{"id":53404,"date":"2024-07-11T19:36:31","date_gmt":"2024-07-11T12:36:31","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53404"},"modified":"2024-07-11T19:36:31","modified_gmt":"2024-07-11T12:36:31","slug":"renungan-menyambut-kedatangan-paus-fransiskus-hari-ke-11","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53404","title":{"rendered":"Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-11"},"content":{"rendered":"<p>[HARI KE-11] RENUNGAN MENYAMBUT KEDATANGAN PAUS FRANSISKUS<\/p>\n<p>HARI KESEBELAS<\/p>\n<p>ANUGERAH PENGAMPUNAN<\/p>\n<p>\u201cYesus tidak pernah lelah untuk mengampuni. Kitalah yang lelah meminta pengampunan.\u201d<\/p>\n<p>Yesus menceritakan kisah anak yang hilang (Lukas 15:11-32) untuk mengungkapkan betapa dalamnya kasih dan pengampunan Allah. Banyak di antara kita yang berasumsi bahwa kita tidak layak menerima pengampunan seperti itu, atau kita terjebak dalam kesibukan dan terlalu &#8220;lelah&#8221; untuk terbuka pada misteri kasih Tuhan. Yesus tidak pernah lelah untuk<br \/>\nmengampuni &#8211; dalam sakramen rekonsiliasi, dalam Misa, dan dalam doa kita sehari-hari.<\/p>\n<p>Paus Fransiskus meminta kita untuk menaruh perhatikan kepada rahmat pengampunan mutlak dari Tuhan.<\/p>\n<p>RENUNGAN<br \/>\n\u2022 Apakah Anda pernah merasa &#8220;lelah&#8221; (takut, malu, malas) untuk mohon pengampunan dari-Nya?<br \/>\n\u2022 Dapatkah Anda meluangkan waktu hari ini untuk merenungkan kisah anak yang hilang?<\/p>\n<p>DOA<br \/>\nYesus, Engkau menawarkan kepadaku hadiah pengampunan. Semoga aku mempunyai keberanian untuk menerimanya dan menyebarkannya kepada<br \/>\norang lain.<\/p>\n<p>=======<\/p>\n<p>Link renungan dan doa selama bulan Juli (Apa Kata Paus Fransiskus tentang YESUS)<\/p>\n<p>1. Hari ke-1<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52438\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-1<\/a><\/p>\n<p>2. Hari ke-2<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52503\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-2<\/a><\/p>\n<p>3. Hari ke-3<br \/>\nLink :<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52608\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-3<\/a><\/p>\n<p>4. Hari ke-4<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52701\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-4<\/a><\/p>\n<p>5. Hari ke-5<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52805\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-5<\/a><\/p>\n<p>6. Hari ke-6<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52898\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-6<\/a><\/p>\n<p>7. Hari ke-7<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52923\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-7<\/a><\/p>\n<p>8. Hari ke-8<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53077\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-8<\/a><\/p>\n<p>9. Hari ke-9<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53193\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-9<\/a><\/p>\n<p>10. Hari ke-10<br \/>\nLink :\u00a0<a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53304\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-10<\/a><\/p>\n<p>11. Hari ke-11<br \/>\nLink : <a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=53404\">Renungan Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus Hari ke-11<\/a><\/p>\n<p>Sumber Komsos Katedral Jakarta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[HARI KE-11] RENUNGAN MENYAMBUT KEDATANGAN PAUS FRANSISKUS HARI KESEBELAS ANUGERAH PENGAMPUNAN \u201cYesus tidak pernah lelah untuk mengampuni. Kitalah yang lelah meminta pengampunan.\u201d Yesus menceritakan kisah anak yang hilang (Lukas 15:11-32) untuk mengungkapkan betapa dalamnya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-53404","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53404","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=53404"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53404\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53406,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53404\/revisions\/53406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=53404"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=53404"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=53404"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}