{"id":52507,"date":"2024-07-03T07:43:31","date_gmt":"2024-07-03T00:43:31","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52507"},"modified":"2024-07-03T07:43:31","modified_gmt":"2024-07-03T00:43:31","slug":"rabu-03-juli-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52507","title":{"rendered":"Rabu, 03 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 03 Juli 2024<br \/>\nPesta St Tomas Rasul<br \/>\nYoh 20:28-29 (Yoh 20:24-29)<br \/>\nTomas menjawab Dia: &#8220;Ya Tuhanku dan Allahku!&#8221; Kata Yesus kepada Tomas: &#8220;Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.&#8221;<\/p>\n<p>Belajar dari Tomas<\/p>\n<p>Rasul Tomas mewakili orang-orang yang ragu untuk percaya sebelum melihat bukti. Sekalipun kita sering menertawakan sikap orang yang sangsi dan tidak percaya seperti Tomas ini, namun kita harus mengakui bahwa bersikap kritis terhadap informasi yang kita terima sungguh perlu.<br \/>\nApalagi di era yang disebut \u201cpost-truth\u201d (pasca-kebenaran) sekarang ini, di mana orang cenderung menempatkan kebenaran sebagai nomor dua. Yang utama adalah sensasi, heboh, hebat. Oleh karena itu, begitu banyak kebohongan menyamar menjadi kebenaran. Hoax atau berita bohong menyebar ke mana-mana karena orang tidak peduli untuk mengecek apakah benar atau tidak informasi itu. Untuk itu sikap kritis dan keinginan untuk mencari kebenaran sangatlah perlu.<br \/>\nAkan tetapi kita tetap mesti membuka ruang yang selebar-lebarnya untuk percaya sebelum melihat. Itulah ruang hati kita untuk Tuhan. Dalam hal ini kita tidak mengandalkan penglihatan atau indra kita, tapi pada iman kita akan Tuhan yang selalu ada untuk kita, sekalipun tak kelihatan.<br \/>\nSama seperti kita percaya bahwa bintang tetap ada di langit dan tetap bersinar di siang hari sekalipun tak kelihatan. Atau kita yakin matahari tetap bersinar sepanjang hari hanya saja pada malam hari ia berada di sisi lain bumi kita.<br \/>\nYesus mengerti keterbatasan Tomas dan kita semua dalam hal percaya padaNya. Ia datang lagi dan menyapa Tomas. Yesus tidak menyalahkan Tomas, tapi memberi dia kesempatan untuk percaya. Dengan penuh kerendahan hati Tomas berserah diri dan percaya sepenuhnya pada Yesus seraya berseru, \u201cYa Tuhanku dan Allahku.&#8221; (Ayat 28).<br \/>\nBiarlah seruan Tomas menjadi seruan kita setiap saat kepada Yesus. \u201cYa Yesus, Engkaulah Tuhanku dan Allahku. Ampunilah aku yang kurang percaya ini.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Tetaplah kritis, tanpa pernah meragukan cinta Kristus pada kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 03 Jul 2024<br \/>\nRabu Pekan Biasa XIII<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 20:29<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 20:24-29<br \/>\n**********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 20:29<br \/>\nYesus berkata,<br \/>\n&#8220;Hai Tomas, karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.&#8221;<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 20:24-29<br \/>\nYa Tuhanku dan Allahku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Pada hari Minggu Paskah,<br \/>\nketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya,<br \/>\nTomas, seorang dari kedua belas murid,<br \/>\nyang juga disebut Didimus,<br \/>\ntidak ada bersama-sama mereka.<br \/>\nMaka kata murid-murid yang lain itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Kami telah melihat Tuhan!&#8221;<br \/>\nTetapi Tomas berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya,<br \/>\ndan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu<br \/>\ndan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya,<br \/>\naku sama sekali tidak akan percaya.&#8221;<\/p>\n<p>Delapan hari kemudian<br \/>\nmurid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu,<br \/>\ndan Tomas bersama-sama dengan mereka.<br \/>\nSementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang.<br \/>\nIa berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,<br \/>\n&#8220;Damai sejahtera bagimu!&#8221;<br \/>\nKemudian Ia berkata kepada Tomas,<br \/>\n&#8220;Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku,<br \/>\nulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku,<br \/>\ndan jangan engkau tidak percaya lagi,<br \/>\nmelainkan percayalah.&#8221;<br \/>\nTomas menjawab kepada-Nya, &#8220;Ya Tuhanku dan Allahku!&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya.<br \/>\nBerbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTA<br \/>\nRabu, 03 Juli 2024<br \/>\nPesta St. Tomas<br \/>\nInjil : Yoh. 20 : 24 &#8211; 29<\/p>\n<p>BUKAN HANYA DAMAI-NYA TAPI YESUS SENDIRI MENDATANGIMU<\/p>\n<p>\u201cPercayalah bahwa di kala Anda merasa ragu-ragu, Tuhan datang memberi kepastian; di kala engkau putus asa, Ia pasti datang memberi harapan; di kala engkau menderita dan sakit, Ia datang memberi kekuatan; dan di kala engkau mengalami kesedihan, Ia pasti akan menghiburmu. Maka terimalah \u201cShaloom: Damai sejahtera Tuhan untukmu di pagi yang indah ini.\u201d<\/p>\n<p>Dalam meragu-raguan yang bercampur kekecewaan karena ditinggalkan oleh Yesus, Sang Guru, Dia yang kepada-Nya, Thomas telah menggantungkan semua harapan dan masa depannya, tapi semuanya seakan telah sirna dengan peristiwa kemartian-Nya maka Thomas memerlukan sebuah kepastian hidup. Ia tidak mau lagi kecewa untuk kedua kalinya, maka ia meragukan cerira teman-temannya tentang penampakan Yesus.<\/p>\n<p>Tiba-tiba pada moment berikutnya, Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah para murid-Nya termasuk Thomas dan berkata: \u201cDamai sejahtera bagi kamu!&#8221; Kemudian Ia melanjutkan: \u201cBerbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.&#8221;<\/p>\n<p>Pelajaran penting bagi kita di pagi ini yakni:<\/p>\n<p>1) Memang bukti adalah penguat terhadap apa yang kita yakini, namun iman Abraham harusnya menjadi model keyakinan kita akan kuat kuasa Tuhan;<\/p>\n<p>2) Percayalah bahwa situasi apa pun yang Anda alami saat ini; entah duka atau kecemasan, derita atau sakit, sedih atau putus asa, tapi Yesus akan datang di kedalaman hatimu dan berbisik: \u201cDamai sejahtera bagi kamu.\u201d<\/p>\n<p>3) Jadilah pembawa damai, ketenangan dan sukacita kepada semua saudara yang hidup di sekitarmu.<\/p>\n<p>Akhirnya tidak cukup menjadi pembawa damai, tetapi jadikanlah kata, perbuatan dan dirimu sebagai damai dan berkat bagi sesama di sekitarmu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 03 Juli 2024 Pesta St Tomas Rasul Yoh 20:28-29 (Yoh 20:24-29) Tomas menjawab Dia: &#8220;Ya Tuhanku dan Allahku!&#8221; Kata Yesus kepada Tomas: &#8220;Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-52507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=52507"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52508,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52507\/revisions\/52508"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=52507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=52507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=52507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}