{"id":54498,"date":"2024-07-23T10:18:37","date_gmt":"2024-07-23T03:18:37","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54498"},"modified":"2024-07-23T10:18:37","modified_gmt":"2024-07-23T03:18:37","slug":"selasa-23-juli-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54498","title":{"rendered":"Selasa, 23 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 23 Juli 2024<br \/>\nMatius 12:49-50 (Mat 12:46-50)<br \/>\nLalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: &#8220;Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Torang Semua Basudara<\/p>\n<p>Yesus merangkul semua putra-putri Allah yang setia melakukan kehendak Bapa sebagai ibu, ayah, dan saudara-saudariNya.<br \/>\nYesus mengangkat relasi keluarga menjadi relasi persaudaran semua anggota keluarga Allah. Dalam Yesus, \u201cTorang samua basudara.\u201d<br \/>\nPenjelmaan Yesus menjadi manusia yang punya Papa dan Mama yang mengasuh Dia dengan kasih kebapaan dan keibuan, memahkotai relasi kita dengan Yesus. Semua papa dan mama di dunia ini menjadi papa dan mama Yesus, kita semua menjadi kakak dan adik Yesus, dan Yesus menjadi kakak atau adik kita.<br \/>\nDemikian juga Yesus memperkenankan kita memanggil Allah BapaNya sebagai Bapa kita, termasuk St Yosep bapa pengasuhnya menjadi bapa pengasuh kita dan Maria IbuNya menjadi ibu kita juga.<br \/>\nKetika Yesus berkata kepada Yohanes, \u201citulah ibumu,\u201d dan kepada Maria ibuNya, \u201citulah anakmu\u201d (Yoh 19:26-27) sungguh tak terkirakan begitu dekatnya persaudaran kita satu sama lain dengan Yesus.<br \/>\nDalam kasih persaudaraan keluarga ini, kehendak Allah kiranya menjadi kehendak kita semua. Kehendak Allah tidak lain adalah bahwa kita saling mengasihi satu sama lain, sebagaimana perintah Yesus bagi kita. \u201cHendaknya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.\u201d (Yoh 15:12).<br \/>\nMari kita memperlakukan sesama kita seperti halnya seorang ibu atau ayah terhadap anaknya, anak terhadap ibu dan ayahnya. Kita menjadi kakak yang sayang terhadap adiknya dan adik terhadap kakaknya. Betapa indahnya kita hidup dalam kasih persaudaraan putra putri Allah.<\/p>\n<p>Syalom. Dalam Yesus \u201ctorang samua basudara\u201d.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 23 Jul 2024<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XVI<br \/>\nPF S. Birgitta, Biarawati<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 14:23<br \/>\nBacaan Injil: Mat 12:46-50<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 14:23<br \/>\nBarangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku.<br \/>\nBapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 12:46-50<br \/>\nSambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Yesus bersabda,<br \/>\n&#8220;Inilah ibu-Ku, inilah saudara-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nketika Yesus sedang berbicara dengan orang banyak,<br \/>\nibu dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar<br \/>\ndan berusaha menemui Dia.<br \/>\nMaka berkatalah seseorang kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar<br \/>\ndan berusaha menemui Engkau.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi jawab Yesus kepadanya<br \/>\n&#8220;Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?&#8221;<br \/>\nDan sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, ia bersabda,<br \/>\n&#8220;Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!<br \/>\nSebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga,<br \/>\ndialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA KOTA SAUMLAKI, BUMI DUAN LOLAT, TANIMBAR<\/p>\n<p>DILAHIRKAN DARI DARAH MEWARTA DEMI KARYA<\/p>\n<p>\u201cSesaat ketika Injil kita wartakan maka semua yang mendengarkan akan merasa sebagai satu keluarga, dan ke mana pun kita pergi akan diperlakukan sebagai saudara karena iman.\u201d<\/p>\n<p>Hubungan darah membuat kita merasa bukan salah satu dari pihak lain, namun karena iman maka yang tak kenal pun akan menjadi saudara. Inilah yang ditegaskan oleh Yesus dalam Injil hari ini: \u201cSebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.&#8221; ( ayat 50 )<\/p>\n<p>Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:<\/p>\n<p>1) Bersyukurlah karena kita disatukan oleh satu iman dalam satu Gereja, dan itulah Gereja Katolik yang mempersatukan kita semua yang berbeda suku, ras dan warna kulit menjadi satu saudara;<\/p>\n<p>2) Persatuan ini menjadi kuat karena diikat oleh satu pribadi yakni Yesus, yang karenanya kita disatukan;<\/p>\n<p>3) Bersyukurlah karena ke mana pun kita pergi dan di mana pun kita berada, nama Katolik menyatukan kita dalam iman, ajaran dan liturgi peribadatan.<\/p>\n<p>Ingatlah bahwa Yesus sendiri memberi contoh ketika Ia memberikan ibu-Nya menjadi ibu kita dalam iman. Maka hendaklah kita menjadi saudara bagi yang lain.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 23 Juli 2024 Matius 12:49-50 (Mat 12:46-50) Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: &#8220;Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-54498","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=54498"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54499,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54498\/revisions\/54499"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=54498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=54498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=54498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}