{"id":54241,"date":"2024-07-20T21:22:23","date_gmt":"2024-07-20T14:22:23","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54241"},"modified":"2024-07-20T21:22:23","modified_gmt":"2024-07-20T14:22:23","slug":"renungan-menyambut-kedatangan-paus-fransiskus-hari-ke-20","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54241","title":{"rendered":"Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-20"},"content":{"rendered":"<p>[HARI KE-20] RENUNGAN MENYAMBUT KEDATANGAN PAUS FRANSISKUS<\/p>\n<p>HARI KEDUA PULUH<\/p>\n<p>IMAN YANG HIDUP<\/p>\n<p>\u201cKekristenan bukanlah teologi, perintah, gereja yang indah, atau kumpulan karya seni indah, bukan, melainkan adalah umat yang hidup yang mengikuti Yesus.\u201d Ini adalah pernyataan \u201cwow\u201d dari Paus Fransiskus. Banyak di antara kita yang percaya bahwa iman kita didasarkan pada doktrin dan perintah, namun Paus di sini mengatakan bahwa Kekristenan adalah &#8220;umat yang hidup&#8221; yang mengikuti Yesus. Jauh lebih sulit namun bermanfaat untuk mendasarkan kehidupan kita pada pengajaran Injil dibandingkan pada seperangkat doktrin saja. Melalui diri kita dan<br \/>\nkesaksian hidup kita yang setia, pesan Kristus akan hidup dan berkembang dengan baik di dunia kita.<\/p>\n<p>RENUNGAN<br \/>\n\u2022 Seberapa terbuka Anda untuk membagikan kasih Yesus kepada sesama?<br \/>\n\u2022 Dalam hal apa teladan Paus Fransiskus mengerakkan dan mengubah hati Anda?<\/p>\n<p>DOA<br \/>\nYa Tuhan, aku tidak selalu yakin bagaimana cara membagikan cinta-Mu kepada orang lain. Tolong tunjukkan padaku jalannya.<\/p>\n<p>Link renungan dan doa selama bulan Juli (Apa Kata Paus Fransiskus tentang YESUS)<\/p>\n<p>1. Hari ke-1<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52438\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-1<\/a><\/p>\n<p>2. Hari ke-2<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52503\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-2<\/a><\/p>\n<p>3. Hari ke-3<br \/>\nLink :<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52608\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-3<\/a><\/p>\n<p>4. Hari ke-4<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52701\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-4<\/a><\/p>\n<p>5. Hari ke-5<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52805\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-5<\/a><\/p>\n<p>6. Hari ke-6<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52898\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-6<\/a><\/p>\n<p>7. Hari ke-7<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52923\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-7<\/a><\/p>\n<p>8. Hari ke-8<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53077\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-8<\/a><\/p>\n<p>9. Hari ke-9<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53193\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-9<\/a><\/p>\n<p>10. Hari ke-10<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53304\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-10<\/a><\/p>\n<p>11. Hari ke-11<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53404\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-11<\/a><\/p>\n<p>12. Hari ke-12<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53511\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-12<\/a><\/p>\n<p>13. Hari ke-13<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53575\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-13<\/a><\/p>\n<p>14. Hari ke-14<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53650\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-14<\/a><\/p>\n<p>15. Hari ke-15<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53763\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-15<\/a><\/p>\n<p>16. Hari ke-16<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53851\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-16<\/a><\/p>\n<p>17. Hari ke-17<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53946\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-17<\/a><\/p>\n<p>18. Hari ke-18<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54053\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-18<\/a><\/p>\n<p>19. Hari ke-19<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54158\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-19<\/a><\/p>\n<p>20. Hari ke-20<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=54241\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-20<\/a><\/p>\n<p>Sumber Komsos Katedral Jakarta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[HARI KE-20] RENUNGAN MENYAMBUT KEDATANGAN PAUS FRANSISKUS HARI KEDUA PULUH IMAN YANG HIDUP \u201cKekristenan bukanlah teologi, perintah, gereja yang indah, atau kumpulan karya seni indah, bukan, melainkan adalah umat yang hidup yang mengikuti Yesus.\u201d&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-54241","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54241","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=54241"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54241\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54243,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54241\/revisions\/54243"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=54241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=54241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=54241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}