{"id":53433,"date":"2024-07-12T08:04:05","date_gmt":"2024-07-12T01:04:05","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53433"},"modified":"2024-07-12T08:04:05","modified_gmt":"2024-07-12T01:04:05","slug":"jumat-12-juli-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53433","title":{"rendered":"Jumat, 12 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 12 Juli 2024<br \/>\nMatius 10:16 (Mat 10:16-23)<br \/>\n\u201dLihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.\u201d<\/p>\n<p>Cerdik Dan Tulus<\/p>\n<p>Pada suatu ketika seekor kelinci yang malang tertangkap oleh seekor singa yang kelaparan. Tapi sebelum singa itu melahapnya, si kelinci berkata, \u201ckalau engkau membebaskan aku maka engkau akan mendapatkan mangsa yang lebih besar.\u201d Si singa yang penasaran menerima usulan itu dan berkata, \u201cbagaimana caranya?\u201d<br \/>\nKelinci meminta singa untuk bersembunyi dalam gua persembunyian dan iapun berjaga di luar. Datanglah seekor serigala hendak menangkap si kelinci. Tapi dengan berani ia menantangnya. \u201cBeraninya sama yang kecil. Ayo kalau berani kita berkelahi dalam gua.\u201d<br \/>\nSerigala menerima tantangan itu dan masuk ke dalam gua. Ia-pun dengan mudahnya menjadi mangsa singa yang telah menunggu dalam gua. Maka selamatlah si kelinci.<br \/>\nYesus meminta kita untuk cerdik menggunakan akal budi serentak juga tulus hati agar bijaksana menjalani hidup. Tugas perutusan kita di dunia ini sungguh beresiko dan mengancam nyawa. Tidak sedikit misionaris yang mati sebagai martir, dianiaya dan disiksa, ditolak dan diusir. Sejak jaman para rasul, pengalaman ini sudah menjadi bagian dari perjalanan misi Gereja.<br \/>\nNamun semua ancaman ini tidak harus membuat kita gentar dan menyerah, tapi bukan berarti kita lengah dan mati konyol. Karena itu Yesus memberi nasehat yang sangat bijaksana: \u201chendaknya kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.\u201d<br \/>\nKita harus menggunakan semua akal budi yang Tuhan anugerahkan, terus mengembangkan semua potensi dan kemampuan yang ada untuk mengerjakan keselamatan kita dan memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan.<br \/>\nDi satu pihak cerdik mengambil langkah, pintar bekerjasama, pandai dan paham membaca situasi, tahu memilih waktu yang tepat, strategis dalam bertindak. Di pihak lain hati tetap tulus murni, bukan hanya mencari kepentingan diri. Kita menjalankan karya pewartaan dan tugas perutusan kita didorong oleh cinta yang murni demi kebaikan orang lain, untuk keselamatan jiwa-jiwa, didorong oleh semangat hati untuk membalas cinta Tuhan.<br \/>\nMari tetap semangat mewartakan kasih Tuhan, agar dunia tahu betapa baiknya Tuhan, yang telah rela berkorban dan memberikan seluruh hidupNya bagi kita.<br \/>\nTetaplah tekun berdoa agar hati tetap tulus murni, dijauhkan dari kepentingan diri dan mencari pujian semu. Mari terus belajar mengembangkan diri dan semua talenta yang Tuhan beri, memberdayakan karunia iman-harap-kasih untuk melayani dengan tulus hati. Yesus Tuhan kita, menyertai kita.<\/p>\n<p>Tetaplah semangat, pantang menyerah, berani melangkah dalam Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 12 Jul 2024<br \/>\nJumat Pekan Biasa XIV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 16:13a;14:26b<br \/>\nBacaan Injil: Mat 10:16-23<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 16:13a;14:26b<br \/>\nRoh kebenaran akan datang<br \/>\ndan mengajar kalian segala kebenaran.<br \/>\nIa akan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 10:16-23<br \/>\nBukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu.<\/p>\n<p>*_Inilah Injil Suci menurut Matius: _*<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\nYesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba<br \/>\nke tengah-tengah serigala!<br \/>\nSebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular,<br \/>\ndan tulus seperti merpati.<\/p>\n<p>Tetapi waspadalah terhadap semua orang.<br \/>\nSebab ada yang akan menyerahkan kalian kepada majelis agama,<br \/>\ndan mereka akan menyesah kalian di rumah ibadatnya.<br \/>\nKarena Aku<br \/>\nkalian akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja<br \/>\nsebagai suatu kesaksian bagi mereka<br \/>\ndan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.<br \/>\nApabila mereka menyerahkan kalian,<br \/>\njanganlah kalian kuatir<br \/>\nakan bagaimana dan akan apa yang harus kalian katakan,<br \/>\nkarena semuanya itu akan dikurniakan kepadamu pada saat itu juga.<br \/>\nKarena bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu.<br \/>\nDialah yang akan berbicara dalam dirimu.<\/p>\n<p>Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh;<br \/>\ndemikian pula seorang ayah terhadap anaknya.<br \/>\nAnak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya<br \/>\ndan akan membunuh mereka.<br \/>\nDan kalian akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.<br \/>\nTetapi barangsiapa bertahan sampai pada kesudahannya, akan selamat.<\/p>\n<p>Apabila mereka menganiaya kalian di suatu kota,<br \/>\nlarilah ke kota yang lain.<br \/>\nAku berkata kepadamu,<br \/>\nSungguh, sebelum kalian selesai mengunjungi kota-kota Israel,<br \/>\nAnak Manusia sudah datang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>_\u201cLihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala\u2026.\u201d (Mat 10: 16a).-<\/p>\n<p>Kemarin kita baca dan dengar pengutusan para rasul. Para rasul pasti bersemangat dan termotivasi karena Yesus memberi mereka kuasa untuk \u201cMenyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta, dan mengusir setan.\u201d Misi mereka adalah misi yang luar biasa! Tetapi yang dikatakan oleh Yesus selanjutnya adalah hal yang mereka dan kita tidak ingin dengar: \u201cLihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala.\u201d<\/p>\n<p>Barangkali kita berpikir, \u201cTidak ada gembala yang dengan sengaja mengirim domba-dombanya ke tengah kawanan serigala yang ganas!\u201d Entah berapa banyak domba yang ada tak akan mampu melawan serigala. Tapi di sini domba diutus di antara serigala, seolah-olah domba-domba yang akan menyerang dan bertekad untuk mengalahkan musuh yang mengerikan. Tentu saja Yesus tidak akan mengutus domba menjadi mangsa serigala. Yesus hendak menggambarkan suatu realitas yang tidak dapat dihindari. Satu-satunya cara untuk menyebarkan Kabar Baik adalah dengan pergi ke wilayah serigala. Akan tiba saatnya para murid Kristus mengalami kontradiksi, pertentangan, atau bahkan pengejaran dan penganiayaan.<\/p>\n<p>Ketika berbicara tentang orang-orang Kristen yang dianiaya di seluruh dunia, Paus Fransiskus berkata, &#8220;Gereja menderita, di berbagai tempat, penganiayaan yang kejam, hingga pengorbanan terakhir sebagai martir, untuk memberikan kesaksian tentang terang dan kebenaran. Saya akan mengatakan sesuatu kepada Anda: para martir hari ini lebih banyak dibandingkan dengan yang terjadi pada abad-abad pertama &#8230; ada kekejaman yang sama hari ini, dan pada tingkat yang lebih besar, terhadap orang-orang Kristen.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Saya ingin mengatakan kepada mereka masing-masing: jika Anda memikul salib dengan cinta, Anda telah masuk ke dalam misteri Kristus, Anda berada di dalam hati Kristus dan Gereja.&#8221; Marilah kita ingat mereka yang menderita penganiayaan karena iman mereka melalui doa kita.<\/p>\n<p>Siapkah kita untuk menghadapi pertentangan, penolakan, pengejaran dan penganiayaan karena Kristus? Maukah menjadi martir dalam keseharian kita?<\/p>\n<p>Kuatkanlah aku, Tuhan, setiap kali aku menghadapi penganiayaan dalam mengikut Engkau. Tolonglah aku untuk tidak menyerah saat aku memenuhi misi-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Selamat bermisi. Selamat bersaksi. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"4exjsNOlVi\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/tak-tergoyahkan-dalam-penindasan\/\">TAK TERGOYAHKAN DALAM PENINDASAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;TAK TERGOYAHKAN DALAM PENINDASAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/tak-tergoyahkan-dalam-penindasan\/embed\/#?secret=njXqNP6C9H#?secret=4exjsNOlVi\" data-secret=\"4exjsNOlVi\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 12 Juli 2024 Matius 10:16 (Mat 10:16-23) \u201dLihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.\u201d Cerdik Dan Tulus Pada&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-53433","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53433","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=53433"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53433\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53434,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53433\/revisions\/53434"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=53433"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=53433"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=53433"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}