{"id":51057,"date":"2024-06-16T08:41:27","date_gmt":"2024-06-16T01:41:27","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=51057"},"modified":"2024-06-16T08:41:27","modified_gmt":"2024-06-16T01:41:27","slug":"minggu-16-juni-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=51057","title":{"rendered":"Minggu, 16 Juni 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 16 Juni 2024<br \/>\nHari Minggu Biasa XI<br \/>\nMarkus 4:31:32 (Mrk 4:26-34)<br \/>\n\u201dHal Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.&#8221;<\/p>\n<p>Takut Dianggap Kecil?<\/p>\n<p>Sesungguhnya kita tidak mau disebut kecil, karena kecil itu identik dengan lemah, sedikit, sepele, rendah, miskin, tak berdaya. Orang menjadi kecil hati bila disebut orang kecil. Orang dunia ingin disebut besar, hebat, perkasa dan berkuasa.<br \/>\nDengan menyebut Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang begitu kecil, Yesus mengajak kita untuk merubah cara pandang kita. Bukan lagi dengan menggunakan mata dunia melainkan memandang dengan mata iman. Lihatlah apa yang dicatat dalam Kitab Suci: Daud yang kecil dan imut, kelihatan lemah dan tak sekuat kakak-kakaknya, dipilih Allah menjadi raja Israel. Betlehem yang kecil, kandang yang hina, gembala-gembala yang tak punya kedudukan, dan Bayi kecil di Betlehem, sesungguhnya adalah kisah tentang kemahakuasaan Allah yang melampaui segala akal, dan daya cinta ilahiNya yang tak terkirakan.<br \/>\nKeagungan Allah bukanlah berdasar pada pandangan manusia, tapi bagaimana Allah Bapa mengangkat yang kecil dan lemah menjadikannya kuat dan besar. Allah menciptakan manusia dari tanah dan memahkotainya dengan kemuliaan dan semarak. Bukan karena kehebatan manusia tapi semata cinta Allah yang tak terhingga.<br \/>\nOleh karena itu, tak perlu takut dianggap kecil. Kita selalu dapat berharap dan percaya bahwa dalam tangan Allah hidup kita sungguh dipeliharaNya bagaikan biji mataNya (Mzm 17:8). Yesus pun berkata: \u201cbahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya.\u201d (Luk 12:7).<br \/>\n\u201dPadaMu ya Allah, kami berharap dan percaya. Engkaulah Bapa kami, dalam tanganMu kami berserah, peliharalah kami dalam pelukan kasihMu. Semoga kami semakin bertumbuh dalam iman, harap dan kasih kami kepadaMu. Biarlah kami yang lemah ini ikut melebarkan Kerajaan KasihMu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Minggu. Mari beribadah dan bersyukur atas penyelenggaraan Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 16 Jun 2024<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XI<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 4:26-34<br \/>\n****************************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 4:26-34<br \/>\nMemang biji itu paling kecil di antara segala jenis benih,<br \/>\ntetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh menjadi lebih besar.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus mengajar di hadapan orang banyak, kata-Nya,<br \/>\n&#8220;Beginilah hal Kerajaan Allah:<br \/>\nKerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah.<br \/>\nMalam hari ia tidur, siang hari ia bangun,<br \/>\ndan benih itu mengeluarkan tunas,<br \/>\ndan tunas itu makin tinggi!<br \/>\nBagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu.<br \/>\nBumi dengan sendirinya mengeluarkan buah,<br \/>\nmula-mula tangkai, lalu bulir,<br \/>\nkemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu.<br \/>\nApabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit,<br \/>\nsebab musim menuai sudah tiba.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus berkata lagi,<br \/>\n&#8220;Dengan apa hendaknya kita bandingkan Kerajaan Allah itu?<br \/>\nAtau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya?<br \/>\nHal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah.<br \/>\nMemang biji itu yang paling kecil<br \/>\ndari pada segala jenis benih yang ada di bumi.<br \/>\nTetapi apabila ditaburkan,<br \/>\nia tumbuh dan menjadi lebih besar<br \/>\ndaripada segala sayuran yang lain,<br \/>\ndan mengeluarkan cabang-cabang yang besar,<br \/>\nsehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.&#8221;<\/p>\n<p>Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu<br \/>\nYesus memberitakan firman kepada mereka<br \/>\nsesuai dengan pengertian mereka,<br \/>\ndan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka.<br \/>\nTetapi kepada murid-murid-Nya<br \/>\nIa menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*********************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya,\u201d (Mrk 4: 31-32)_<\/p>\n<p>Perumpamaan dalam Injil hari ini menarik suatu kontras antara sesuatu yang sangat kecil dengan hasil atau dampaknya yang sangat signifikan. Sebutir biji sesawi yang kecil dapat menghasilkan tumbuhan besar yang dapat menjadi tempat bersarang burung-burung di udara. Kerajaan Allah pun seperti itu.<\/p>\n<p>Dalam Kerajaan Allah, apa yang kecil dapat menjadi sangat signifikan. Bahkan perbuatan baik yang sangat kecil pun dapat mempunyai dampak jauh melebihi yang kita bayangkan. Inisiatif-inisiatif kecil dalam melayani Tuhan dapat membuka jalan untuk Tuhan berkarya dan menyempurnakannya. Kita dapat tergoda untuk berpikir bahwa untuk mendapatkan dampak yang besar, kita harus membuat sesuatu yang besar, spektakuler, dan mengesankan mata dunia. Perumpamaan kita hari ini menunjukkan bahwa tindakan-tindakan kecil, inisiatif-inisiatif kecil, bahkan yang sering kurang diperhatikan atau tidak nampak di mata dunia, dapat menjadi benih Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>\u201cLittle things are indeed little, but to be faithful in little things is a great thing. Hal-hal kecil memang kecil, tetapi untuk setia dalam hal-hal kecil adalah hal yang luar biasa,\u201d kata Ibu Theresa dari Calcutta.<\/p>\n<p>Tidak semua orang dapat melakukan hal besar, tetapi kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan kasih yang besar. Tetap tekun, setia, berpengharapan.<\/p>\n<p>Tuhan, ajarlah kami bersabar dan belajar untuk menerima bahwa semua pertumbuhan sejati berasal dari-Mu. Kami hanya dapat menanam benih, dan Engkaulah yang membuatnya mekar menjadi sebuah pohon yang besar yang memungkinkan kami untuk memberikan naungan kepada semua orang. Amin.<\/p>\n<p>Selamat hari Minggu. Tetap bertekun. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"AjJ7ezNReA\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/bersabar-dan-percaya-kepada-tuhan\/\">BERSABAR DAN PERCAYA KEPADA TUHAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;BERSABAR DAN PERCAYA KEPADA TUHAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/bersabar-dan-percaya-kepada-tuhan\/embed\/#?secret=9GEoY12IGF#?secret=AjJ7ezNReA\" data-secret=\"AjJ7ezNReA\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 16 Juni 2024 Hari Minggu Biasa XI Markus 4:31:32 (Mrk 4:26-34) \u201dHal Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-51057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/51057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=51057"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/51057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51058,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/51057\/revisions\/51058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=51057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=51057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=51057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}