{"id":54661,"date":"2024-07-24T21:56:19","date_gmt":"2024-07-24T14:56:19","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54661"},"modified":"2024-07-24T21:56:19","modified_gmt":"2024-07-24T14:56:19","slug":"kamis-25-juli-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54661","title":{"rendered":"Kamis, 25 Juli 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Lih Mat. 4:18.21<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika Yesus berjalan di pantai Danau Galilea, Ia melihat Yakobus, anak Zabedeus, dan Yohanes, saudaranya.&nbsp;Mereka sedang memperbaiki jala dan Yesus memanggil mereka.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yakobus ini termasuk tiga tokoh di antara para rasul. Ia menyaksikan pula penampakan di Tabor dan penderitaan Yesus di Taman Zaitun. Wataknya menyebabkan dia menonjol: impulsif, berambisi mendapat tempat terhormat di dalam kerajaan. Bersama Yohanes, adiknya ia disebut \u2018Putera Guntur\u2019. Nama itu menggarisbawahi pribadinya. Yesus berhasil mengarahkan wataknya. Ia menjadi rasul yang aktif dan setia. Dialah martir pertama di antara para rasul.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal,&nbsp;di antara para rasul Santo Yakobuslah yang pertama Kaukuduskan sebagai martir.&nbsp;Semoga umat-Mu menimba kekuatan dari kesaksiannya dan menemukan perlindungan berkat doanya.&nbsp;Demi Yesus Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 4:7-15<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, harta pelayanan sebagai rasul kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang berlimpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami sendiri. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terhimpit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami yang masih hidup ini terus-menerus diserahkan kepada maut demi Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata dalam tubuh kami yang fana ini. Demikianlah maut giat di dalam diri kami, sedangkan hidup giat di dalam kamu. Namun kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis, \u201cAku percaya, sebab itu aku berbicara.\u201d Karena kami pun percaya, maka kami juga berbicara. Karena kami tahu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Allah itu akan menghadapkan kami bersama dengan kamu ke hadirat-Nya. Sebab semuanya itu terjadi demi kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar karena semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menghasilkan ucapan syukur semakin melimpah bagi kemuliaan Allah.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 126:1-2ab.2cd-3.4-5.7<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria dan lidah kita dengan sorak-sorai.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, \u201cTuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!\u201d Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.<\/li>\n\n\n\n<li>Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S :<em>&nbsp;Aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 20:20-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cCawan-Ku akan kamu minum\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, menjelang kepergian Yesus ke Yerusalem, datanglah Ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu. Kata Yesus, \u201cApa yang kaukehendaki?\u201d Jawab ibu itu, \u201cBerilah perintah, supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.\u201d Tetapi Yesus menjawab, \u201cKamu tidak tahu apa yang kamu minta! Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?\u201d Kata mereka kepada-Nya, \u201cKami dapat.\u201d Yesus berkata kepada mereka, \u201cCawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.\u201d Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada dua bersaudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, \u201cKamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa yang mahakuasa, sucikanlah kami berkat sengsara Putera-Mu.&nbsp;Semoga kami sanggup mempersembahkan kurban yang berkenan di hati-Mu pada pesta Santo Yakobus, rasul-Mu.&nbsp;Sebab dialah yang pertama di antara para rasul yang minum dari piala Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2014 lih. Mat 20:22-23<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mereka minum dari piala Tuhan&nbsp;dan menjadi sahabat Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa yang maharahim,&nbsp;dengan gembira kami sambut anugerah-Mu.&nbsp;Kami mohon lindungilah selalu umat-Mu&nbsp;berkat doa Rasul Santo Yakobus.&nbsp;Demi Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Kamis-25-Juli-2024-oleh-Rm.-Y.-Eko-Yuniarto-SCJ-dari-Komunitas-RR-La-Verna-Pajar-Isuk-Pringsewu-Lampung-Indonesia.mp3\">Resi-Kamis 25 Juli 2024 oleh Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas RR La Verna Pajar Isuk-Pringsewu Lampung-Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/07\/24\/selasa-25-juli-2024-pesta-santo-yakobus-rasul\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/07\/24\/selasa-25-juli-2024-pesta-santo-yakobus-rasul\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=54661-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Santo&nbsp;Yakobus Tua<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Yakobus anak Zebedeus, James the Greater, Santiago, Santiago Matamoros<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Murid Yesus ini disebut \u201cYakobus Tua\u201d untuk membedakannya seorang murid Yesus yang lain, yang juga bernama&nbsp;Yakobus&nbsp;(yang adalah saudara Yesus dan penulis Surat Yakobus dalam Perjanjian Baru). Yakobus adalah seorang nelayan, sama seperti ay<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">ahnya \u2013 Zebedeus \u2013 dan saudaranya, Yohanes.Yakobus sedang duduk dalam perahu ayahnya memperbaiki jala ketika Yesus lewat. Yesus memanggil mereka masing-masing, Yakobus dan Yohanes, untuk menjadi penjala manusia, untuk mengikuti-Nya mewartakan Kabar Gembira. Zebedeus menyaksikan kedua puteranya meninggalkan perahu mereka dan mengikuti Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bersama Petrus&nbsp;dan&nbsp;Yohanes, Yakobus termasuk 3 murid utama Yesus. mereka bertiga, beroleh kesempatan menyaksikan apa-apa yang tidak dapat disaksikan para rasul yang lain. Mereka menyaksikan Yesus membangkitkan anak perempuan Yairus, mereka mendaki gunung dan menyaksikan Yesus bercahaya seperti matahari dengan jubah-Nya berkilau-kilauan. Peristiwa ini disebut Transfigurasi atau Yesus Dipermuliakan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada hari Kamis Putih, yaitu malam sebelum Yesus wafat, Yesus membawa para rasul ke taman Getsemani. Dalam Injil Matius dikisahkan bagaimana Yesus meminta 3 murid utamanya ini untuk menyertai-Nya ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Mereka menyaksikan bagaimana Wajah Tuhan menjadi pucat karena duka yang amat dalam. Kemudian titik-titik darah mulai menetes dari kening-Nya. Sungguh, saat-saat yang amat memilukan, tetapi para rasul itu sudah terlalu lelah. Mereka tertidur!<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">St.Yakobus lari ketakutan ketika para musuh menangkap Yesus serta membawa-Nya pergi. Dan Yakobus masih \u201cbersembunyi\u201d dan tidak ada di bawah kaki salib pada hari Jumat Agung. Meskipun demikian, Tuhan menemuinya lagi pada sore hari Minggu Paskah di kamar atas. Yesus yang bangkit masuk melalui pintu yang terkunci dan berkata, \u201cDamai sejahtera bagi kamu!\u201d Yakobus dan para rasul yang lain mendapatkan damai yang dijanjikan-Nya itu setelah kedatangan Roh Kudus pada Hari Pentakosta.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">St. Yakobus memulai kerasulannya sebagai seorang yang suka menurutkan kata hatinya serta berbicara apa adanya. Tanpa sungkan ia meminta Yesus tempat duduk kehormatan dalam kerajaan-Nya. Ia juga pernah meminta Yesus menurunkan api atas desa-desa yang tidak mau menerima Tuhan. Tetapi imannya kepada Yesus sungguh besar.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Walaupun tidak tertulis dalam Kisah Para Rasul dan tidak tertulis dalam tulisan gereja kuno, banyak yang mempercayai Yakobus berangkat menuju Spanyol dan menyebarkan ajaran Yesus di sana. Ia mengadakan perjalanan menuju Galicia, Spanyol; Guimar\u00e3es, Portugal; dan Rates (kini P\u00f3voa de Varzim), Portugal. Di Rates, ia mentahbiskan Santo Petrus dari Rates sebagai uskup pertama di Semenanjung Iberian.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berdasarkan Legenda masyarakat kuno di sana, pada tanggal 2 &nbsp;Januari 40, Santa Maria menampakkan diri kepada Yakobus di tepi sungai Ebro di Caesaraugusta, ketika ia sedang menyebarkan ajaran di Spanyol. Bunda Maria menampakkan diri di pilar, dan tempat tersebut kini menjadi&nbsp;<strong>Basilica of Our Lady of the Pillar<\/strong>&nbsp;di Zaragoza.&nbsp; Kemudian, Yakobus kembali ke Yudea, dan di sana ia dieksekusi mati pada tahun 44. Kitab suci menulis :<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u2026 pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang\u2026 (Kis 12:1-2)<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah kematiannya, dalam kisah rakyat Spanyol, sosoknya muncul memimpin pasukan Kristen pada Pertempuran Clavijo selama Reconquista. Di Spanyol St.Yakobus dijuluki&nbsp; \u201cmatamoros\u201d &nbsp;(Pembasmi Bangsa Moor). Santiago Matamoros!! (\u201cSanto Yakobus Pembasmi bangsa Moor\u201d);&nbsp; Santiago y cierra Espa\u00f1a (\u201cSanto Yakobus akan bertarung untuk Spanyol\u201d) &nbsp;menjadi yel-yel pekikan perang tentara Spanyol selama berabad-abad.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Arti Nama<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berasal dari bahasa Latin :&nbsp;<strong>Iacomus<\/strong>; yang diturunkan dari bahasa Yunani&nbsp;<strong>\u0399\u03b1\u03ba\u03c9\u03b2\u03bf\u03c2 (Iakobos)<\/strong>. Asli nya berasal dari nama Ibrani&nbsp;<strong>&nbsp;\u05d9\u05b7\u05e2\u05b2\u05e7\u05b9\u05d1&nbsp;(Ya\u2019aqov)<\/strong>&nbsp;yang berarti :&nbsp;<strong>Pemegang Tumit<\/strong>&nbsp;<strong>\/ Pengganti<\/strong>&nbsp; (Lihat ==&gt; Kej 25:26 )<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Variasi Nama<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jacob, James, Coby, Jae, Jake, Jamey, Jay, Jaycob, Jaymes, Jeb, Jem, Jemmy, Jim, Jimi, Jimmie, Jimmy, Koby&nbsp;<strong>(English)<\/strong>, Jacob, Jakob&nbsp;<strong>(Dutch)<\/strong>, Iacomus&nbsp;<strong>(Late Roman)<\/strong>, Yakub, Yaqub&nbsp;<strong>(Arabic)<\/strong>, Hagop, Hakob&nbsp;<strong>(Armenian)<\/strong>, Jakes&nbsp;<strong>(Basque)<\/strong>, Jacob, James&nbsp;<strong>(Biblical)<\/strong>, Iakobos&nbsp;<strong>(Biblical Greek)<\/strong>, Yaakov&nbsp;<strong>(Biblical Hebrew)<\/strong>, Iacobus&nbsp;<strong>(Biblical Latin)<\/strong>, Yakov&nbsp;<strong>(Bulgarian)<\/strong>, Jaume, Jaumet&nbsp;<strong>(Catalan)<\/strong>, Jago&nbsp;<strong>(Cornish)<\/strong>, Jakov, Jakob, Jak\u0161a&nbsp;<strong>(Croatian)<\/strong>, Jakub&nbsp;<strong>(Czech)<\/strong>, Jacob, Jakob, Ib, Jeppe&nbsp;<strong>(Danish)<\/strong>, Jaagup, Jaakob, Jakob, Jaak&nbsp;<strong>(Estonian)<\/strong>, Jaakoppi, Jaakko, Jaska&nbsp;<strong>(Finnish)<\/strong>, Jacques&nbsp;<strong>(French)<\/strong>, Iago&nbsp;<strong>(Galician)<\/strong>, Jakob&nbsp;<strong>(German)<\/strong>, Iakopa, Kimo&nbsp;<strong>(Hawaiian)<\/strong>, Yaakov, Yakov, Akiba, Akiva&nbsp;<strong>(Hebrew)<\/strong>, Jakab, J\u00e1kob&nbsp;<strong>(Hungarian)<\/strong>, S\u00e9amus, Shamus, Sheamus, S\u00e9amas&nbsp;<strong>(Irish)<\/strong>, Giacobbe, Giacomo, Jacopo, Iacopo, Lapo&nbsp;<strong>(Italian)<\/strong>, Jok\u016bbas&nbsp;<strong>(Lithuanian)<\/strong>, Jakov&nbsp;<strong>(Macedonian)<\/strong>, Hemi&nbsp;<strong>(Maori)<\/strong>, Jacob, Jakob&nbsp;<strong>(Norwegian)<\/strong>, Jakub, Kuba&nbsp;<strong>(Polish)<\/strong>, Jaime, Iago, Jac\u00f3&nbsp;<strong>(Portuguese)<\/strong>, Yakov, Yasha&nbsp;<strong>(Russian)<\/strong>, Hamish, Seumas&nbsp;<strong>(Scottish)<\/strong>, Jakub&nbsp;<strong>(Slovak)<\/strong>, Jakob, Jaka, Ja\u0161a&nbsp;<strong>(Slovene)<\/strong>, Jacobo, Jaime, Yago&nbsp;<strong>(Spanish)<\/strong>, Jacob, Jakob&nbsp;<strong>(Swedish)<\/strong>, Yakup&nbsp;<strong>(Turkish)<\/strong>, Yakiv&nbsp;<strong>(Ukrainian)<\/strong>, Iago&nbsp;<strong>(Welsh)<\/strong>, Kapel, Koppel, Yankel&nbsp;<strong>(Yiddish)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>BENTUK PENDEK<\/strong>&nbsp;:&nbsp;Cobus, Coos, Jaap, Kobus, Koos, Sjaak, Sjakie&nbsp;<strong>(Dutch)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>BENTUK FEMINIM<\/strong>&nbsp;:&nbsp;Jacoba, Jacobina, Jacobine&nbsp;<strong>(Dutch)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/juli\/yakobus-tua.html\">https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/juli\/yakobus-tua.html<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_8791\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-54661-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Kamis-25-Juli-2024-oleh-Rm.-Y.-Eko-Yuniarto-SCJ-dari-Komunitas-RR-La-Verna-Pajar-Isuk-Pringsewu-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Kamis-25-Juli-2024-oleh-Rm.-Y.-Eko-Yuniarto-SCJ-dari-Komunitas-RR-La-Verna-Pajar-Isuk-Pringsewu-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Kamis-25-Juli-2024-oleh-Rm.-Y.-Eko-Yuniarto-SCJ-dari-Komunitas-RR-La-Verna-Pajar-Isuk-Pringsewu-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Kamis-25-Juli-2024-oleh-Rm.-Y.-Eko-Yuniarto-SCJ-dari-Komunitas-RR-La-Verna-Pajar-Isuk-Pringsewu-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=54661-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Kamis-25-Juli-2024-oleh-Rm.-Y.-Eko-Yuniarto-SCJ-dari-Komunitas-RR-La-Verna-Pajar-Isuk-Pringsewu-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Kamis-25-Juli-2024-oleh-Rm.-Y.-Eko-Yuniarto-SCJ-dari-Komunitas-RR-La-Verna-Pajar-Isuk-Pringsewu-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Lih Mat. 4:18.21 Ketika Yesus berjalan di pantai Danau Galilea, Ia melihat Yakobus, anak Zabedeus, dan Yohanes, saudaranya.&nbsp;Mereka sedang memperbaiki jala dan Yesus memanggil mereka. PENGANTAR: Yakobus ini termasuk tiga tokoh&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-54661","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54661","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=54661"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54661\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54663,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54661\/revisions\/54663"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=54661"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=54661"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=54661"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}