{"id":55199,"date":"2024-07-30T14:17:49","date_gmt":"2024-07-30T07:17:49","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55199"},"modified":"2024-07-30T14:37:41","modified_gmt":"2024-07-30T07:37:41","slug":"rabu-31-juli-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55199","title":{"rendered":"Rabu, 31 Juli 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Flp 2:10-11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demi nama Yesus hendaknya setiap makhluk di surga, di bumi dan di bawah bumi bertekuk lutut.&nbsp;Dan demi kemuliaan Bapa hendaknya setiap lidah mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR :<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sebuah luka mengakhiri karier militer pemuda Bask (Spanyol) ini. Tetapi wataknya yang panas mendorong dia ke medan perjuangan iman paling depan. Bersama sahabat-sahabatnya ia mendirikan Ordo Yesuit, sebuah ordo aktif yang sampai sekarang di mana-mana menunaikan karya-karya besar \u2018demi kemuliaan Tuhan\u2019.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa yang mahamulia, untuk menyebarluaskan kemuliaan nama-mu, Engkau menampilkan Santo Ignasius di tengah umat. Semoga dengan bantuan dan teladannya kami berjuang di dunia, agar memperoleh mahkota di surga. Demi Yesus Kristus,\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 15:10.16-21<\/strong>&nbsp;&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cMengapa penderitaanku tidak berkesudahan? Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan dikau menjadi pelayan di hadapan-Ku.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada waktu itu Yeremia mengeluh, \u201cCelakalah aku, ya ibuku, bahwa engkau telah melahirkan daku. Sebab aku seorang yang menjadi buah perbantahan dan buah percederaan bagi seluruh negeri. Padahal aku tidak menghutangkan dan tidak pula berhutang kepada siapa pun. Namun mereka semua mengutuki aku. Apabila aku menemukan sabda-Mu, maka aku menikmatinya. Sabda-Mu itu menjadi kegirangan bagiku dan menjadi kesukaan hatiku. Sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya Tuhan, Allah semesta alam. Tidak pernah aku duduk bersenang-senang dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau. Karena tekanan tangan-Mu aku duduk seorang diri, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram. Mengapa penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercaya. Maka Tuhan menjawab, \u201cJika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan dikau menjadi pelayan di hadapan-Ku. Dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka. Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari perunggu. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan dikau. Sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan membebaskan dikau,\u201d demikianlah sabda Tuhan, \u201cAku akan melepaskan dikau dari tangan orang-orang jahat dan membebaskan dikau dari genggaman orang-orang lalim.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 59:2-3.4-5a.10-11.17-18<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em><em>&nbsp;Tuhanlah tempat pengungsianku pada waktu kesesakan.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Lepaskanlah aku dari pada musuhku, ya Allahku; bentengilah aku terhadap orang-orang yang bangkit melawan daku. Lepaskanlah aku dari orang-orang yang melakukan kejahatan, dan selamatkanlah aku dari para penumpah-penumpah darah.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab sesungguhnya, mereka menghadang nyawaku; orang-orang perkasa menyerbu aku, padahal aku tidak melakukan pelanggaran, aku tidak berdosa, ya Tuhan, aku tidak bersalah, merekalah yang bergegas dan bersiap-siap.<\/li>\n\n\n\n<li>Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allahlah kota bentengku. Allahku, dengan kasih setia-Nya Ia akan menyongsong aku; Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku.<\/li>\n\n\n\n<li>Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.<\/li>\n\n\n\n<li>Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allahlah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Yoh 15:15b)<em>Kalian Kusebut sahabat-Ku, sebab kepada kalian Kusampaikan apa saja yang Kudengar dari Bapa.&nbsp;<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:44-46<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cIa menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak, \u201cHal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Karena sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Alexander Pambudi SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Dehonian yang terkasih, salam jumpa dengan saya, Rm. Alexander Pambudi SCJ, dari Wisma Keuskupan Agung Palembang, dalam RESI-<em>Renungan Singkat Dehonian<\/em><em>,<\/em>&nbsp;edisi Rabu, 31 Juli 2024.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi yang terkasih, salam jumpa dengan saya, Rm. Alexander Pambudi SCJ, dari Wisma Keuskupan Agung Palembang.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi Dehonian, dalam Injil Matius 13:44-46, Yesus mengajarkan tentang Kerajaan Surga melalui perumpamaan tentang harta yang terpendam dan mutiara yang berharga. Dalam perumpamaan ini, kita diajak untuk memahami nilai tak terhingga dari Kerajaan Surga, yang layak untuk kita cari dan peroleh dengan segenap hati. St. Ignatius Loyola, yang kita peringati hari ini, memahami betul pentingnya mencari dan menemukan harta sejati dalam hidupnya. Dia meninggalkan kehidupan duniawi yang mewah dan penuh godaan untuk mengikuti panggilan Tuhan dengan sepenuh hati. Pengalaman hidup St. Ignatius Loyola mengingatkan kita bahwa mengikuti Tuhan adalah pilihan terbaik yang membawa kebahagiaan sejati.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">St. Ignatius Loyola mengajarkan pentingnya \u201cPembedaan Roh\u201d dalam hidup rohani kita. Melalui latihan rohani yang diajarkannya, Ignatius membantu banyak orang untuk mengenali kehendak Tuhan dalam hidup mereka. Dalam Matius 13:44-46, orang yang menemukan harta terpendam dan mutiara berharga juga melakukan pembedaan, memilih untuk menjual segala miliknya demi memperoleh harta yang lebih berharga. Ini menunjukkan betapa pentingnya pembedaan roh dalam hidup kita agar dapat memilih jalan yang benar sesuai kehendak Tuhan. Kita diajak untuk terus menerus berdoa dan merenung agar mampu membedakan mana yang berasal dari Tuhan dan mana yang tidak.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi Dehonian, dalam mencari Kerajaan Surga, kita sering dihadapkan pada pilihan yang sulit dan pengorbanan yang besar. Perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara berharga mengajarkan kita bahwa untuk memperoleh hal yang paling berharga, kita harus rela melepaskan hal-hal duniawi yang sering mengikat kita. St. Ignatius Loyola menunjukkan hal ini melalui hidupnya yang penuh dengan pengorbanan dan pelayanan. Dia tidak hanya mendirikan Serikat Yesus (Jesuit) tetapi juga berkontribusi besar dalam reformasi Gereja dan pendidikan. Teladan Ignatius mengajak kita untuk berani mengambil langkah-langkah radikal demi mencapai keselamatan dan kebahagiaan abadi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Surga adalah harta yang harus kita cari dengan penuh semangat dan ketekunan. St. Ignatius Loyola, melalui latihan rohaninya, mengajarkan kita untuk menjalani hidup dengan orientasi yang jelas menuju Tuhan. Dalam perumpamaan ini, orang yang menemukan harta terpendam dan mutiara berharga tidak ragu untuk bertindak segera. Semangat dan ketekunan mereka menggambarkan bagaimana kita seharusnya merespon panggilan Tuhan dalam hidup kita. Mari kita belajar untuk mengejar Kerajaan Surga dengan penuh semangat, seperti yang dilakukan Ignatius, dengan menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi Dehonian, peringatan Wajib St. Ignatius Loyola adalah momen yang tepat untuk merenungkan dedikasi dan komitmennya dalam mengikuti Tuhan. Dalam Matius 13:44-46, kita diingatkan bahwa menemukan dan memperoleh Kerajaan Surga membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dan penuh komitmen. Ignatius memberikan contoh nyata bagaimana hidup yang diarahkan sepenuhnya kepada Tuhan akan membawa dampak besar bagi diri sendiri dan orang lain. Melalui teladannya, kita diajak untuk tidak hanya menemukan harta sejati dalam hidup kita, tetapi juga berbagi dan mengajak orang lain untuk menemukan kebahagiaan dalam Tuhan. Semoga kita semua dapat meneladani semangat Ignatius dalam mengejar Kerajaan Surga dan hidup dalam kasih Allah. Tuhan memberkati. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kebijaksanaan, semoga anggur roti ini Kaukuduskan menjadi lambang kebijaksanaan-Mu. Semoga Kautunjukkan kepada kami, bahwa Yesuslah jalan menuju kepada-Mu. Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Matius 13:54-55<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari mana diperoleh-Nya hikmat dan kuasa itu? Bukankah Dia itu anak tukang kayu?<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebijaksanaan, ajarilah kami mengimani Yesus Putra Manusia, yang telah memancarkan kebijaksanaan-Mu. Semoga kami selalu tabah mengikuti Dia sekarang juga. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Rabu-31-Juli-2024-oleh-Rm.-Alexander-Pambudi-SCJ-dari-komunitas-Wisma-Keuskupan-Agung-Palembang-Indonesia.mp3\">Resi-Rabu 31 Juli 2024 oleh Rm. Alexander Pambudi SCJ dari komunitas Wisma Keuskupan Agung Palembang \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/07\/29\/rabu-31-juli-2024-peringatan-wajib-st-ignatius-dari-loyola\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/07\/29\/rabu-31-juli-2024-peringatan-wajib-st-ignatius-dari-loyola\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=55199-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Santo&nbsp;Ignasius dari Loyola<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>Ad maiorem Dei gloriam ( Demi keagungan Tuhan yang lebih besar )<\/em>\u00a0<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ignacio L\u00f3pez de Loyola &nbsp;atau yang kita kenal sebagai St.Ignasius de Loyola adalah pendiri dari&nbsp;Serikat Yesus. Ia dilahirkan di Kastil keluarga&nbsp;bangsawan&nbsp;Loyola di wilayah Basque, Spanyol. Ketika masih kanak-kanak, ia dikirim untuk menjadi abdi di istana raja. Di sana ia tinggal sambil berangan-angan bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi seorang kesatria yang hebat. Ignasius kemudian masuk militer dan menjadi seorang perwira.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada penyerbuan benteng Pamplona, Ignasius bertempur dengan berani namun ia terkena peluru meriam dan terluka parah.&nbsp; Di kemudian hari, ia mendapat penghargaan karena kegagahannya dalam pertempuran itu. Tetapi, luka di tubuhnya membuat Ignatius terbaring tak berdaya selama berbulan-bulan di atas pembaringannya di Benteng Loyola.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ignatius meminta buku-buku bacaan untuk menghilangkan rasa bosannya. Ia menyukai cerita-cerita tentang kepahlawanan, tetapi di sana hanya tersedia kisah hidup Yesus dan para kudus. Karena tidak ada pilihan lain, ia membaca juga buku-buku itu. Perlahan-lahan, buku-buku itu mulai menarik hatinya. Hidupnya mulai berubah. Ia berkata kepada dirinya sendiri, \u201cMereka adalah orang-orang yang sama seperti aku, jadi mengapa aku tidak bisa melakukan seperti apa yang telah mereka lakukan?\u201d Semua kemuliaan dan kehormatan yang sebelumnya sangat ia dambakan, tampak tak berarti lagi baginya sekarang. Ia mulai meneladani para kudus dalam doa, silih dan perbuatan-perbuatan baik.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah sembuh, Ignasius mengunjungi sebuah biara dimana ia menanggalkan jubah militernya dan mempersembahkannya pada lukisan Sang Perawan Maria. Ia kemudian pergi ke kota Catalunya, dan selama beberapa bulan tinggal di sebuah gua di dekat kota itu di mana ia bertapa dengan keras. Ignatius juga mengalami beberapa penampakan di tengah-tengah hari selama di rumah sakit. Penampakan-penampakan yang terjadi berulang kali ini tampil sebagai \u201csuatu wujud yang mengambang di udara yang berada di dekatnya dan wujud ini memberinya rasa ketenangan yang amat mendalam karena wujud itu sangatlah indah \u2026 wujud itu entah bagaimana terlihat memiliki bentuk mengular dan memiliki banyak benda yang bersinar seperti mata, tapi bukanlah mata. Ia menjadi bahagia dan mengalami ketenangan hanya dengan menatap wujud ini \u2026 namun ketika wujud ini hilang ia menjadi sedih.\u201d &nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ignasius lalu berziarah ke Tanah Suci dan ia bertekad untuk mentobatkan orang-orang yang belum mengenal Yesus disana. Namun ia tidak diperkenankan. Lalu veteran perang yang berusia 30 tahun itu pulang dan mulai belajar untuk mempersiapkan dirinya berkarya bagi nama Yesus. Mula-mula ia&nbsp; belajar bahasa Latin bersama anak-anak sekolah Dasar si Barcelona sampai kemudian meraih Gelar sarjana di Universitas Paris.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sejak masih kuliah Ignasius sering memberikan bimbingan rohani kepada teman-temannya. Di masa itu (bahkan sampai sekarang) tidaklah lazim apabila seorang awam mengajar spiritualitas; ia lalu&nbsp; dicurigai sebagai penyebar bidaah (=agama sesat) dan dipenjarakan untuk sementara waktu&nbsp; namun kemudian dilepaskan.&nbsp; Kejadian itu tidak menghentikan Ignatius. \u201cSeluruh kota tidak akan cukup menampung begitu banyak rantai yang ingin aku kenakan karena cinta kepada Yesus,\u201d katanya.&nbsp;&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Di Paris Ignasius mengilhami tujuh mahasiswa (dua diantaranya adalah St.Fransiskus Xaverius&nbsp;dan St.&nbsp;Petrus Faber) untuk bersatu mengadakan ikatan. Mereka berjanji setia dan bersepakat untuk menyebarkan injil kepada mereka yang belum mengenal Kristus. Kelompok mereka ini kemudian menghadap&nbsp;Paus&nbsp;Paulus III dan menawarkan diri untuk menjalankan tugas apa saja. Bapa suci yang melihat semangat kerasulan mereka; dan pendidikan mereka yang tinggi akhirnya mengabulkan keinginan Ignasius dan kelompoknya. Bahkan lebih jauh lagi; Bapa Suci mentahbiskan mereka menjadi imam dan ikatan persaudaraan mereka dikokohkan menjadi Serikat&nbsp; Rohaniwan. Serikat ini kemudian dinamakan&nbsp;Serikat Jesus&nbsp;dan mendasarkan diri pada tiga kaul yaitu : Kemiskinan, Ketaatan, dan Kemurnian; ditambah lagi dengan satu kaul khusus yaitu : Kesigapan untuk melaksanakan perintah Tahta Suci Kapan saja dan dimana saja.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Selama 15 tahun sejak persetujuan paus itu Ignasius memimpin&nbsp;Serikat Jesus&nbsp;dari Roma. Ia meyaksikan perkembangan Serikatnya berawal dari 10 orang sampai menjadi lebih dari 1000 orang. Para&nbsp;Jesuit&nbsp;berkarya dari Eropa, Asia sampai ke Benua baru Amerika.&nbsp; Saat ini para&nbsp;Jesuit&nbsp;memiliki lebih dari 500 Universitas dan Perguruan Tinggi, 30.000 anggota, dan mengajar lebih dari 200.000 siswa setiap tahun.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Seringkali Ignatius berdoa, \u201cBerilah aku hanya cinta dan rahmat-Mu, ya Tuhan. Dengan itu aku sudah menjadi kaya, dan aku tidak mengharapkan apa-apa lagi.\u201d St. Ignatius wafat di Roma pada tanggal 31 Juli 1556. Ia dinyatakan kudus pada tahun 1622 oleh&nbsp;Paus Gregorius XV.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Arti Nama<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ignatius berasal dari&nbsp;nama keluarga Romawi&nbsp;yang artinya&nbsp;tidak diketahui. Namun sering dihubungkan dengan kata Latin :&nbsp;IGNIS&nbsp;&nbsp;yang berarti \u201capi\u201c.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Variasi Nama<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Egnatius&nbsp;<strong>(Ancient Roman)<\/strong>, I\u00f1aki&nbsp;<strong>(Basque)<\/strong>, Ignasi&nbsp;<strong>(Catalan)<\/strong>, Ign\u00e1c&nbsp;<strong>(Czech)<\/strong>, Ignaas&nbsp;<strong>(Dutch)<\/strong>, Ignace&nbsp;<strong>(French)<\/strong>, Ignatz&nbsp;<strong>(German)<\/strong>, Ign\u00e1c&nbsp;<strong>(Hungarian)<\/strong>, Ignazio&nbsp;<strong>(Italian)<\/strong>, Ignas&nbsp;<strong>(Lithuanian)<\/strong>, Ignacy&nbsp;<strong>(Polish)<\/strong>, In\u00e1cio&nbsp;<strong>(Portuguese)<\/strong>, Ignac, Ignacij, Nace&nbsp;<strong>(Slovene)<\/strong>, Ignacio, Nacho, Nacio&nbsp;<strong>(Spanish)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/juli\/ignatius-dari-loyola.html\">https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/juli\/ignatius-dari-loyola.html<\/a><\/h4>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_3106\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-55199-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Rabu-31-Juli-2024-oleh-Rm.-Alexander-Pambudi-SCJ-dari-komunitas-Wisma-Keuskupan-Agung-Palembang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Rabu-31-Juli-2024-oleh-Rm.-Alexander-Pambudi-SCJ-dari-komunitas-Wisma-Keuskupan-Agung-Palembang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Rabu-31-Juli-2024-oleh-Rm.-Alexander-Pambudi-SCJ-dari-komunitas-Wisma-Keuskupan-Agung-Palembang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Rabu-31-Juli-2024-oleh-Rm.-Alexander-Pambudi-SCJ-dari-komunitas-Wisma-Keuskupan-Agung-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=55199-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Rabu-31-Juli-2024-oleh-Rm.-Alexander-Pambudi-SCJ-dari-komunitas-Wisma-Keuskupan-Agung-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Rabu-31-Juli-2024-oleh-Rm.-Alexander-Pambudi-SCJ-dari-komunitas-Wisma-Keuskupan-Agung-Palembang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Flp 2:10-11 Demi nama Yesus hendaknya setiap makhluk di surga, di bumi dan di bawah bumi bertekuk lutut.&nbsp;Dan demi kemuliaan Bapa hendaknya setiap lidah mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan. PENGANTAR :&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-55199","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=55199"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55207,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55199\/revisions\/55207"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=55199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=55199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=55199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}