{"id":52673,"date":"2024-07-04T17:49:10","date_gmt":"2024-07-04T10:49:10","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52673"},"modified":"2024-07-04T17:49:12","modified_gmt":"2024-07-04T10:49:12","slug":"jumat-05-juli-2024-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52673","title":{"rendered":"Jumat, 05 Juli 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 119:2.10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut sabda Tuhan. Dengan segenap hati aku mencari Engkau, jangan biarkan daku menyimpang dari perintah-Mu.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bila orang tersisih karena nafsu akan harta benda, bila orang dianggap sebagai sekrup-sekrup mesin, bila orang tidak diperhitungkan lagi, maka tidak hanya ada yang salah dalam hidup kemasyarakatan, tetapi hidup keagamaan pun disingkirkan. Ketulian kita dalam hal ini menyebabkan Amos berteriak keras keras. Sedangkan Yesus yang setia akan perutusan-Nya sebagai nabi menemui kaum papa miskin dan orang-orang berdosa dan sampah masyarakat.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, kami mohon dipenuhi oleh sabda-Mu, dan semoga segala karya kami memberi kesaksian atas pemeliharaan-Mu terhadap setiap orang. Demi Yesus Kristus\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Amos 8:4-6.9-12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cAku akan mengirimkan kelaparan, bukan kelaparan akan makanan, melainkan kelaparan akan sabda Tuhan.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengarkanlah ini, kalian yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini; kalian yang berpikir, \u201cKapan pesta bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum? Kapan hari Sabat berlalu, supaya kita boleh berdagang terigu? Kita akan memperkecil takaran, menaikkan harga dan menipu dengan neraca palsu. Kita akan membeli orang papa dengan uang dan membeli orang miskin karena sepasang kasut. Kita akan menjual terigu tua.\u201d \u201cPada hari itu akan terjadi,\u201d demikianlah sabda Tuhan Allah, \u201cAku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Kalian akan berkabung seperti atas kematian anak tunggal sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih.\u201d \u201cSesungguhnya, waktu akan datang,\u201d demikianlah sabda Tuhan Allah, \u201cAku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan kelaparan akan mendengar sabda Tuhan. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari sabda Tuhan. Tetapi tidak akan menemukannya.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur&nbsp;119:2.10.20.30.40.131<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Ref. Manusia hidup bukan hanya dari roti tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut sabda Tuhan.<\/li>\n\n\n\n<li>Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.<\/li>\n\n\n\n<li>Hancurlah jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu<\/li>\n\n\n\n<li>Aku telah memilih jalan kebenaran, dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.<\/li>\n\n\n\n<li>Sesungguhnya aku rindu akan titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!<\/li>\n\n\n\n<li>Mulutku kungangakan dan mengap-mengap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>S : (bdk. Mat 11:28)&nbsp;<\/strong><strong><em>Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih dan berbeban berat, maka Aku akan membuat kalian lega.<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:9-13<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cBukan orang sehat yang memerlukan dokter; Aku menginginkan kasih sayang, bukan persembahan.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, \u201cIkutlah Aku!\u201d Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus, \u201cMengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?\u201d Yesus mendengarnya dan berkata, \u201cBukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah Sabda Tuhan<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudari-saudara yang dicintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Jumat Pertama, 05 Juli 2024, Pekan Biasa ke tigabelas, bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati anda semua. Amin.&nbsp;Tema Resi kita kali ini adalah:&nbsp;<strong>\u201c<\/strong>\u201cBelas Kasihan dan Panggilan untuk Mengikuti Yesus\u201d.&nbsp;Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus.&nbsp;Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Bacaan Injil hari ini mengisahkan panggilan Matius, seorang pemungut cukai. Perikop ini mengajarkan tentang belas kasihan dan kemurahan hati Allah yang melampaui batas-batas sosial dan moral manusia. Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita tentang pentingnya belas kasihan, kerendahan hati, dan panggilan untuk mengikuti-Nya tanpa syarat. Lalu apa yang bisa kita pelajari dan praktikkan dalam hidup beriman kita? Saya menawarkan 3 hal saja.<\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Undangan untuk melihat kebaikan dalam diri sesama:\u00a0<\/strong>Matius adalah seorang pemungut cukai yang dianggap rendah oleh masyarakat namun ternyata dipanggil oleh Tuhan Yesus untuk menjadi pengikut-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa Allah melihat potensi di dalam diri setiap orang, bahkan mereka yang dianggap hina oleh dunia. Kita diundang untuk melihat sesama dengan pandangan kasih, melihat potensi dan kebaikan di dalam diri mereka.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Belas Kasihan Mengatasi Penghakiman:\u00a0<\/strong>\u201cAku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.\u201d (Matius 9:13) Tuhan Yesus menekankan bahwa misi-Nya adalah untuk menyelamatkan yang terhilang, bukan untuk menghukum mereka. Kita juga diundang untuk memiliki hati yang penuh belas kasihan, mengasihi tanpa syarat, dan tidak mudah menghakimi sesama. Dalam hidup sehari-hari, mari kita berusaha untuk lebih banyak memberi kasih dan pengertian daripada kritik dan penghakiman.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menjadi Pengikut Tuhan Yesus yang Sejati:<\/strong>\u00a0\u201cPergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.\u201d (Matius 9:13) Tuhan Yesus menantang orang-orang Farisi dan ahli Taurat untuk memahami bahwa belas kasihan lebih diutamakan daripada ritual keagamaan. Sebagai pengikut Tuhan Yesus, kita dipanggil untuk menunjukkan belas kasihan dan kasih kepada semua orang. Tindakan kita sehari-hari seharusnya mencerminkan kasih Allah yang kita terima dan bagikan kepada sesama<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Marilah kita semakin membuka hati dan budi kita untuk merenungkan panggilan kita sebagai pengikut Tuhan Yesus yang sejati. Kita diundang untuk memiliki hati yang penuh belas kasihan, tidak mudah menghakimi, dan setia dalam mengikuti Yesus. Semoga kita senantiasa menjadi alat-Nya untuk mewartakan kerahiman, belas kasih, dan keseteiaan Allah di dunia ini. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita. Tuhan memberkati. Berkah Dalem. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahakudus, berkenanlah datang pada perjamuan, dan teguhkanlah kerajaan-Mu di tengah-tengah umat manusia, kerajaan kedamaian, keadilan dan belas kasih. Demi\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Matius 9:13<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku menginginkan belas kasih, bukan persembahan. Aku datang bukannya untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber cahaya kehidupan, kami bersyukur atas cinta kasih-Mu kepada umat manusia yang telah kami alami dan kami nikmati dalam diri Yesus Mesias, yang telah membebaskan kami dari kejahatan serta menghidupi kami dengan cahaya-Mu, kini dan sepanjang masa.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Jumat-05-Juli-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Jumat 05 Juli 2024 oleh Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/07\/04\/jumat-05-juli-2024-hari-biasa-pekan-xiii\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/07\/04\/jumat-05-juli-2024-hari-biasa-pekan-xiii\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=52673-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_8457\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-52673-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Jumat-05-Juli-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Jumat-05-Juli-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Jumat-05-Juli-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Jumat-05-Juli-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=52673-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Resi-Jumat-05-Juli-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Jumat-05-Juli-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 119:2.10 Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut sabda Tuhan. Dengan segenap hati aku mencari Engkau, jangan biarkan daku menyimpang dari perintah-Mu. PENGANTAR: Bila orang tersisih karena nafsu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-52673","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=52673"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52673\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52675,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52673\/revisions\/52675"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=52673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=52673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=52673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}