{"id":52745,"date":"2024-07-05T14:40:40","date_gmt":"2024-07-05T07:40:40","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52745"},"modified":"2024-07-05T14:40:41","modified_gmt":"2024-07-05T07:40:41","slug":"sabtu-06-juli-2024-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52745","title":{"rendered":"Sabtu, 06 Juli 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Maz. 85:11-12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kasih dan kesetiaan akan bertemu,&nbsp;Keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan.&nbsp;Kesetiaan akan tumbuh dari bumi&nbsp;Dan keadilan akan merunduk dari langit.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nubuat Amos terlaksana dengan kedatangan Yesus. Terjadilah masa pesta perkawinan dengan baju-baju baru dan anggur yang melimpah. Selama pengantin masih berada di tengah-tengah mereka, para murid tak usah berpuasa.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA&nbsp;PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa Raja damai,&nbsp;Kami mohon semoga kami Kauberkati dan Kausinari&nbsp;dengan sabda-Mu.&nbsp;Semoga kami melalui Roh Kudus Kaucipta baru&nbsp;Menjadi orang yang suka membangun kedamaian.&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Amos 9:11-15<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cAku akan memulihkan kembali umat-Ku dan Aku akan menanam mereka di tanah mereka.\u201d&nbsp;<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan bersabda, \u201cPada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh. Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya. Aku akan membangunnya kembali seperti pada zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,\u201d demikianlah sabda Tuhan yang melakukan hal ini. \u201cSungguh, waktunya akan datang.\u201d Demikianlah sabda Tuhan, \u201cbahwa pembajak dan penuai akan susul menyusul, demikian juga pengirik buah anggur dan penabur benih. Gunung-gunung akan mengalirkan anggur baru, dan segala bukit akan kebanjiran. Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel; mereka akan membangun kota-kota yang lengang dan mendiaminya. Mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya. Mereka akan membuat kebun buah-buahan dan makan buahnya. Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,\u201d sabda Tuhan Allahmu.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 85:9.11-14<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya mereka jangan kembali kepada kebodohan?<\/li>\n\n\n\n<li>Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.<\/li>\n\n\n\n<li>Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya dan damai akan menyusul di belakang-Nya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Alleluya, alleluya, alleluya<em><br><\/em><em>S :&nbsp;<\/em>Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:14-17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cDapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan bertanya, \u201cKami dan orang Farisi berpuasa, tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?\u201d Jawab Yesus kepada mereka, \u201cDapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru, dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-duanya.\u201d<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi yang terkasih, kita jumpa lagi dalam Renungan Singkat Dehonian hari ini: Sabtu, 06 Juli 2024, Hari Biasa dalam Pekan Biasa XIII. Bersama saya Romo Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung-Bandar Lampung mendengar dan merenungkan Sabda Tuhan, yakni Firman Tuhan yang tersurat dalam Injil Mat 9:14-17.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam warta Injil hari ini dikisahkan bahwa para murid Yohanes dan orang Farisi, merasa bahwa mereka telah melakukan kewajiban puasa dengan baik. Melihat bahwa murid Yesus tidak melakukan puasa, maka mereka menegur murid Yesus dengan berkata, \u201cKami dan orang Farisi sudah berpuasa tetapi mengapa murid-Mu tidak?\u201d Murid-murid Yohanes tidak bisa menerima bahwa mereka telah melakukan kewajiban puasa, sementara murid Yesus tidak.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam peristiwa ini, Yesus mau menjelaskan dua hal,&nbsp;<strong>pertama<\/strong>&nbsp;bahwa para murid-Nya tidak perlu berpuasa selagi ada bersama Dia.&nbsp;<strong>Kedua<\/strong>, bahwa tujuan orang berpuasa ialah agar mereka dapat mendekatkan diri, bersatu dengan Yesus. Jika seseorang sudah bersatu dengan Yesus maka dia tidak perlu lagi berpuasa. Tetapi akan tiba waktunya bahwa \u201cmempelai\u201d akan diambil dari padamu, maka pada waktu itulah kamu harus berpuasa.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pesan yang mau disampaikan oleh Yesus melalui warta ini sebenarnya cukup jelas, di mana puasa yang kita lakukan hendaknya dijalankan dengan tulus, bukan karena paksaan \u2018aturan\u2019. Lalu, jika kita melihat orang lain tidak puasa, hendaknya kita mengajak mereka tetapi bukan memaksa. Akhirnya, apa pun yang kita lakukan hendaknya kita sadari untuk menjadikan hidup kita lebih suci, dekat dengan Tuhan, dan kelak beroleh hidup bahagia bersama Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kita menyadari bahwa salah satu cara bertobat adalah dengan berpuasa. Orang Yahudi berpuasa dua kali seminggu, yakni Senin dan Kamis. Semasa Yesus hidup, murid-Nya tidak berpuasa, karena Yesus, Sang Pengantin, sedang berada bersama mereka. Istilahnya, mereka sedang gembira dalam \u201cpesta kawin\u201d. Namun, sesudah Yesus wafat dan bangkit, para murid berpuasa.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam berpuasa, bukan penampilan luar yang penting, tapi pertobatan batinnya. Karena itu, bukan hanya hari, jam atau jumlah makanan yang penting dalam berpuasa, tetapi mutunya. Yang utama bukan kuantitas, tetapi kualitas.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Coba kita fikirkan bersama, sebelum komuni, Gereja tidak lagi mewajibkan kita berpuasa setelah jam 12 malam, tetapi wajib berpuasa 1 jam sebelumnya. Tujuannya, agar kita lapar dan haus akan Yesus Kristus, kita rindu bertemu dengan-Nya. Tanpa persiapan batin, kiranya pertemuan kita dengan Yesus terasa hambar. Nah, apakah kita sudah melakukan hal itu?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mungkin selama ini kita kurang menyadari makna puasa bagi kita atau sudah tidak ada lagi tradisi berpuasa sama sekali. Dengan warta Injil hari ini hati kita digerakkan untuk meluruskan kembali pemahaman kita yang keliru dan coba mulai menghayati puasa dengan tekun dan benar. Sehingga kita sungguh hidup baru kembali sesuai dengan keinginan Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan Yesus tidak memberikan kita anggur baruNya untuk dituangkan ke dalam \u201ckantong kulit yang tua\u201d kehidupan kita. Ia datang ke bumi dan bertindak dalam hidup kita hari ini untuk mengubah kita, untuk menuangkan anggur baru ke dalam \u201ckantong kulit yang baru\u201d agar kita memulai kehidupan baru.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ya Tuhan Allah, berilah aku senantiasa kesadaran akan pentingnya puasa dalam hidupku. Semoga dengan puasa itu, aku benar-benar menyadari akan kerinduanku untuk hidup dekat dengan-Mu, sehingga kekudusan-Mu mengalir ke dalam hidupku. Terpujilah nama-Mu, kini dan sepanjang segala masa. Amin.&nbsp;Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha pengasih,&nbsp;Semoga berkat roti anggur ini&nbsp;Kami Kauperkenankan mengikuti Roh Putra-Mu,&nbsp;yang telah hadir di tengah-tengah kami&nbsp;melalui lambang-lambang ini.&nbsp;Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Matius 9:17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Anggur yang baru, disimpan dalam kirbat yang baru,&nbsp;Dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa sumber pembaharuan hidup,&nbsp;Kami telah menerima sabda penuh kesanggupan,&nbsp;Melalui Yesus, saudara kami se-Bapa.&nbsp;Kami mohon, semoga semuanya itu segera terlaksana,&nbsp;Karena Engkau sendirilah yang telah memulai&nbsp;Dalam diri Yesus Putra-Mu itu.&nbsp;Dan semoga karenaya dunia menjadi subur&nbsp;Dan umat-Mu semakin patuh setia.&nbsp;Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Sabtu-06-Juli-2024-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\">Resi-Sabtu 06 Juli 2024 oleh Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Bandar Lampung Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/07\/04\/sabtu-06-juli-2024-hari-biasa-pekan-xiii\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/07\/04\/sabtu-06-juli-2024-hari-biasa-pekan-xiii\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=52745-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6889\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-52745-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Sabtu-06-Juli-2024-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Sabtu-06-Juli-2024-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Sabtu-06-Juli-2024-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Sabtu-06-Juli-2024-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=52745-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Sabtu-06-Juli-2024-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Sabtu-06-Juli-2024-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Maz. 85:11-12 Kasih dan kesetiaan akan bertemu,&nbsp;Keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan.&nbsp;Kesetiaan akan tumbuh dari bumi&nbsp;Dan keadilan akan merunduk dari langit. PENGANTAR:&nbsp; Nubuat Amos terlaksana dengan kedatangan Yesus. Terjadilah masa pesta&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-52745","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=52745"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52745\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52747,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52745\/revisions\/52747"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=52745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=52745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=52745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}