlu perubahan sikap. Perlu mendekatkan diri kp Tuhan dlm level praktek hidup harian. Sebab saya, anda tahu Tuhan itu sungguh bertanggung jawab dan setia kp saya, anda. Tuhan selalu sabar terhadap saya,anda. Tuhan mau menolong saya, anda terus menerus. Berbahagialah saya, andaa yg mempunyai Allah sebagai penolong abadi.<\/p>\n<p>Semoga dengan bantuan doa St. Alfonsus Maria de Liguori, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda yang SUDAH, SEDANG DAN AKAN BERJUANG menjadi orang\/periuk\/ikan yang baik dan yang selalu rajin berbuat\u00a0baik.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 01 Agustus 2024 Matius 13:51-52 (Mat 13:47-53) \u201dMengertikah kamu semuanya itu? Mereka menjawab: &#8220;Ya, kami mengerti. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: &#8220;Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-55386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=55386"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55387,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55386\/revisions\/55387"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=55386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=55386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=55386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}