{"id":52278,"date":"2024-07-01T08:28:28","date_gmt":"2024-07-01T01:28:28","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52278"},"modified":"2024-07-01T08:28:28","modified_gmt":"2024-07-01T01:28:28","slug":"senin-01-juli-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=52278","title":{"rendered":"Senin, 01 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 01 Juli 2024<br \/>\nMatius 8:21-22 (Mat 8:18-22)<br \/>\nSeorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: &#8220;Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.&#8221; Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.&#8221;<\/p>\n<p>Mati Secara Rohani<\/p>\n<p>Suatu ketika seorang sopir pembawa mobil jenazah ditanya mengenai perasaannya ketika mengantar jenazah ke tempat pemakaman. Dengan datar ia menjawab bahwa hal itu sudah menjadi rutinitas pekerjaannya. Tidak ada apa-apa yang ia rasakan karena sudah terbiasa. Mengantar jenazah tak lebih sebagai bagian dari profesinya. Semua jenazah toh sama saja.<br \/>\nBarangkali kisa ini dapat menggambarkan apa yang dimaksud Yesus dengan mengatakan, \u201cbiarlah orang mati menguburkan orang mati.\u201d Yang satu mati secara fisik, sementara yang lain mati secara rohani. Dan bukankah ada orang yang telah mati secara rohani bahkan ketika ia masih hidup dan menjalani kehidupan di dunia ini?<br \/>\nDemikianlah yang terjadi dengan orang yang tidak bisa memaknai hidupnya. Semua yang ia jalankan hanyalah rutinitas belaka. Asalkan ia hidup oleh profesinya atau pekerjaannya. Tidak ada rasa lagi syukur dan terimakasih kepada Tuhan. Bahkan apa yang ia kerjakan menurutnya adalah hasil upayanya sendiri. Tuhan tidak ada dalam pekerjaannya.<br \/>\nJangan heran semakin banyak gereja yang mulai kosong, karena tempat Tuhan semakin menghilang dalam hati manusia. Tak heran banyak orang frustrasi dan hampa hidupnya, bahkan setelah ia memperoleh segalanya yang ia inginkan, karena Tuhan tidak ada dalam hidupnya.<br \/>\nSemoga kita bukan termasuk kategori orang mati yang hendak menguburkan orang mati. Yesus membawa kehidupan bahkan sesudah kematian datang menjemput. Mari mengikuti Yesus dengan penuh kesadaran dan hidup-hidup. Bersyukur selalu atas nafas kehidupan yang kita terima sebagai anugerah dan kesempatan yang Tuhan berikan, sambil terus berbakti kepada orangtua, dan tak pernah kehilangan rasa cinta pada orang yang menjadi bagian dalam hidup kita. Teruslah hidup untuk pekerjaan Tuhan.<\/p>\n<p>Semangat Senin! Semoga hidup semakin hidup karena Yesus hidup bersama kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Jul 2024<br \/>\nSenin Pekan Biasa XIII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab<br \/>\nBacaan Injil: Mat 8:18-22<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 95:8ab<br \/>\nHari ini janganlah bertegar hati,<br \/>\ntetapi dengarkanlah suara Tuhan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 8:18-22<br \/>\nIkutilah Aku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari banyak orang mengerumuni Yesus.<br \/>\nMelihat hal itu Yesus menyuruh bertolak ke seberang.<br \/>\nLalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang,<br \/>\ntetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat<br \/>\nuntuk meletakkan kepala-Nya.&#8221;<br \/>\nSeorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Ikutilah Aku,<br \/>\ndan biarlah orang-orang mati menguburkan<br \/>\norang-orang mati mereka.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dLalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: &#8220;Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.&#8221; Yesus berkata kepadanya: &#8220;Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.&#8221; Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: &#8220;Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.&#8221; Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.\u201d (Mat 8: 18 \u2013 22)<\/p>\n<p>Perikop Injil hari ini menjelaskan kepada kita tuntutan menjadi murid Kristus yakni komitmen total, keteguhan hati, serta pelayanan penuh pengorbanan.<\/p>\n<p>Memutuskan untuk mengikut Kristus membutuhkan komitmen penuh dan penyerahan diri sepenuhnya &#8211; tidak ada kesempatan untuk berpikir dua kali dan mundur. Ini berarti menempatkan Dia di atas segala sesuatu dan semua orang. Hal ini mengharuskan kita untuk tidak hanya bersama dengan-Nya tetapi juga hidup bagi-Nya dan mengikuti jalan hidup-Nya.<\/p>\n<p>Orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus mungkin akan mengejek kita. Kita mungkin harus berkorban dan menderita. Tetapi begitulah cara Kristus menjabarkan harga yang harus dibayar untuk mengikuti-Nya.<\/p>\n<p>Memang menakutkan, bukan? Tetapi tidak ada yang lebih memuaskan daripada melayani Kristus yang membawa kita kepada kebahagiaan yang kekal.<\/p>\n<p>Kata Paus Fransiskus: &#8220;Kita tidak bisa menjadi orang Kristen paruh waktu! Kita harus berusaha menghidupi iman kita setiap saat setiap hari.&#8221;<\/p>\n<p>Tuhan Yesus, kupersembahkan hidupku dalam penyerahan total untuk kemuliaan-Mu. Tuntunlah langkahku agar aku dapat mengikuti langkah-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi. Semoga kita selalu setia mengikuti-Nya. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"rpjQFAc8EJ\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/hendak-mengikut-yesus\/\">HENDAK MENGIKUT YESUS<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;HENDAK MENGIKUT YESUS&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/hendak-mengikut-yesus\/embed\/#?secret=62PNTxfdA4#?secret=rpjQFAc8EJ\" data-secret=\"rpjQFAc8EJ\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 01 Juli 2024 Matius 8:21-22 (Mat 8:18-22) Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: &#8220;Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.&#8221; Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-52278","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=52278"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52279,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/52278\/revisions\/52279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=52278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=52278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=52278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}