{"id":50999,"date":"2024-06-15T19:04:26","date_gmt":"2024-06-15T12:04:26","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=50999"},"modified":"2024-06-15T19:04:26","modified_gmt":"2024-06-15T12:04:26","slug":"sabtu-15-juni-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=50999","title":{"rendered":"Sabtu, 15 Juni 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 15 Juni 2024<br \/>\nMatius 5:37 (Mat 5:33-37)<br \/>\n\u201dJika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.&#8221;<\/p>\n<p>Hidup Jujur Bukan Truthy<\/p>\n<p>Betapa pentingnya bagi Yesus untuk kita berbicara jujur. Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak. Kejujuran dan kebenaran adalah satu.<br \/>\nBerbicara jujur dan benar menjadi persoalan karena di satu pihak orang ingin mendengar apa yang ia suka dengar, di pihak lain orang ingin berbicara mengenai apa yang suka ia sampaikan. Dengan kata lain ukurannya suka-suka dia.<br \/>\nUkuran bukan lagi pada kebenaran tapi demi kepentingan diri, apa yang disukai, apa yang menyenangkan diri atau orang lain. Istilahnya asal bapak senang alias ABS. Memang orang lebih mencari apa yang enak dan bagus di telinga, termasuk juga kotbah. Tidak peduli benar atau salah atau abu-abu.<br \/>\nKini muncul istilah &#8220;truthy&#8221; (dari \u2018truth\u2019 artinya kebenaran, lalu ditambah &#8220;y&#8221; yang berarti \u201crasanya benar\u201d. Bukan lagi soal kebenaran, tapi yang &#8220;rasanya benar&#8221; yang dicari atau disampaikan.\u00a0Inilah awal dari post-truth atau dusta tapi membuat orang tenang dan senang. Kebenaran direkayasa dan terciptalah hoax.<br \/>\nDi era medsos jaman now, pesan Yesus dalam Injil sangatlah relevan. Tetaplah menjunjung tinggi integritas dan jujurlah seperti yang diminta Yesus, \u201cJika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.&#8221;<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Firman Allah menerangi hidup kita\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 15 Jun 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa X<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 119:36a.29b<br \/>\nBacaan Injil: Mat 5:33-37<br \/>\n****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 119:36a.29b<br \/>\nCondongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu,<br \/>\ndan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 5:33-37<br \/>\nAku berkata kepadamu, jangan sekali-kali bersumpah.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata,<br \/>\n&#8220;Kalian telah mendengar<br \/>\napa yang disabdakan kepada nenek moyang kita,<br \/>\n&#8216;Jangan bersumpah palsu,<br \/>\nmelainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.&#8217;<br \/>\nTetapi Aku berkata kepadamu,<br \/>\n&#8216;Janganlah sekali-kali bersumpah,<br \/>\nbaik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,<br \/>\nmaupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya,<br \/>\nataupun demi Yerusalem,<br \/>\nkarena Yerusalem adalah kota Raja Agung.<br \/>\nJangan pula bersumpah demi kepalamu,<br \/>\nkarena engkau tidak berkuasa<br \/>\nmemutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.<br \/>\nJika ya, hendaklah kalian katakan: ya,<br \/>\njika tidak, hendaklah kalian katakan: tidak.<br \/>\nApa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>Injil : Mat. 5 : 33 &#8211; 37<\/p>\n<p>KEBOHONGAN MUNCUL DARI RASA TAKUT DAN MALU<\/p>\n<p>\u201cBanyak orang akhirnya berbohong bahkan berani bersumpah palsu hanya karena takut dan malu bila orang lain mengetahui kebenaran cerita di balik apa yang diperbuatnya.\u201d<\/p>\n<p>Terhadap fakta di atas, Yesus menegaskan tentang pentingnya berkata jujur dalam Injil hari ini: \u201dJangan bersumpah palsu, tetapi peliharalah sumpahmu di hadapan Allah.&#8221; ( ayat 33 ) Sebaliknya Yesus memberikan jalan keluar kepada kita dengan berkata:\u201cJika ya, maka Anda harus mengatakan: ya, jika tidak, Anda harus mengatakan: tidak. Lebih dari itu berasal dari si jahat.\u201d ( ayat 33 )<\/p>\n<p>Karena itu renungkanlah beberapa point berikut ini:<\/p>\n<p>1) Jadilah orang jujur dan benar di mana ada kesesuaian antara kata dan perbuatanmu;<\/p>\n<p>2) Jangan pernah berani berbohong karena sekali Anda berdusta maka Anda akan menciptakan viral dusta\/bohong selama hidupmu;<\/p>\n<p>3) Kebohongan dan dusta menyembunyikan dirimu dari kebenaran sampai mereka menelanjangimu di hadapan umum.<\/p>\n<p>Akhirnya ingatlah bahwa kujujuran itu kerugian jangkah pendek tapi keuntungan jangkah panjang. Sebaliknya kebohongan itu keuntungan jangkah pendek tapi kerugian jangkah panjang.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 15 Juni 2024 Matius 5:37 (Mat 5:33-37) \u201dJika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.&#8221; Hidup Jujur&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-50999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=50999"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50999\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51000,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50999\/revisions\/51000"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=50999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=50999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=50999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}