{"id":52616,"date":"2024-07-04T08:27:03","date_gmt":"2024-07-04T01:27:03","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52616"},"modified":"2024-07-04T08:27:03","modified_gmt":"2024-07-04T01:27:03","slug":"kamis-04-juli-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52616","title":{"rendered":"Kamis, 04 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 04 Juli 2024<br \/>\nMat 9:2. (Mat 9:1-8)<br \/>\nMaka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: &#8220;Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.&#8221;<\/p>\n<p>Iman Dalam Kebersamaan<\/p>\n<p>Yesus sangat tersentuh dengan sikap iman teman-teman si lumpuh yang membawa temannya yang lumpuh kepada Yesus. Yesus selalu tergerak hati untuk menolong. Namun Yesus tidak langsung menyembuhkan si lumpuh. Ia pertama-tama mengampuni dosa si lumpuh. Mengapa?<br \/>\nBeban dosa membuat fisik menjadi lumpuh. Ia dihantui rasa bersalah, yang menjadi beban pikirannya hingga merasuk dalam jiwa. Semangatnya hilang, termasuk energi positif dalam dirinya ikut pergi. Ia-pun sedih dan kecewa dengan diri sendiri yang membuat daya tahan tubuh menurun, potensi yang ada menjadi lumpuh karena menyadari diri sebagai orang yang sangat rapuh dan tak berdaya.<br \/>\nYesus tahu persis apa yang ada dalam hati orang yang lumpuh itu. Ia datang memberi pengampunan untuk pemulihan jiwanya menyusul kemudian raganya.<br \/>\nBetapa bersyukur kita punya Yesus tempat menaruh iman dan pengharapan kita. Jangan sampai iman dan harapan ini kita ikut hilang oleh beban derita, sakit dan dosa.<br \/>\nMenarik bahwa orang yang lumpuh dalam kisah ini, tidak datang sendiri pada Yesus. Ia diusung oleh keluarganya, teman dan sahabatnya. Itulah artinya jemaat. Beban ditanggung bersama, saling memperhatikan, peduli dan saling menolong mencari jalan. Dan tepatlah langkah mereka, membawa si lumpuh kepada Yesus. Iman mereka menjadi pertolongan bagi orang lain.<br \/>\nBeriman janganlah sendiri. Dalam kebersamaan iman tampaklah gereja Kristus. Mari kita saling membantu, membawa semua saudara kita yang sakit dan lumpuh serta berbeban berat kepada Yesus. Yesus telah bersabda, \u201cMarilah kepadaKu, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadaMu.\u201d (Mat 11:28).<br \/>\nSemoga saudara-saudari kita yang sakit, termasuk diri kita sendiri, sembuh secara batin dan pulih secara fisik, dalam nama Yesus.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Mari berjalan bersama dalam iman.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 04 Jul 2024<br \/>\nKamis Pekan Biasa XIII<br \/>\nPF S. Elisabet dari Portugal<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Kor 5:19<br \/>\nBacaan Injil: Mat 9:1-8<br \/>\n********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Kor 5:19<br \/>\nAllah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus<br \/>\ndan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 9:1-8<br \/>\nMereka memuliakan Allah<br \/>\nkarena Ia telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang.<br \/>\nKemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.<br \/>\nMaka dibawalah kepadanya seorang lumpuh<br \/>\nyang terbaring di tempat tidurnya.<br \/>\nKetika Yesus melihat iman mereka,<br \/>\nberkatalah Ia kepada orang lumpuh,<br \/>\n&#8220;Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.&#8221;<\/p>\n<p>Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya,<br \/>\n&#8220;Ia menghujat Allah!&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata,<br \/>\n&#8220;Mengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?<br \/>\nManakah lebih mudah,<br \/>\nmengatakan, &#8216;Dosamu sudah diampuni&#8217;<br \/>\natau mengatakan, &#8216;Bangunlah dan berjalanlah?&#8217;<br \/>\nTetapi supaya kalian tahu,<br \/>\nbahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa&#8221;<br \/>\nlalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh,<br \/>\n&#8220;Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu,<br \/>\ndan pulanglah ke rumahmu!&#8221;<br \/>\nDan orang itu pun bangun, lalu pulang.<\/p>\n<p>Maka orang banyak yang melihat hal itu takut,<br \/>\nlalu memuliakan Allah,<br \/>\nkarena Ia telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan<br \/>\n*********&#8221;&#8221;***********************<\/p>\n<p>MELIHAT SISI POSITIP DAN BERPIKIR POSITIP<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Kamis, 4 Juli 2024<br \/>\nPekan Biasa XIII\/B\/II<\/p>\n<p>Mat. 9:1-8: Orang lumpuh disembuhkan<\/p>\n<p>&#8220;MENGAPA KAMU MEMIKIRKAN HAL2 YG JAHAT DI DALAM HATIMU? &#8221; (Mat. 9:4) adalah kata2 Yesus kp beberapa ahli Taurat yg tidak mau menghargai karya kebaikan atau perbuatan baik yg telah dilakukan Yesus (penyembuhan terhadap seorang yg sakit lumpuh). Mereka selalu melihat sisi negatip dari kebaikan yg telah dilakukan Yesus. Mereka selalu cenderung memikirkan hal2 yg jahat terhadap kebaikan orang lain, termasuk terhadap Yesus. Mereka selalu melihat sisi gelap\/negatip dan berpikir negatip. Mereka selalu memakai &#8220;kaca mata\/riben negatip&#8221; untuk melihat karya kebaikan Yesus, orang lain.<\/p>\n<p>Mungkin saya, anda juga seperti mereka. Melihat dan berpikir negatip; melihat dan memikirkan &#8220;hal2 yg jahat dlm hati saya, anda&#8221; terhdp kebaikan orang lain, bahkan terhadap kebaikan Tuhan. Tidak mengakui dan tidak percaya terhadap kebaikan orang lain, kebaikan Tuhan terhadap saya, anda!!<\/p>\n<p>Saya, anda diajak oleh Tuhan Yesus utk melihat dan berpikir baik; melihat dan berpikir positip terhadap &#8220;kebaikan orang lain dan Tuhan&#8221;. Percaya sungguh kp kebaikan dan kuat kuasa Tuhan. Percaya dan menghargai kebaikan orang lain dan Tuhan. Bukan sebaliknya, selalu mencari celah atau sisi negatipnya utk merendahkannya; Selalu saja memperbesar &#8220;satu kesalahan kecil&#8221; untuk menutup &#8220;seribu satu&#8221; kebaikan orang lain. Buanglah kacamata\/riben negatip saya, anda saat ini di sini juga!<\/p>\n<p>Selamat melihat sisi positip dan berpikir positip terhdp kebaikan Tuhan dan orang lain saat ini &#8211; di sini (here and now). Jangan tunda2 lagi.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang selalu melihat sisi postip dan berpikir positip terhadap kebaikan Tuhan dan\u00a0sesama.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 04 Juli 2024 Mat 9:2. (Mat 9:1-8) Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: &#8220;Percayalah, hai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-52616","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=52616"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52617,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52616\/revisions\/52617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=52616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=52616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=52616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}