{"id":5446,"date":"2015-07-26T20:00:05","date_gmt":"2015-07-26T13:00:05","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=5446"},"modified":"2015-07-26T20:00:05","modified_gmt":"2015-07-26T13:00:05","slug":"sabtu-18-juli-2015","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=5446","title":{"rendered":"Sabtu, 18 Juli 2015"},"content":{"rendered":"<p class=\"style138\" align=\"justify\">Mat. 12:14-21<\/p>\n<div><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/?powerpress_pinw=4837-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/div>\n<p class=\"style138\" align=\"justify\"><span class=\"style139\">Santo Frederik dari Utrecht, Uskup dan Martir<\/span><\/p>\n<p class=\"style138\" align=\"justify\">Frederik lahir di Frisia, Nederland. Hari kelahirannya tidak diketahui pasti. Pendidikannya berlangsung di Utrecht hingga ia ditabhiskan menjadi imam. Sebagai imam baru, Frederik ditempatkan di Utrecht dengan tugas untum mempertobatkan orang-orang di kota itu.<br \/>\nKeberhasilan karyanya di Utrecht menghantarkan dia ke atas tahkta keuskupan Utrecht. Ia ditabhiskan menjadi uskup Utrecht pada tahun 825. Sebagai uskup, Frederik berusaha menata keuskupannya dengan sebaik-baiknya dan melayani kepentingan umatnya. Ia juga mengirim banyak misionaris ke wilayah utara untuk mewartakan injil di antara orang-orang kafir yang ada disana.<\/p>\n<p class=\"style138\" align=\"justify\">Usaha-usaha untuk mengkristenkan orang-orang kafir membawanya kepada kematian sebagai martir di Maastricht, Nederland pada tanggal 18 Juli 838. Ada dua alasan dikemukakan sebagai dasar pembunuhan atas diri Frederik. Alasan pertama ialah karena Frederik mencela kebrengsekan hidup moral Yudith, permaisuri kaisar Louis Debonair (814-840). Yudith tidak menerima baik celaan itu dan segera memerintahkan pembunuhan atas Frederik. Alasan lain ialah karena usaha-usaha Frederik untuk mengkristenkan penduduk Walcheren, di wilayah baratdaya Nederland, yang masih kafir dan liar, tidak diterima oleh mereka. Karena itu penduduk Walcheren berusaha mencari kesempatan untuk menghabiskan nyawa Frederik. Menurut tradisi Frederik dibunuh setelah merayakan Kurban Misa di Masstricht, Nederland.<\/p>\n<p class=\"style138\" align=\"justify\"><span class=\"style139\">Santa Simforosa bersama Putra-putranya, Martir<\/span><\/p>\n<p class=\"style138\" align=\"justify\">Pada masa pemerintahan Kaisar Hadrianus (pada abad ke-2) terjadi penganiyaan terhadap orang-orang Kristen. Di antara orang-orang itu terdapat ibu Simforosa bersama putra-putranya: Kresensius, Yulianus, Nemesius, Stakteus dan Eugenius. Ibu Simforosa lebih dahulu ditangkap dan ditenggelamkan di dalam sungai setelah dianiaya secara kejam. Beberapa hari kemudian, ketujuh putranya itupun ditangkap, lalu dianiaya dan dibunuh karena mengakui diri sebagai orang Kristen dan tidak sudi membawa korban kepada dewa-dewi kafir.<\/p>\n<p class=\"style138\" align=\"justify\">\u00a0Sumber<br \/>\nhttp:\/\/imankatolik.or.id\/kalender\/18Jul.html<br \/>\nhttp:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/FJ2015-07-18-RendahHati-Dunia-Kompetisi-RM-RUDI-OMI.mp3<\/p>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_611\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-5446-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/FJ2015-07-18-RendahHati-Dunia-Kompetisi-RM-RUDI-OMI.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/FJ2015-07-18-RendahHati-Dunia-Kompetisi-RM-RUDI-OMI.mp3\">http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/FJ2015-07-18-RendahHati-Dunia-Kompetisi-RM-RUDI-OMI.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/FJ2015-07-18-RendahHati-Dunia-Kompetisi-RM-RUDI-OMI.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=5446-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/FJ2015-07-18-RendahHati-Dunia-Kompetisi-RM-RUDI-OMI.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"FJ2015-07-18-RendahHati-Dunia-Kompetisi-RM-RUDI-OMI.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mat. 12:14-21 Santo Frederik dari Utrecht, Uskup dan Martir Frederik lahir di Frisia, Nederland. Hari kelahirannya tidak diketahui pasti. Pendidikannya berlangsung di Utrecht hingga ia ditabhiskan menjadi imam. Sebagai imam baru, Frederik ditempatkan di&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-5446","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bacaan-harian"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5446"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5477,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5446\/revisions\/5477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}