{"id":53871,"date":"2024-07-17T08:36:53","date_gmt":"2024-07-17T01:36:53","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53871"},"modified":"2024-07-17T08:36:53","modified_gmt":"2024-07-17T01:36:53","slug":"rabu-17-juli-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53871","title":{"rendered":"Rabu, 17 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 17 Juli 2024<br \/>\nMatius 11:25 (Mat 11:25-27)<br \/>\nPada waktu itu berkatalah Yesus: \u201cAku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil\u2026\u201d<\/p>\n<p>Kecil Di Hadapan Tuhan<\/p>\n<p>Orang yang merasa diri bijak dan pandai justru sangat sulit terbuka untuk menerima hal yang baru dan yang ajaib. Mereka merasa tidak perlu belajar karena semua hal seakan sudah diketahui. Dalam Injil mereka diwakili oleh orang Farisi dan ahli Taurat yang merasa diri tahu segalanya tentang Mesias, tapi ketika Sang Mesias datang mereka malah tidak mengenalNya.<br \/>\nSebaliknya orang yang merasa diri kecil di hadapan Tuhan, penuh kelemahan dan dosa, ia menyadari bahwa hanya oleh kasih karunia dan rahmat Tuhan, ia ditebus dan diselamatkan. Bukan oleh jasa dan kepandaiannya, tapi oleh belaskasihan Allah yang nampak dalam hikmat salib.<br \/>\nOrang yang merasa kecil di hadapan Tuhan hidupnya penuh dengan syukur dan terimakasih kepada Tuhan. Ia tidak bermegah atas kekuatannya sendiri tapi selalu bermegah dalam Tuhan.<br \/>\nIa selalu heran dan takjub akan kuasa Allah yang ajaib dan melebihi kuasa manapun di dunia ini. Oleh karena itu ia selalu datang pada Tuhan, mendekatkan diri padaNya dan memohon hikmat dari Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi yang kuat kuasa, namun mau mati di atas kayu salib yang hina.<br \/>\nMari kita mengosongkan diri di hadapan Tuhan agar kasih karunia dan hikmat Tuhan memenuhi hidup kita. Olehnya kita selalu terdorong untuk mengucap syukur dan menyembah keagungan Tuhan.<br \/>\nOleh hikmat Tuhan kita bahagia dapat melihat karya-karya Tuhan yang ajaib, mengalami kekuatan Allah dalam kelemahan dan keterbatasan kita.<br \/>\nIngatlah kata Paulus, \u201cSebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.\u201d (1 Kor 1:25)<br \/>\n.\u201dYa Yesus Engkaulah hikmat dan kekuatan kami, padaMu kami percaya dan berserah, bimbinglah kami selalu di jalanMu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Rabu. Tuhan Yesus menerangi kita dengan hilmatNya\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 17 Jul 2024<br \/>\nRabu Pekan Biasa XV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:25<br \/>\nBacaan Injil: Mat 11:25-27<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:25<br \/>\nTerpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi,<br \/>\nsebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 11:25-27<br \/>\nYang kau sembunyikan kepada kaum cerdik pandai,<br \/>\nkau nyatakan kepada orang kecil<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa berkatalah Yesus,<br \/>\n&#8220;Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi!<br \/>\nSebab semuanya itu<br \/>\nKausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai,<br \/>\ntetapi Kaunyatakan kepada orang kecil.<br \/>\nYa Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.<\/p>\n<p>Semua telah diserahkan oleh Bapa-Ku kepada-Ku,<br \/>\ndan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa,<br \/>\ndan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak,<br \/>\nserta orang-orang<br \/>\nyang kepada-Nya Anak berkenan menyatakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA SAUMLAKI BUMI DUAN LOLAT, TANIMBAR<\/p>\n<p>Injil : Mat. 11 : 25 &#8211; 27<\/p>\n<p>KESOMBONGAN MENUTUPI MATAMU UNTUK MELIHAT TUHAN<\/p>\n<p>\u201cSetiap kesombongan yang Anda tonjolkan tidak hanya meremehkan sesama tetapi juga menjadi balok yang menutupi matamu sehingga tak dapat melihat Tuhan dan merasakan kehadiran-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Berbanding terbalik dengan orang sombong maka Tuhan justru berkenan kepada yang kecil, lemah dan miskin yang bergantung seluruhnya kepada-Nya. Maka Ia bersyukur dalam doa-Nya: \u201ckarena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.&#8221;( ayat 25 )<\/p>\n<p>Pelajaran penting bagi kita di pagi ini yakni:<\/p>\n<p>1) Ingatlah bahwa kesombongan memang merendahkan orang lain, tapi sesungguhnya menunjukkan kelemahanmu sebagai manusia karena sikapmu menghancurkan relasi sosial;<\/p>\n<p>2) Kesombongan hanya menjauhkan dirimu dari sesama bahkan dari Tuhan;<\/p>\n<p>3) Tetaplah menjadi rendah hati agar Tuhan betah tinggal di dalam dirimu dan memakaimu secara ajaib dan mengherankan.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 17 Juli 2024 Matius 11:25 (Mat 11:25-27) Pada waktu itu berkatalah Yesus: \u201cAku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-53871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=53871"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53871\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53872,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53871\/revisions\/53872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=53871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=53871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=53871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}