{"id":54872,"date":"2024-07-27T09:01:20","date_gmt":"2024-07-27T02:01:20","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54872"},"modified":"2024-07-27T09:01:20","modified_gmt":"2024-07-27T02:01:20","slug":"sabtu-27-juli-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54872","title":{"rendered":"Sabtu, 27 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 27 Juli 2024<br \/>\nMatius 13:30-31 (Mat 13:24-30)<br \/>\n\u201dTetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.&#8221;<\/p>\n<p>Menjadi Gandum Atau Lalang?<\/p>\n<p>Perumpamaan Yesus mengenai lalang di antara gandum menunjukkan di satu pihak kesabaran Allah yang sungguh mulia, di pihak lain keadilan Allah yang ada jatuh tempo-nya. Orang jangan sampai menganggap enteng kebaikan Allah.<br \/>\nYesus sendiri telah menunjukkan betapa Allah Bapa itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan penuh kasih setia. Di pihak lain Allah itu adil dan bijaksana.<br \/>\nBila keadilan Allah dinyatakan maka Ia akan memisahkan gandum dan lalang. Yang satu masuk dalam lumbung Kerajaan Allah dan yang lain dibakar dalam Api Neraka.<br \/>\nManusia semasa hidupnya bebas memilih karakter gandum yang menghasilkan buah bagi tuannya atau memilih menjadi lalang yang tidak pernah akan berbuah malah merusak tanaman di sekitarnya.<br \/>\nTentu saja Yesus ingin agar semua orang menjadi seperti gandum yang menghasilkan buah. Itulah buah pertobatan terus menerus. Mari memilih jalan ini selagi masih ada waktu.<br \/>\nYesus tidak ingin kita menjadi seperti lalang. Ia hidup hanya bagi dirinya sendiri dan menjadi parasit yang merugikan komunitas dan orang di sekitarnya. Pada waktunya penghakiman Tuhan akan dinyatakan dan lalang akan dibakar habis karena tidak berguna. Tuhan memberi waktu untuk bertobat dan berubah. Jangan sampai ketika keadilan Tuhan dinyatakan, kita masih tetap dalam keadaan seperti lalang.<br \/>\nMari menjadi gandum yang menghasilkan buah-buah kebaikan oleh cinta dan pengorbanan, doa dan belarasa. Teruslah berbuah bagi Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati kita untuk menjadi berkat bagi sesama.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 27 Jul 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XVI<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 1:21<br \/>\nBacaan Injil: Mat 13:24-30<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 1:21<br \/>\nTerimalah dengan lemah lembut<br \/>\nsabda yang tertanam dalam hatimu,<br \/>\nyang mampu menyelamatkan jiwamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 13:24-30<br \/>\nBiarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\nYesus membentangkan suatu perumpamaan kepada orang banyak.<br \/>\n&#8220;Hal Kerajaan Surga itu<br \/>\nseumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya.<br \/>\nTetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya,<br \/>\nmenaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.<\/p>\n<p>Ketika gandum tumbuh dan mulai berbulir,<br \/>\nnampak jugalah lalang itu.<br \/>\nMaka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu<br \/>\ndan berkata kepadanya,<br \/>\n&#8216;Tuan, bukankah benih baik yang tuan taburkan di ladang Tuan?<br \/>\nDari manakah lalang itu?&#8217;<br \/>\nJawab tuan itu, &#8216;Seorang musuh yang melakukannya!&#8217;<br \/>\nLalu berkatalah para hamba itu,<br \/>\n&#8220;Maukah tuan, supaya kami pergi mencabuti lalang itu?&#8217;<\/p>\n<p>Tetapi ia menjawab,<br \/>\n&#8216;Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut<br \/>\npada waktu kalian mencabut lalangnya.<br \/>\nBiarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.<br \/>\nPada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai,<br \/>\n&#8216;Kumpulkanlah dahulu lalang itu<br \/>\ndan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar;<br \/>\nkemudian kumpulkanlah gandumnya ke dalam lumbungku&#8217;.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>TETAP MENJADI GANDUM DI TENGAH LALANG<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Perumpamaan tentang lalang di antara gandum<\/p>\n<p>Dua hal yang mau saya, anda sadari dari Perumpamaan Yesus dlm Injil hari ini tentang KERAJAAN ALLAH (suatu kerajaan\/suasana hati\/hidup di mana Allah sendiri yg menjadi raja di dalamnya):<\/p>\n<p>(1). Tuhan Allah yg sy, anda imani pada dasarnya SELALU MENANAMKAN KEBAIKAN dalam hati dan hidup saya, anda sejak dilahirkan, diciptakan. &#8220;Hal Kerajaan Allah itu seumpama orang yg menaburkan BENIH YG BAIK (gandum, KEBAIKAN) di ladangnya&#8221; (Mat. 13:24). Allah yg sama menghendaki yg sama agar manusia(saya, anda) yg diciptakan itu NANTI KEMBALI kepadaNya utk menikmati lagi KEBAIKAN ITU (keselamatan, kedamaian, sukacita, kegembiraan, kebahagiaan). Dan utk itulah Allah Bapa mengutus PuteraNya yg tunggal agar SEMUA ORANG (saya, anda) yg percaya kepadaNya beroleh hidup yg kekal (hidup yg selalu dekat, bersama, dan bersatu, akrab dg Tuhan). Maka hidup kekal bukan tunggu setelah kematian, melainkan juga dialami dan dirasakan selama hidup di dunia ini. Inilah yg meneguhkan dan menguatkan sy, anda dlm perziarahan hidup di dunia ini yg juga penuh dengan &#8220;lalang&#8221; (tantangan, godaan, roh jahat\/kejahatan, kesulitan baik dari dalam diri maupun dan terutama dari luar diri). Harapannya utk mencapai dan mengalami Kerajaan Allah, kebaikan Allah adalah tetap teguh dan kuat serta mantap dlm menjalani hidup ini; TETAP semangat utk hidup!! Tetaplah menjadi benih yg baik. Jadi gandum yg baik. Jadi orang baik dan menghasilkan berbagai kebaikan. Rajin2lah berbuat baik dan berbagi kasih!!<\/p>\n<p>(2). Sy, anda disadarkan pula bahwa BETAPA BESAR DAN BANYAK TANTANGAN atau GODAAN dan KEJAHATAN serta DOSA (&#8220;musuh, lalang, rumput liar&#8221;) dalam dan mengitari Kerajaan Allah itu. &#8220;Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan BENIH LALANG (rumput, &#8221; dosa&#8221;) di antara gandum itu, lalu pergi&#8221; (Mat. 13:25). Kejahatan, kuasa jahat, keinginan tidak teratur, dosa (musuh, rumput liar, lalang) berusaha utk mempengaruhi dan mengganggu spy kebaikan dan kebenaran Allah yg ditaburkan dlm hati dan hidup saya,anda itu TIDAK TUMBUH bahkan MATI. Musuh atau kekuatan ini sungguh ada, jgn dipandang dg sebelah mata!! Harus dipandang dg 2 belah mata. Karena itu dibutuhkan kekuatan ekstra dari Tuhan Allah sendiri. Minta Tuhan Allah sendiri yg &#8220;lawan&#8221;. Pasti musuh hancur. Jgn andalkan kekuatan sendiri!!<br \/>\nYakin dan sadarilah, dalam dan bersama dg Tuhan Allah saya kuat perkasa. Roh jahat, kekuatan jahat, kejahatan sekuat apapun AKAN RUBUH JIKA DILAWAN DALAM DAN BERSAMA TUHAN ALLAH SENDIRI. Rajin2lah Terima SAKRAMEN EKARISTI (Misa harian &#8211; fakultatif, Misa Hari Minggu atau Hari2 Raya yang disamakan dengan Hari Minggu &#8211; wajib)! Di sana DOSA dikalahkan!! &#8220;Siapa takut?&#8221;<\/p>\n<p>Semoga Allah yang Mahakuasa (+) memberkati saya,anda sekalian yang tetap menjadi benih yang baik\/gandum bersama Tuhan Allah di tengah hidup yang penuh dengan lalang\/&#8221;rumput\u00a0liar&#8221;\u00a0.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 27 Juli 2024 Matius 13:30-31 (Mat 13:24-30) \u201dTetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-54872","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=54872"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54873,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54872\/revisions\/54873"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=54872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=54872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=54872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}