{"id":55185,"date":"2024-07-30T09:22:01","date_gmt":"2024-07-30T02:22:01","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55185"},"modified":"2024-07-30T09:22:01","modified_gmt":"2024-07-30T02:22:01","slug":"selasa-30-juli-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=55185","title":{"rendered":"Selasa, 30 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 30 Juli 2024<br \/>\nMat 13:43 (Mat 13:36-43)<br \/>\n\u201cPada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!&#8221;<\/p>\n<p>Tetap Fokus Pada Kebenaran Dan Kebaikan<\/p>\n<p>Ayat 43 yang dikutip di sini adalah bagian akhir dari penjelasan Yesus tentang lalang di antara gandum. Dijelaskan Yesus bahwa benih yang baik, yakni gandum, adalah anak-anak Allah. Yang menaburkan benih yang baik ini adalah Yesus sendiri.<br \/>\nLalang yang dimaksud Yesus di sini adalah benih jahat yang ditaburkan Iblis. Lalang ini adalah jenis \u201czizania\u201d yang pada awal pertumbuhannya tak dapat dibedakan dengan gandum. Keduanya sangat mirip. Nanti kelihatan bedanya ketika mulai berbuah. Karena itu Allah tidak ingin mencabut lalang ini jangan sampai yang tercabut adalah gandum.<br \/>\nKita sering bertanya, mengapa Allah membiarkan kejahatan terjadi dalam dunia? Memang kita tak bisa memahami sepenuhnya kebijaksanaan ilahi. Sebagai benih baik yang ditaburkan Allah di dunia, Yesus ingin agar kita sebagai putra putri Allah fokus pada kebaikan dalam diri kita bukan pada kejahatan di luar sana.<br \/>\nJanganlah idealisme iman kita, yakni tekad kita untuk hidup dalam kebenaran dan kebaikan, menjadi luntur atau hilang karena tergoda oleh perbuatan si jahat.<br \/>\nMungkin ada orang yang berkata, mengapa orang yang tidak jujur, yang tidak peduli dengan Tuhan, yang tidak beribadah, mereka justru yang kelihatannya berhasil, sukses, kaya dan bahagia oleh semua yang ada padanya. Sementara kita yang bertahan dalam kebenaran, hidup jujur dan kudus, malah miskin dan menderita. Lalu orang tergoda untuk mengikuti jalan orang-orang yang berhasil di mata dunia itu, sekalipun jalan mereka sesat.<br \/>\nTetaplah bertahan dalam kebenaran, kebaikan, kejujuran. Tidak perlu melihat ke luar, tapi lihatlah ke dalam. Tetap percaya akan cahaya kebaikan dan kasih dalam diri kita yang ditanamkan Allah dalam hati. Itulah cahaya Roh Allah sendiri. Jagalah terus agar benih kebaikan, cahaya kebenaran ini terus terpelihara dalam diri. Pada waktunya buahnya akan kelihatan dan cahaya ilahi akan memancarkan sinarnya.<br \/>\nIdealisme iman kita jangan kalah dengan pragmatisme sempit untuk mencari gampang dan menghalalkan segala cara. Bersama Yesus dan sesama anak-anak Tuhan mari berjuang untuk tetap setia pada janji baptis kita untuk menolak setan dan berjalan di jalan kebenaran dan kebaikan.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Tetap sehat iman dan imun!\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 30 Jul 2024<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XVII<br \/>\nPF S. Petrus Krisologus, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBacaan Injil: Mat 13:36-43<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 13:36-43<br \/>\nSeperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api,<br \/>\ndemikian juga pada akhir zaman.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\nYesus meninggalkan orang banyak, lalu pulang.<br \/>\nPara murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Jelaskanlah kepada kami<br \/>\nperumpamaan tentang lalang di ladang itu.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia.<br \/>\nLadang itu ialah dunia.<br \/>\nBenih yang baik adalah anak-anak Kerajaan<br \/>\ndan lalang adalah anak-anak si jahat.<br \/>\nMusuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis.<br \/>\nWaktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat.<\/p>\n<p>Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api,<br \/>\ndemikian juga pada akhir zaman.<br \/>\nAnak Manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya<br \/>\ndan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan<br \/>\ndan semua orang yang melakukan kejahatan<br \/>\ndari dalam Kerajaan-Nya.<br \/>\nSemuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api.<br \/>\nDi sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.<br \/>\nPada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari<br \/>\ndalam Kerajaan Bapa mereka.<br \/>\nSiapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n****************************************)<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI DESA LORULUNG, BUMI DUAN LOLAT, TANIMBAR<\/p>\n<p>NASIB TIAP ORANG DI PENGADILAN ILAHI<\/p>\n<p>\u201cApa pun bentuk hidup yang Anda jalani dan jenis perbuatanmu di dunia ini, tapi satu yang pasti bahwa kita semua tanpa terkecuali akan diperhadapkan kepada pengadilan Ilahi. Maka bertobatlah dari perbuatan jahat mu sebelum terlambat.\u201d<\/p>\n<p>Yesus secara jelas menegaskan tentang nasib kita dalam pengadilan Ilahi. Kepada yang berbuat jahat yang tidak mau bertobat, Ia berkata:\u201cSemuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.\u201d ( ayat 42b ) Tapi kepada yang berbuat baik, Ia meneguhkan: \u201cPada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.\u201d ( ayat 43 )<\/p>\n<p>Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:<\/p>\n<p>1) Bertobatlah dari perbuatan jahat yang membuatmu berdosa sebelum terlambat karena pengadilan Ilahi itu sangat pasti menantimu;<\/p>\n<p>2) Tetaplah berbuat baik demi mahkota kemuliaan yanh Tuhan sediakan bagimu di akhir hidup;<\/p>\n<p>3) Apa pun yang kita lakukan di dunia ini terekam di surga dan akan dijadikan dasar pengadilan terhadap jiwa kita di pengadilan ilahi.<\/p>\n<p>Akhirnya sadarlah bahwa surga atau neraka yang akan Anda dapatkan di akhir hidup sangat ditentukan oleh apa yang Anda imani dan hidupi di dunia ini.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 30 Juli 2024 Mat 13:43 (Mat 13:36-43) \u201cPada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!&#8221; Tetap Fokus Pada Kebenaran Dan Kebaikan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-55185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=55185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55186,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/55185\/revisions\/55186"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=55185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=55185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=55185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}