{"id":50619,"date":"2024-06-10T10:36:42","date_gmt":"2024-06-10T03:36:42","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=50619"},"modified":"2024-06-10T10:36:42","modified_gmt":"2024-06-10T03:36:42","slug":"senin-10-juni-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=50619","title":{"rendered":"Senin, 10 Juni 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 10 Juni 2024<br \/>\nMatius 5:3,4,6,10 (Mat 5:1-12)<br \/>\n\u201dBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga\u2026Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur\u2026Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan\u2026Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.<\/p>\n<p>Bahagiakah Anda?<\/p>\n<p>Yesus menyebut bahagia, orang-orang yang oleh ukuran dunia justru adalah orang-orang yang tidak bahagia. Itulah mereka yang miskin, yang berdukacita, yang lapar dan haus, serta mereka yang dianiaya.<br \/>\nNamun Yesus menyebut mereka semua bahagia karena Allah adalah satu-satunya sumber kebahagiaan mereka. Jika Allah adaah milik kita dan kita yakin sepenuhnya bahwa kita adalah milik Allah, maka kita-lah orang yang paling bahagia.<br \/>\nSt Teresia dari Avila berkata, \u201cSolo Dios Basta!\u201d Allah saja cukup! Allah Bapa yang adalah sumber segalanya dalam hidup kita menjadi jaminan utama kebahagiaan kita. Kita akan selalu bersyukur karena pertolongan Allah tak ada hentinya. Kita hidup dalam kelimpahan kasih Allah karena hidup semata dari janji-janji Allah.<br \/>\nRasa lapar dan haus kita akan kebenaran sungguh terpuaskan oleh Yesus yang berjanji, \u201cTinggalah dalam Aku dan Aku tinggal dalam kamu. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.\u201d (Yoh 15:4,7).<br \/>\nKita bahagia karena tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat memisahkan kita dari cinta Kristus, dan tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat merampas kebahagiaan itu dari hidup kita.<\/p>\n<p>Semangat Senin! Mari selalu bersyukur dan tetaplah bahagia.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 10 Jun 2024<br \/>\nSenin Pekan Biasa X<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 5:12a<br \/>\nBacaan Injil: Mat 5:1-12<br \/>\n***************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 5:12a<br \/>\nBersukacita dan bergembiralah,<br \/>\nkarena besarlah ganjaranmu di surga.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 5:1-12<br \/>\nBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit,<br \/>\nsebab melihat orang banyak.<br \/>\nSetelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.<br \/>\nLalu Yesus mulai berbicara<br \/>\ndan menyampaikan ajaran ini kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,<br \/>\nkarena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.<br \/>\nBerbahagialah orang yang berdukacita,<br \/>\nkarena mereka akan dihibur.<br \/>\nBerbahagialah orang yang lemah lembut,<br \/>\nkarena mereka akan memiliki bumi.<br \/>\nBerbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,<br \/>\nkarena mereka akan dipuaskan.<br \/>\nBerbahagialah orang yang murah hati,<br \/>\nkarena mereka akan beroleh kemurahan.<br \/>\nBerbahagialah orang yang suci hatinya,<br \/>\nkarena mereka akan melihat Allah.<br \/>\nBerbahagialah orang yang membawa damai,<br \/>\nkarena mereka akan disebut anak-anak Allah.<br \/>\nBerbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran,<br \/>\nkarena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.<br \/>\nBerbahagialah kalian,<br \/>\njika demi Aku kalian dicela dan dianiaya,<br \/>\ndan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.<br \/>\nBersukacita dan bergembiralah,<br \/>\nsebab besarlah ganjaranmu di surga,<br \/>\nsebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>*************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cBerbahagialah\u2026\u2026\u201d (Mat 5: 1 \u2013 12)<\/p>\n<p>\u201cBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Allah,\u201d demikianlah khotbah di bukit dimulai.<\/p>\n<p>Sekurang-kurangnya ada dua orang tokoh dunia yang terinspirasi oleh ayat-ayat Khotbah di Bukit. Mohandas Gandhi, yang menemukan jalan untuk melakukan perlawanan tanpa kekerasan terhadap struktur politik yang tidak adil, dan Martin Luther King Jr. yang menemukan kekuatannya dalam ayat-ayat ini untuk memulai reformasi politik dan sosial yang ia pimpin.<\/p>\n<p>Apa yang begitu transformatif dari ayat-ayat ini? Kedalaman ayat-ayat ini hanya akan dipahami oleh mereka yang miskin atau mereka yang bersedia menjadi miskin untuk melayani orang lain. Ada orang-orang yang cemas bagaimana mencari tempat berlindung di musim hujan berikutnya. Mereka akan mengerti apa artinya dijanjikan tempat berteduh di dalam kerajaan surga.<\/p>\n<p>Ada orang yang cemas dari mana akan mendapatkan makanan untuk anak-anak mereka. Mereka akan mengerti apa artinya dijanjikan akan suatu masa di mana mereka tidak akan menangis lagi. Ada orang-orang yang hidup di bawah ketakutan akan bom dan tembakan setiap hari, di mana pergi ke kios kumuh di seberang jalan adalah perjalanan antara hidup dan mati. Mereka mengerti apa artinya memiliki kedamaian.<\/p>\n<p>Ketika kita terhindar dari penderitaan akibat kemiskinan, perang, dan kekerasan, kita sungguh terberkati di bumi ini. Namun, Khotbah di Bukit memanggil kita untuk bertindak, bukan untuk mengabaikan, tetapi untuk menjangkau mereka yang mengalami kesengsaraan ini. Melalui empati dan tindakan kita, kita dapat menjadi pembawa damai dan menjadi orang-orang yang diberkati Tuhan.<\/p>\n<p>Jalan yang terberkati jarang dilalui karena sering dirasa sulit. Tetapi \u201cberjalanlah di jalan yang terberkati, karena batu-batunya menuntun anda menuju bintang-bintang.\u201d<\/p>\n<p>Tuhan, aku menginginkan kebahagiaan. Kebahagiaanku menjadi penuh hanya ada di dalam Engkau. Tolonglah aku untuk menghayati Sabda Bahagia ini agar dapat menemukan kebahagiaan yang kekal. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Berbahagialah! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"4IDeFvMM2k\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/orang-orang-bahagia\/\">ORANG-ORANG BAHAGIA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;ORANG-ORANG BAHAGIA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/orang-orang-bahagia\/embed\/#?secret=b3e5IbDWK6#?secret=4IDeFvMM2k\" data-secret=\"4IDeFvMM2k\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 10 Juni 2024 Matius 5:3,4,6,10 (Mat 5:1-12) \u201dBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga\u2026Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur\u2026Berbahagialah orang yang lapar dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-50619","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50619","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=50619"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50619\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50620,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50619\/revisions\/50620"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=50619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=50619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=50619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}