{"id":54677,"date":"2024-07-25T08:36:52","date_gmt":"2024-07-25T01:36:52","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54677"},"modified":"2024-07-25T08:36:52","modified_gmt":"2024-07-25T01:36:52","slug":"kamis-25-juli-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54677","title":{"rendered":"Kamis, 25 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 25 Juli 2024<br \/>\nPesta St Yakobus Rasul<br \/>\nMat 20:26-28 (Mat 20:20-28)<br \/>\n\u201dBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Mengosongkan Diri Untuk Melayani<\/p>\n<p>Setiap tanggal 25 Juli, Gereja mengajak kita untuk mengenangkan orang kudus, rasul Yesus, St Yakobus, kakak dari St Yohanes pengarang Injil.<br \/>\nKedua kakak beradik ini sangat dekat dengan Yesus. Dikisahkan dalam Injil bahwa dalam beberapa peristiwa penting, Yesus senantiasa mengajak Yakobus dan Yohanes serta Petrus untuk menemaniNya.<br \/>\nMerasa begitu dekat dengan Yesus, Ibu Yakobus dan Yohanes datang pada Yesus meminta agar kedua anaknya mendapatkan kedudukan tinggi dalam Kerajaan Allah. Yang satu di kanan dan yang lain di kiri Yesus. Pikir mereka kalau Yesus jadi Raja maka mereka pantas menjadi pejabat tinggi.<br \/>\nBagi Yesus tidak mengapa mencari kedudukan, tapi yang penting adalah sikap hati orang yang menduduki jabatan itu, yakni semangat melayani. Semakin tinggi suatu kedudukan semakin dituntut untuk melayani dan memberi diri seutuhnya untuk semua orang yang ia pimpin.<br \/>\nOleh karena itu kedudukan Paus di Roma disebut sebagai \u201dservus servorum Dei\u201d artinya hamba dari semua hamba Tuhan. Ia menjadi yang terendah di antara semua hamba Tuhan. Maka tak ada alasan untuk tidak melayani siapa saja.<br \/>\nYesus sendiri telah menjadi teladan dalam melayani semua umat manusia. Ia yang adalah Tuhan, \u201ctelah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.\u201d (Filp 2:7-8).<br \/>\nPemimpin yang sesungguhnya adalah seorang pelayan. Ia bukan lagi memikirkan kepentingannya sendiri maupun keluarganya, melainkan semua orang yang ia layani. Menyangkal diri itulah prinsip kebijaksanaan seorang pemimpin atau pelayan.<br \/>\nRasul Yakobus mulanya tidak memahami apa arti kedudukan dalam Kerajaan Allah. Namun sesudah kematian Yesus di salib, dan kebangkitanNya, ia-pun menjadi seperti Yesus, mati sebagai martir, dibunuh di Yerusalem oleh Raja Herodes Agripa (Kis 12:2).<br \/>\nBiarlah jalan pengosongan diri menjadi pilihan hidup kita untuk melayani Tuhan dan umatNya. Semoga kepenuhan hidup dalam Kristus menjadi motivasi utama kita, dan kita dipenuhi oleh kasih karunia Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Mari melayani dengan gembira dan sepenuh hati\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 25 Jul 2024<br \/>\nKamis Pekan Biasa XVI<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:16<br \/>\nBacaan Injil: Mat 20:20-28<br \/>\n*********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:16<br \/>\nAku telah menetapkan kamu<br \/>\nsupaya kamu pergi dan menghasilkan buah,<br \/>\ndan buahmu itu tetap.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 20:20-28<br \/>\nCawan-Ku akan kamu minum.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa,<br \/>\nmenjelang kepergian Yesus ke Yerusalem,<br \/>\ndatanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus,<br \/>\nlalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu.<br \/>\nKata Yesus, &#8220;Apa yang kaukehendaki?&#8221;<br \/>\nJawab ibu itu, &#8220;Berilah perintah,<br \/>\nsupaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu,<br \/>\nyang seorang di sebelah kanan-Mu,<br \/>\ndan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Kamu tidak tahu apa yang kamu minta!<br \/>\nDapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?&#8221;<br \/>\nKata mereka kepada-Nya, &#8220;Kami dapat.&#8221;<br \/>\nYesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Cawan-Ku memang akan kamu minum,<br \/>\ntetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku,<br \/>\nAku tidak berhak memberikannya.<br \/>\nItu akan diberikan kepada orang-orang<br \/>\nbagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar itu,<br \/>\nmarahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua bersaudara itu.<br \/>\nTetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,<br \/>\n&#8220;Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa<br \/>\nmemerintah rakyatnya dengan tangan besi,<br \/>\ndan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.<br \/>\nTidaklah demikian di antara kamu!<br \/>\nBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi pelayanmu,<br \/>\ndan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi hambamu;<br \/>\nsama seperti Anak Manusia:<br \/>\nIa datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,<br \/>\ndan untuk memberikan nyawa-Nya<br \/>\nmenjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA KOTA SAUMLAKI, BUMI DUAN LOLAT, TANIMBAR<\/p>\n<p>DOA TERBAIK SEORANG IBU UNTUK ANAKNYA<\/p>\n<p>\u201cKeberhasilan seorang anak adalah jawaban terbaik bagi doa seorang ibu. Berusahalah untuk menjadi anak yang baik dan sukses dalam sekolah kehidupan dan kemanusiaan maka itulah hadiah terindah bagi ibumu.\u201d<\/p>\n<p>Menutup rasa malu dengan niat baik untuk kedua putranya, ibu anak-anak Zebedeus pun melakukan ini: &#8220;Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.&#8221; ( ayat 20 )<\/p>\n<p>Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:<\/p>\n<p>1) Entahkah engkau tahu atau tidak, pun entah diberitahukan kepadamu atau tidak, tapi satu yang pasti bahwa seorang ibu tak pernah membiarkan sehari berlalu tanpa mendoakan kita putra-putrinya;<\/p>\n<p>2) Apa pun keberhasilan yang Anda dapatkan, sebanyak apa pun harta yang Anda miliki dan setinggi apa pun jabatan\/gelar yang Anda sandang, tapi engkau tetaplah seorang anak di hadapan ibu yang mengandung dan melahirkanmu;<\/p>\n<p>3) Balasan terbaik dari seorang anak terhadap ibunya adalah jangan biarkan ibumu terpisah darimu entah dari menikmati semua keberhasilanmu, pun dari tempat di mana engkau tinggal.<\/p>\n<p>Akhirnya renungkanlah jawaban Christian Ronaldo kepada Wartawan yang bertanya mengapa Ronaldo tidak membuatkan saja rumah untuk sang ibunya? Ia pun menjawab: \u201cIbu saya membesarkan saya dengan mengorbankan nyawa untuk saya. Dia rela lapar sehingga saya bisa makan malam. Karena itu, selama saya hidup, dia akan selalu berada di sisiku dan memiliki semua yang bisa saya berikan padanya. Dia adalah tempat perlindunganku dan hadiah terbesarku.\u201d<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 25 Juli 2024 Pesta St Yakobus Rasul Mat 20:26-28 (Mat 20:20-28) \u201dBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-54677","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54677","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=54677"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54677\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54678,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54677\/revisions\/54678"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=54677"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=54677"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=54677"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}