{"id":53544,"date":"2024-07-13T11:27:19","date_gmt":"2024-07-13T04:27:19","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53544"},"modified":"2024-07-13T11:27:19","modified_gmt":"2024-07-13T04:27:19","slug":"sabtu-13-juli-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53544","title":{"rendered":"Sabtu, 13 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 13 Juli 2024<br \/>\nMatius 10:29-31 (Mat 10:24-33)<br \/>\n\u201dBukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.\u201d<\/p>\n<p>Tak Ada Yang Sepele Di Mata Allah<\/p>\n<p>Siapakah di antara kita yang pernah menghitung jumlah rambut di kepalanya? Bukankah hal ini adalah persoalan yang sangat sepele?<br \/>\nOleh sebab itu, bila Yesus mengatakan bahwa \u2018rambut kepalamupun terhitung semuanya,\u2019 Ia ingin kita percaya betapa berharganya kita di mata Allah Bapa. Tak ada yang sepele di mata Allah. Bila Allah begitu peduli dengan burung pipit yang hidupnya begitu singkat, apalagi kita manusia mahkota ciptaan Allah.<br \/>\nJangan sampai ada orang yang merasa dirinya tak berharga, tak berarti, tak punya apa-apa bahkan tak punya siapa-siapa. Dengan semua kekayaan rahmat Allah dan semua potensi yang Tuhan berikan, betapa berarti hidup kita, betapa melimpah kekayaan rahmat Allah dalam diri kita.<br \/>\nJanganlah fokus pada keterbatasan dan kelemahan diri. Tak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Yesus datang dan mengingatkan betapa mulianya kita di mata Allah. Bapa surgawi yang menciptakan kita sesuai citraNya maka kita adalah cerminan kemuliaan Allah. Dia-lah sumber harga diri kita, bukan segala capaian dan prestasi apalagi jasa kita.<br \/>\nDalam Yesus nyatalah betapa Allah sungguh mencintai kita dan mengembalikan harga diri kita yang sesungguhnya. Rasul Paulus berkata bahwa, \u201coleh karena kamu Yesus menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.&#8221; (2 Kor 8:9).<br \/>\nJangan pernah meragukan kasih sayang Allah bagi kita. Pandanglah salib Yesus. Ia tergantung di sana agar kita sadar ada alasan yang mulia mengapa Ia mau mati bagi kita.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan, tetaplah bersyukur dan bahagia.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 13 Jul 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XIV<br \/>\nPF S. Henrikus<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 1Ptr 4:14<br \/>\nBacaan Injil: Mat 10:24-33<br \/>\n***********&#8221;*******************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n1Ptr 4:14<br \/>\nBerbahagialah kalian, kalau dicaci maki demi Yesus Kristus,<br \/>\nsebab Roh Allah ada padamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 10:24-33<br \/>\nJanganlah takut kepada mereka yang membunuh badan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada waktu itu<br \/>\nYesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Seorang murid tidak melebihi gurunya,<br \/>\ndan seorang hamba tidak melebihi tuannya.<br \/>\nCukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya,<br \/>\ndan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya.<br \/>\nJika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.<br \/>\nJadi janganlah kalian takut terhadap mereka yang memusuhimu,<br \/>\nkarena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka,<br \/>\ndan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui.<br \/>\nApa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap,<br \/>\nkatakanlah dalam terang.<br \/>\nDan apa yang dibisikkan ke telingamu,<br \/>\nberitakanlah dari atas atap rumah.<\/p>\n<p>Dan janganlah kalian takut kepada mereka<br \/>\nyang dapat membunuh tubuh<br \/>\ntetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.<br \/>\nTetapi takutilah Dia<br \/>\nyang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh<br \/>\ndi dalam neraka.<br \/>\nBukankah burung pipit dijual seduit dua ekor?<br \/>\nNamun tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu.<br \/>\nDan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung.<br \/>\nSebab itu janganlah kalian takut,<br \/>\nkarena kalian lebih berharga dari pada banyak burung pipit.<\/p>\n<p>Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia,<br \/>\ndia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga.<br \/>\nTetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia,<br \/>\ndia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.&#8221; [Mat 10: 33]<\/p>\n<p>Ada beberapa kemungkinan penyangkalan kita terhadap Yesus. Menurut William Barclay, kita dapat menyangkal Yesus dengan perkataan kita, dengan sikap diam, dan dengan tindakan kita.<\/p>\n<p>Pertama, kita dapat menyangkal Yesus dengan kata-kata kita. Alih-alih berbicara tentang prinsip-prinsip dan nilai-nilai Injil, kita malah berbicara tentang desas-desus jahat dan gosip yang merusak. Alih-alih mengatakan kebenaran saat dibutuhkan, kita malah membuka rahasia yang tidak seharusnya. Alih-alih memberikan kata-kata yang menguatkan dan menginspirasi satu sama lain, kita malah membuat satu sama lain patah semangat dan depresi.<\/p>\n<p>Kedua, kita dapat menyangkal Yesus dengan sikap diam kita. &#8220;Diam tidak selalu berarti emas.\u201d Berbicara terkadang bisa berdampak buruk, tetapi begitu juga dengan diam, dan bahkan lebih buruk lagi. Diam dapat menyebabkan luka yang begitu dalam. Tak ada penyesalan yang begitu pahit selain kata-kata yang tak terucapkan. Berulang kali, kehidupan memberi kita kesempatan untuk berbicara bagi Kristus, untuk menyampaikan protes terhadap kejahatan, untuk mengambil sikap, dan untuk menunjukkan di pihak mana kita berada. Berulang kali dalam kesempatan seperti itu, kita lebih memilih untuk diam daripada berbicara. Namun, sikap diam seperti itu adalah penyangkalan terhadap Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Ketiga, kita dapat menyangkal Yesus dengan tindakan kita. Kita dapat hidup sedemikian rupa sehingga hidup kita merupakan penyangkalan yang terus menerus terhadap iman yang kita ucapkan. Kita yang telah berjanji setia kepada Injil mungkin bersalah atas segala macam ketidakjujuran dan kepalsuan. Kita yang seharusnya mengikut Yesus dalam memikul salib, mungkin saja menjalani hidup yang didominasi oleh keinginan mencari kemudahan dan kenyamanan.<\/p>\n<p>Bagaimana Anda telah menyangkal Yesus dalam kehidupan Anda sehari-hari?<\/p>\n<p>Tuhan, semoga aku dapat selalu memberitakan Engkau Dan Injil-Mu melalui perkataan dan perbuatanku. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berakhir Pekan. Semoga kita selalu setia! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"pyCFdL8Knb\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/menyangkal-yesus\/\">MENYANGKAL YESUS<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;MENYANGKAL YESUS&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/menyangkal-yesus\/embed\/#?secret=GYnKbJwcey#?secret=pyCFdL8Knb\" data-secret=\"pyCFdL8Knb\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 13 Juli 2024 Matius 10:29-31 (Mat 10:24-33) \u201dBukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-53544","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=53544"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53544\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53545,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53544\/revisions\/53545"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=53544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=53544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=53544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}