{"id":54312,"date":"2024-07-21T13:20:33","date_gmt":"2024-07-21T06:20:33","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54312"},"modified":"2024-07-21T13:20:33","modified_gmt":"2024-07-21T06:20:33","slug":"senin-22-juli-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54312","title":{"rendered":"Senin, 22 Juli 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus bersabda kepada Maria Magdalena. \u201cPergilah dan beritahukanlah kepada saudara-saudara-Ku: Aku naik kepada Bapa-Ku dan bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Di samping Bunda Maria, Ibunda Yesus sendiri, Maria Magdalenalah wanita yang paling terkenal di dalam Injil. Dongeng dan kenyataan tentang dia bersimpang siur. Bagaimanapun pada suatu ketika ketika ia terpesona oleh sikap Yesus, sehingga hidupnya berubah sama sekali. Pertobatan itu diungkapkannya dalam kesetiaan di dekat makam. Suara Yesus cukup untuk menghalau kebimbangan dan kesedihan hatinya. Dialah yang diperkenankan mendahului murid-murid lain memandang Yesus yang sudah bangkit dan mewartakan Paska baru kepada teman-temannya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa yang mahamulia,&nbsp;Putera-Mu yang tunggal menyampaikan kabar suka cita Paska yang mulia kepada Maria Magdalena mendahului para murid lainnya.&nbsp;Semoga berkat teladan dan doanya kami mewartakan Kristus yang hidup dan kelak melihat-Nya meraja dalam kemuliaan-Mu.&nbsp;Sebab Dialah Tuhan \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA:&nbsp;<\/strong><strong>Bacaan dari Kidung Agung 3:1-4a<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cImpian mempelai perempuan.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Di dalam kerinduannya, sang mempelai berkata: Pada malam hari, di atas peraduanku, kucari jantung hatiku. Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku ditemui peronda-peronda kota. \u201cApakah kamu melihat jantung hatiku?\u201d Baru saja meninggalkan mereka, kutemukan jantung hatiku. Kupegang dia, dan tak kulepaskan lagi.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><u>ATAU:&nbsp;<\/u><\/strong><strong>Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 5:14-17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cAllah telah mempercayakan pelayanan pendamaian kepada kami.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, kasih Kristus telah menguasai kami. Sebab kami telah mengerti bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan dibangkitkan bagi mereka. Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi barangsiapa ada dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru! Yang lama sudah berlalu, dan sungguh, yang baru sudah datang!<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 63:2.3-4.5-6.8-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref<em>. Jiwaku haus pada-Mu, Tuhan, ingin melihat wajah Allah.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus akan Dikau tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, yang tiada berair.<\/li>\n\n\n\n<li>Demikianlah aku rindu memandang-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Dikau.<\/li>\n\n\n\n<li>Aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, bibirku bersorak sorai, mulutku memuji-muji.<\/li>\n\n\n\n<li>Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S : (Yoh 20:18)&nbsp;&nbsp;<em>Katakanlah Maria, engkau melihat apa? Wajah Yesusku yang hidup, sungguh mulia hingga aku takjub.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL:&nbsp;<\/strong><strong>Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 20:1.11-18<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cIbu mengapakah engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada hari Minggu Paska, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, \u201cIbu, mengapa engkau menangis?\u201d Jawab Maria kepada mereka, \u201cTuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.\u201d Sesudah berkata demikian Maria menoleh ke belakang, dan melihat Yesus berdiri di situ; tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, \u201cIbu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?\u201d Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman. Maka ia berkata kepadanya, \u201cTuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.\u201d Kata Yesus kepadanya, \u201cMaria!\u201d Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, \u201cRabuni!\u201d artinya: Guru. Kata Yesus kepada-Nya, \u201cJanganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa. Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.\u201d Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, \u201cAku telah melihat Tuhan!\u201d dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.<br>Demikianlah Sabda Tuhan.<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jumpa dengan saya Rm. Y.A.M Fridho Mulya SCJ dari Komunitas Santo Pius X Gisting Tanggamus Lampung dalam RESI (Renungan Singkat) SENIN, 22 Juli 2024. Hati Yesus menjiwai Anda sekalian.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Santa Maria Magdalena, Pelayan Yesus<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Perjalanan hidup Maria Magdalena sungguh, memberikan inspirasi bagi kita bagaimana kita harus mencintai Yesus.&nbsp;<strong>Maria Magdalena<\/strong>&nbsp;&nbsp;adalah seorang perempuan&nbsp;Yahudi&nbsp;pengikut&nbsp;Yesus&nbsp;yang ikut serta dalam pewartaan-pewartaan Yesus, dan pada kemudian hari menjadi saksi mata peristiwa&nbsp;penyaliban,&nbsp;penguburan, dan&nbsp;kebangkitan Yesus. Ia terkenal sebagai orang yang kaya, yang dengan kekayaannya menyokong pewartaan\u2013pewartaaan Yesus (Lk 8:2-3)<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus mengusir tujuh roh jahat&nbsp;dari dalam diri&nbsp;(&nbsp;Markus 16). Menurut keempat injil kanonik, dia adalah salah seorang saksi mata peristiwa penyaliban Yesus, dan lebih lanjut juga pada penguburan Yesus berdasarkan tiga&nbsp;injil sinoptik. Keempat injil kanonik menyebutnya, baik secara pribadi maupun bersama sejumlah perempuan lain, sebagai orang yang pertama kali mendapati kubur Yesus&nbsp;sudah kosong, dan juga sebagai orang yang pertama kali bersaksi tentang kebangkitan Yesus seperti diungkap dalam Injil Yohanes,<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Karena hal-hal inilah, banyak Gereja dari berbagai mazhab menghormatinya sebagai \u201crasul para rasul\u201d. Maria Magdalena juga dikenal sebagai murid yang paling dekat dengan Yesus, sekaligus sebagai insan yang paling memahami ajaran-ajaran Yesus<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari renungan singkat tadi, dan dari kisah Injil Yohanes, Maria Magdalenan, saking mencintai Yesus tak hendak berpisah secara fisik dengan Yesus. Itu tidak mungkin, karena Yesus yang ada di hadapan Maria Magdalena adalah Yesus yang sudah bangkit dari kematian, yang mengalahkan maut, yang sudah menyelesaikan karya ke selamatan di dunia, Yesus harus kembali kepada Bapa. Kata Yesus kepadanya: \u201cJanganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus menghendaki Maria Magdalena mencintai-Nya secara rohani, secara spiritual. Seperti kita juga. Ia yang menang atas kematian memberi kakuatan kepada kita untuk mengalahkan kematian, yakni dosa-dosa yang membawa kita kepada kehancuran hidup.&nbsp;Mari menimba kekuatan rohani dari Yesus, dengan mendengarkan Sabdan-Nya dan menerima Tubuh-Nya dalam Ekaristi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Doa Penutup<\/strong>: AKu mau memuji Engkau seumur hidupku ya Tuhan, dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp; &nbsp; Kertas terbuka dipakai bungkus<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp; &nbsp; Kerta terbuka masih berguna<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp; &nbsp; Maria Magdalena mencintai Yesus<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp; &nbsp; Aku juga bisa mencintai-Nya<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Lewat jalan, jalan lurus<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Jalan lurus menuju kota<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Timba inspirasi pada Kristus<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Juru Selamat selamatkan kita<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikian, RESI hari ini, kita mohon Tuhan Yesus memberkati, Roh Kudus menguatkan iman kita, Allah Bapa dengarkan doa kita. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa Maha Pengasih dan penyayang, PuteraMu telah sudi menerima bakti cintakasih, yang ditunjukkan St. Maria Magdalena. Maka terimalah kiranya persembahan umatMu pada hari peringatannya. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Cinta kasih Kristus mendorong kita, agar tidak lagi hidup bagi diri sendiri, melainkan bagi Dia, yang telah wafat dan bangkit untuk kita.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih dan penyayang, Santa Maria Magdalena telah menunjukkan cinta kasih yang besar kepada Kristus, Gurunya. Semoga sakramen keselamatan yang kami sambut melimpahi kami juga dengan cinta kasih yang tahan uji. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Senin-22-Juli-2024-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">Resi-Senin 22 Juli 2024 oleh Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas SCJ Paroki St. Pius X Gisting Lampung \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/07\/21\/senin-22-juli-2024-pesta-santa-maria-magdalena\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/07\/21\/senin-22-juli-2024-pesta-santa-maria-magdalena\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=54312-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>ST. MARIA MAGDALENA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maria Magdalena berasal dari Magdala, dekat Danau Galilea. Sebagian orang mengenalinya sebagai seorang pendosa besar ketika ia pertama kali berjumpa dengan Yesus. Maria Magdalena seorang yang amat cantik dan ia bangga akan kecantikannya itu. Tetapi, setelah berjumpa dengan Yesus, Maria merasakan penyesalan yang mendalam atas hidupnya yang jahat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Suatu ketika Yesus diundang ke rumah seorang farisi bernama Simon untuk suatu perjamuan makan. ketika sedang makan terjadilah peristiwa yang oleh kaum farisi dianggap sangat tidak sopan. Maria Magdalena seorang wanita yang dianggap seorang pendosa datang dan menangis di kaki-Nya. Airmatanya jatuh berderai dikaki sang Guru. Dengan airmatanya itu ia membasuh kaki Yesus, kemudian dengan rambutnya yang panjang serta indah, ia mengeringkannya dan meminyakinya dengan minyak wangi yang mahal harganya. Membasuh kaki dan mengurapinya dengan wewangian adalah cara orang Yahudi saat itu untuk menghormati seorang tamu agung. Simon si tuan rumah pun tidak menghormati Yesus dengan cara seperti itu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Orang-orang merasa heran melihat Yesus membiarkan seorang pendosa seperti Maria menyentuh-Nya. Yesus tahu apa sebabnya. Ia dapat melihat ke dalam hati Maria. Yesus berkata, \u201cDosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih.\u201d&nbsp; Kemudian Yesus berkata dengan lembut kepada Maria. \u201cImanmu telah menyelamatkan kamu. Pergilah dalam damai.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sejak saat itu, maria meninggalkan rumahnya dan bersama para perempuan kudus lainnya, Maria dengan rendah hati melayani Yesus dan para rasul-Nya. Ketika Yesus disalibkan, Maria ada di sana; di bawah kaki salib. Ia tinggal di sana bersama Santa Perawan Maria dan St. Yohanes tanpa takut akan keselamatannya sendiri. Satu-satunya hal yang dipikirkannya ialah bahwa Tuhan-nya sedang amat menderita. Tidaklah heran jika Yesus berkata tentang Maria: \u201cIa telah banyak berbuat kasih.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah tubuh Yesus dibaringkan dalam makam, pagi-pagi benar pada hari Minggu Paskah Maria pergi untuk membubuhi tubuh Yesus dengan rempah-rempah. Ia sangat terkejut mendapati bahwa makam telah kosong. Karena tidak menemukan tubuh-Nya yang kudus, Maria mulai menangis. Tiba-tiba ia melihat seseorang yang disangkanya seorang tukang kebun. Maria bertanya kepadanya apakah ia tahu di mana gerangan tubuh Tuhan-nya yang terkasih diletakkan. Kemudian pria itu berbicara dengan suara yang dikenalnya betul: \u201cMaria!\u201d Dia-lah Yesus, berdiri tepat di hadapannya! Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Dan Ia memilih untuk menyatakan diri-Nya pertama kali kepada Maria.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ada beberapa versi berbeda tentang kehidupan Maria Magdalena setelah kebangkitan Yesus.&nbsp;<strong>Tradisi&nbsp;<\/strong><strong>Gereja Orthodox&nbsp;<\/strong>menyatakan bahwa&nbsp;ia pergi&nbsp;ke Efesus&nbsp;dengan&nbsp;Santa Perawan Maria&nbsp;dan tinggal di sana&nbsp;sepanjang sisa&nbsp;hidupnya.&nbsp;&nbsp;Relik-nya&nbsp;dipindahkan&nbsp;ke Konstantinopel pada&nbsp;tahun 886&nbsp;dan&nbsp;disemayamkan&nbsp;di sana.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tradisi Perancis&nbsp;<\/strong>mengatakan bahwa&nbsp;Maria,&nbsp;Lazarus,&nbsp;dan beberapa&nbsp;sahabat&nbsp;Yesus datang ke&nbsp;Marseilles, Prancis,&nbsp;menginjili&nbsp;dan&nbsp;mengkristenan&nbsp;seluruh wilayah&nbsp;Provence,&nbsp;dan&nbsp;kemudian menyepi&nbsp;dan hidup&nbsp;sebagai&nbsp;pertapa&nbsp;sampai saat kematiannya&nbsp;&nbsp;di La&nbsp;Sainte\u2013Baume.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Arti Nama<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Maria dari Magdala<\/strong>.&nbsp;<strong>\u201cMagdala\u201d<\/strong>&nbsp;adalah&nbsp;nama sebuah desa kecil di&nbsp;dekat&nbsp;Danau Galilea Israel.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Maria&nbsp;<\/strong>&nbsp;= Versi Latin untuk nama Yunani&nbsp;<strong>\u039c\u03b1\u03c1\u03b9\u03b1\u03bc (Mariam)<\/strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>\u039c\u03b1\u03c1\u03b9\u03b1 (Maria).&nbsp;<\/strong>Ejaan Yunani ini adalah terjemahan yang digunakan dalam Kitab Perjanjian Baru untuk nama Ibrani :&nbsp;<strong>\u05de\u05b4\u05e8\u05b0\u05d9\u05b8\u05dd (Miryam)<\/strong>.<br>Dalam Kitab Suci, nama ini pertama kali di temukan pada kitab&nbsp;<strong>Keluaran 15:20<\/strong>&nbsp;(nama saudari Musa dan Harun).<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Arti nama&nbsp;<strong>\u201cMaria\u201d<\/strong>&nbsp;tidak diketahui secara pasti.<br>Ada beberapa teori yang menyebutkan nama ini berarti :&nbsp;<strong>\u201c<\/strong><strong>Pahit, Pedih, Lautan kepedihan<\/strong><strong>, Lautan Kesedihan\u201d<\/strong>, dan&nbsp;&nbsp;<strong>\u201cpemberontakan\u201d<\/strong>.<br>Teori lain menyebutkan nama ini berasal dari kata Mesir Kuno :&nbsp;<strong>\u201cmr\u201d (cinta)<\/strong>&nbsp;atau:&nbsp;&nbsp;<strong>\u201cmry\u201d (kekasih, yang dicintai).<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Variasi Nama<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Magdalena&nbsp;<strong>(German)<\/strong>, Magdalone&nbsp;<strong>(Danish)<\/strong>, Madeleine, Madeline, Magdalen, Magdalena&nbsp;<strong>(English)<\/strong>, Maialen&nbsp;<strong>(Basque)<\/strong>, Magdalena&nbsp;<strong>(Bulgarian)<\/strong>, Magdalena, Magda, Majda, Manda, Mandica&nbsp;<strong>(Croatian)<\/strong>, Magdalena, Magdal\u00e9na, Alena, Lenka, Magda, Mahulena, Malena&nbsp;<strong>(Czech)<\/strong>, Magdalena, Magda&nbsp;<strong>(Dutch)<\/strong>, Magdalena, Matleena, Leena, Malin&nbsp;<strong>(Finnish)<\/strong>, Madeleine, Magali, Madeline, Magalie&nbsp;<strong>(French)<\/strong>, Magdal\u00e9na, Magdolna, Duci&nbsp;<strong>(Hungarian)<\/strong>, Madail\u00e9in&nbsp;<strong>(Irish)<\/strong>, Maddalena, Lena&nbsp;<strong>(Italian)<\/strong>, Magdalena&nbsp;<strong>(Macedonian)<\/strong>, Magdalena, Lena, Magda, Malene, Malin&nbsp;<strong>(Norwegian)<\/strong>, Magdalena, Lena, Magda&nbsp;<strong>(Polish)<\/strong>, Madalena, Magda&nbsp;<strong>(Portuguese)<\/strong>, Magali&nbsp;<strong>(Proven\u00e7al)<\/strong>, M\u0103d\u0103lina, Magdalena, Magda&nbsp;<strong>(Romanian)<\/strong>, Magdal\u00e9na, Alena, Lenka&nbsp;<strong>(Slovak)<\/strong>, Magdalena, Alena, Alenka, Majda&nbsp;<strong>(Slovene)<\/strong>, Magdalena, Malena&nbsp;<strong>(Spanish)<\/strong>, Magdalena, Lena, Lennie, Lenny, Magda, Malena, Malin&nbsp;<strong>(Swedish)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/juli\/maria-magdalena.html\">https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/juli\/maria-magdalena.html<\/a><\/h4>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_7448\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-54312-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Senin-22-Juli-2024-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Senin-22-Juli-2024-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Senin-22-Juli-2024-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Senin-22-Juli-2024-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=54312-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Senin-22-Juli-2024-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Senin-22-Juli-2024-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA: Yesus bersabda kepada Maria Magdalena. \u201cPergilah dan beritahukanlah kepada saudara-saudara-Ku: Aku naik kepada Bapa-Ku dan bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.\u201d PENGANTAR: Di samping Bunda Maria, Ibunda Yesus sendiri, Maria Magdalenalah wanita yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-54312","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=54312"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54312\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54314,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54312\/revisions\/54314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=54312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=54312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=54312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}