{"id":52903,"date":"2024-07-07T08:10:51","date_gmt":"2024-07-07T01:10:51","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52903"},"modified":"2024-07-07T08:10:51","modified_gmt":"2024-07-07T01:10:51","slug":"minggu-07-juli-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52903","title":{"rendered":"Minggu, 07 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 07 Juli 2024<br \/>\nMarkus 6:2-3 (Mrk 6:1-6)<br \/>\nPada hari Sabat Yesus mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: &#8220;Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?&#8221; Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.<\/p>\n<p>Belajar Menghargai<\/p>\n<p>Yesus telah berkarya di berbagai tempat dan disambut dengan luar biasa karena begitu banyak mujizat yang telah dilakukanNya.<br \/>\nBetapa pedih hatiNya ketika pulang ke kampung halamanNya, semua hikmat oleh sabdaNya yang menakjubkan, dimentahkan oleh orang sekampungNya bahkan sanak keluargaNya.<br \/>\nMereka tidak bisa menerima bahwa Yesus yang datang dari keluarga sederhana yang mereka kenal, dapat melakukan karya yang hebat dan luar biasa.<br \/>\nMuncul prasangka buruk bahwa mungkin Yesus telah mempelajari ilmu sihir. Antara lain ketika Ia mengusir setan. Orang mengatakan bahwa Ia menggunakan kuasa dari Penguasa Setan (Mrk 3:22).<br \/>\nKita juga pasti sedih ketika apa yang baik yang kita lakukan tidak dihargai, apalagi oleh orang-orang yang dekat dengan kita. Misalnya anak tidak mampu menghargai orangtuanya karena mereka miskin dan sederhana, berpendidikan rendah. Orangtua tidak mampu menghargai anaknya karena merasa diri jauh lebih tahu dari anaknya. Suami tak menghargai istrinya karena hanya mengurusi anak dan tidak punya penghasilan. Istri tidak menghargai suaminya karena tahu kelemahannya.<br \/>\nDitolak atau tak dihargai oleh orang yang tidak dikenal tak sepedih bila ditolak oleh orang yang begitu dekat relasinya dengan kita. Namun apapun yang terjadi, ingatlah mereka adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Mengampuni dan berdamai kembali sungguh menyembuhkan luka hati.<br \/>\nYesus Tuhan kita, sekalipun ditolak, tidak dihargai, bahkan dianiaya dan disalibkan oleh bangsaNya sendiri, dengan penuh kasih tak henti mengampuni. Di atas kayu salib Yesus berdoa, \u201cBapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.\u201d (Luk 23:34).<br \/>\nTeruslah mencintai seperti Yesus tetap mencintai kita apa adanya. Bila merasa ditolak, ingatlah Bapa di surga tak pernah menolak kita. Ia selalu berkata, \u201cEngkau adalah anak yang Kukasihi.\u201d (Mrk 9:7)<br \/>\nDi pihak lain bagi yang tertutup hatinya melihat kebaikan orang lain, mari membuka pintu hati, berpikir positip dan penuh cinta, dan dengan rendah hati memberikan apresiasi, agar dapat membesarkan hati orang-orang yang Tuhan hadirkan di hidup kita.<br \/>\nMerendahkan mereka sama dengan merendahkan Tuhan Sang Pencipta. Memuji mereka sekalipun punya kelemahan sama dengan memuji kebesaran Tuhan. Pesan Tuhan melalui Paulus, \u201cSebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.&#8221; (2 Kor 12:9).<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Segala pujian dan hormat bagi Allah yang mencintai kita apa adanya.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 07 Jul 2024<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XIV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 4:18<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 6:1-6<br \/>\n**********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 4:18<br \/>\nRoh Tuhan ada pada-Ku,<br \/>\ndan Aku diutus-Nya menyampaikan kabar baik<br \/>\nkepada orang-orang miskin.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 6:1-6<br \/>\nSeorang nabi dihormati di mana-mana<br \/>\nkecuali di tempat asalnya sendiri.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus tiba kembali di tempat asal-Nya,<br \/>\nsedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.<br \/>\nPada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat,<br \/>\ndan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia.<br \/>\nMereka berkata, &#8220;Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?<br \/>\nHikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya?<br \/>\nDan mujizat-mujizat yang demikian<br \/>\nbagaimana dapat diadakan oleh tangan-Nya?<br \/>\nBukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?<br \/>\nBukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon?<br \/>\nDan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?&#8221;<\/p>\n<p>Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.<br \/>\nMaka Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Seorang nabi dihormati di mana-mana,<br \/>\nkecuali di tempat asalnya sendiri,<br \/>\ndi antara kaum keluarganya dan di rumahnya.&#8221;<br \/>\nMaka Yesus tidak mengadakan satu mujizat pun di sana,<br \/>\nkecuali menyembuhkan beberapa orang sakit<br \/>\ndengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.<br \/>\nYesus merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.<br \/>\nLalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>TETAPLAH TEKUN BERBUAT &#8220;BESAR&#8221;, BERBUAT BAIK DAN BENAR, MESKI DITOLAK\/TIDAK DIHARGAI<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<br \/>\nMrk. 6:1 &#8211; 6: Yesus ditolak di Nazaret<\/p>\n<p>Begitu banyak orang (sy,anda) yg jadi &#8220;korban&#8221; semata-mata karena prasangka atau pikiran negatip atau iri hati\/benci dari orang lain. Hanya mau melihat sisi negatip dan gelap dari pencerahan, perbuatan &#8220;besar&#8221;, baik dan benar orang lain. Yesus dalam Injil hari ini menjadi &#8220;korban&#8221; prasangka atau pikiran negatip\/buruk, iri hati orang lain, bahkan dari keluarga dekatNya. Orang Nazareth, org sekampungNya, tidak menerima &#8220;perbuatan besar yg telah dikerjakanNya&#8221;, karena mereka tahu latarbelalang hidup dan keluargaNya. Mereka menolak karena melihat Yesus sbg orang biasa2 saja, bukan keturunan raja, bukan keturunan rabbi yg terkenal; keluarga dan sanak saudaraNya mereka kenal baik, anak tukang kayu, sederhana, biasa2 saja. Mereka heran mengapa Dia bisa berkotbah baik, bisa berbuat baik dan besar dan membuat mukjizat2. Merekapun menolaknya. &#8220;Yesus mengajar di situ (tempat asalNya) di rumah2 ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata:&#8217;Dari manakah diperolehNya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mukjizat2 itu? Bukanlah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria&#8230; Bukankah saudara2Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperolehNya semuanya itu? &#8216;Lalu mereka KECEWA dan MENOLAK DIA&#8221; (Mrk. 6:2-3).<\/p>\n<p>Prasangka negatip mereka, pikiran buruk dan negatip mereka menghalangi mereka utk melihat &#8220;perbuatan baik dan besar yg telah dikerjakanNya&#8221;; menghalangi mereka utk melihat sisi positip dan sisi terang dari apa yg telah dikerjakanNya. Selalu mencari celah utk menonjolkan sisi negatip dan gelapNya Yesus. Mereka hanya memperhatikan &#8220;siapa&#8221; yg berbicara dan bagaimana Dia berbicara, bukan &#8220;apa&#8221; yg dibicarakan\/dibuatNya. &#8220;Seorang nabi dihormati di mana2, kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluargaNya dan di rumahnya. Ia menjadi heran atas ketidakpercayaan mereka&#8221;, kata Yesus kp mereka dg kesal (Mrk. 6:4.6a).<\/p>\n<p>Sikap MENOLAK atau DITOLAK sering ada dan terjadi juga pada saya, anda. Terutama MENOLAK Tuhan dan seluruh karya besarNya. Juga menolak orang lain dan ditolak orang lain karena prasangka negatp\/berburuk sangka. Ada perasaan suka dan tidak suka pada &#8220;orangnya&#8221;, dan bukan pada &#8220;apa yg dibuat atau dikatakannya&#8221;.<\/p>\n<p>Saya, anda diajak utk berusaha melihat sisi positip dan terang dari apa yg &#8220;mungkin dilihat dan dirasakan negatip dan gelap&#8221; dalam hidup ini. Berpikirlah positip dan lihatlah sisi positip\/terang dari peristiwa hidup saya, anda sendiri dan orang lain.<br \/>\nTetaplah tekun berbuat baik dan benar (&#8220;mukjizat, berbuat besar&#8221;) bagi Tuhan, orang lain dan diri sendiri, meski ditolak dan tidak disukai\/tidak dihargai orang lain.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang selalu berbuat besar, tekun berbuat baik dan benar dan yang selalu berpikir positip dan melihat sisi terang dari perbuatan baik Tuhan dan orang\u00a0lain.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 07 Juli 2024 Markus 6:2-3 (Mrk 6:1-6) Pada hari Sabat Yesus mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: &#8220;Dari mana diperoleh-Nya semuanya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-52903","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=52903"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52903\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52904,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52903\/revisions\/52904"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=52903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=52903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=52903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}