{"id":50519,"date":"2024-06-09T08:21:49","date_gmt":"2024-06-09T01:21:49","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=50519"},"modified":"2024-06-09T08:21:49","modified_gmt":"2024-06-09T01:21:49","slug":"minggu-09-juni-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=50519","title":{"rendered":"Minggu, 09 Juni 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 09 Juni 2024<br \/>\nMarkus 3:28-29 (Mrk 3:20-35)<br \/>\n\u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.&#8221;<\/p>\n<p>Dosa Melawan Roh Kudus Tak Terampuni<\/p>\n<p>Yesus begitu mencintai kita, karena itu Ia telah menganugerahkan Roh Kudus, Roh-Nya sendiri untuk tinggal dalam hati kita. Oleh Roh Kudus-lah kita dapat berdoa dan berseru kepada Allah, \u201cAbba ya Bapa.\u201d<br \/>\nRoh Kudus Allah selalu mengetuk pintu hati kita, mengangkat hati kita untuk masuk ke dalam hadirat Allah yang kudus.<br \/>\nApabila seseorang memadamkan api Roh Kudus dalam dirinya, maka tak ada lagi kerinduan dalam dirinya untuk mencari kebenaran dan kebaikan karena merasa ia sendirilah kebenaran itu. Ia telah membuat dirinya menjadi tuhan atas hidupnya dan tidak mau hidup dalam tuntunan Allah. Bagaimana mungkin ada pertobatan dalam dirinya?<br \/>\nItulah sebabnya Yesus mengatakan bahwa ia berbuat dosa kekal. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa ia telah berbuat dosa, dan terus membenarkan diri dan menutup seluruh pintu hatinya terhadap bisikan Roh Kudus.<br \/>\nPara ahli Taurat tidak mau membuka hati dan melihat karya Allah dalam mujizat-mujizat Yesus. Mereka malah menuduh Yesus mengusir setan dengan kuasa penghulu setan. Apapun yang dilakukan Yesus, sebaik apapun itu tetap saja dilihat oleh para ahli Taurat, sebagai karya iblis dan menolak percaya kepadaNya.<br \/>\nInilah contoh dari sikap orang yang memadamkan Roh Kudus dalam hatinya. Ia kehilangan hati nuraninya karena tegar hati, dan tidak mau mendengar bisikan Roh Kudus dalam hatinya. Yesus dengan tegas mengingatkan para ahli Taurat dan tentu kita semua, bahwa \u201capabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.&#8221;<br \/>\nTanda bahwa Roh Allah masih bekerja dalam diri kita adalah berdoa. Masuklah selalu dalam doa dan dengarkanlah bisikan Roh Kudus dalam hati. Mohon rahmat Roh Kudus untuk melihat hadirnya Allah dan semua karyaNya, sekalipun dalam diri orang yang paling kecil dan hina. Bersama Roh Allah, mari mengangkat hati, menyembah dan berseru,<br \/>\n\u201dAbba, ya Bapa. Bukalah hatiku ya Bapa untuk percaya pada Yesus, Tuhan dan Allah-ku. Utuslah Roh Kudus dan nyalakanlah selalu dalam hatiku, api cinta kasihMu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Roh Kudus Allah memenuhi seluruh hidup kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Jun 2024<br \/>\nMinggu Pekan Biasa X<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 12:31b-32<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 3:20-35<br \/>\n***************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 12:31b-32<br \/>\nSekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar.<br \/>\nDan Aku, apabila sudah ditinggikan dari bumi,<br \/>\nAku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 3:20-35<br \/>\nKesudahan Iblis sudah tiba.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa,<br \/>\nketika Yesus dan murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah,<br \/>\ndatanglah orang banyak berkerumun,<br \/>\nsehingga makan pun mereka tidak dapat.<br \/>\nWaktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu,<br \/>\nmereka datang hendak mengambil Yesus,<br \/>\nsebab kata mereka Ia tidak waras lagi.<br \/>\nDan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata,<br \/>\n&#8220;Ia kerasukan Beelzebul!&#8221;<br \/>\nAda juga yang berkata,<br \/>\n&#8220;Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.&#8221;<br \/>\nYesus memanggil mereka,<br \/>\nlalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan,<br \/>\n&#8220;Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?<br \/>\nKalau suatu kerajaan terpecah-pecah,<br \/>\nkerajaan itu tidak dapat bertahan,<br \/>\ndan jika suatu rumahtangga terpecah-pecah,<br \/>\nrumahtangga itu tidak dapat bertahan.<br \/>\nDemikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri,<br \/>\ndan kalau ia terbagi-bagi,<br \/>\nia tidak dapat bertahan,<br \/>\nmalahan sudah tamatlah riwayatnya.<\/p>\n<p>Camkanlah!<br \/>\nTidak seorang pun dapat memasuki rumah orang yang kuat<br \/>\nuntuk merampas harta bendanya,<br \/>\nkecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu.<br \/>\nLalu barulah dapat ia merampok rumah itu.<br \/>\nAku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni,<br \/>\nya, semua hujat yang mereka ucapkan.<br \/>\nTetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus,<br \/>\nia tidak mendapat ampun untuk selama-lamanya,<br \/>\nsebab dosa yang dilakukannya adalah dosa yang kekal.&#8221;<br \/>\nYesus berkata demikian karena mereka bilang<br \/>\nbahwa Ia kerasukan roh jahat.<\/p>\n<p>Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus.<br \/>\nMereka berdiri di luar, lalu menyuruh orang memanggil Yesus.<br \/>\nWaktu itu ada orang banyak duduk mengelilingi Dia,<br \/>\nmereka berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar,<br \/>\ndan berusaha menemui Engkau!&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?&#8221;<br \/>\nYesus memandang orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu,<br \/>\ndan berkata, &#8220;Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!<br \/>\nBarangsiapa melakukan kehendak Allah,<br \/>\ndialah saudara-Ku laki-laki,<br \/>\ndialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**********************************<\/p>\n<p>MENDENGARKAN DAN MELAKSANAKAN KEHENDAK ALLAH<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Minggu, 9 Juni 2024<br \/>\nPekan Biasa X\/B\/II<br \/>\nMrk. 3:20-35: Yesus dan sanak saudaraNya<\/p>\n<p>Yesus beri definisi baru tt KELUARGA. Bukan sekedar kumpulan orang2 (suami, isteri, anak2) yg memiliki ikatan darah dan ikatan perkawinan, melainkan JAUH LEBIH LUAS DAN MENDALAM yaitu PERSEKUTUAN ORANG2 YANG MENDENGARKAN DAN (terutama) MELAKSANAKAN RENCANA DAN KEHENDAK ALLAH. &#8220;Lihat, ibu dan saudara dan saudaraMu ada di luar dan berusaha menemui Engkau&#8221; kata orang banyak yg duduk mengelilingiNya. &#8220;Siapa ibuKu? Siapa saudara-saudaraKu?? Ia melihat kepada orang2 yang duduk di sekelilingNya dan berkata: Ini IbuKu dan saudara-saudaraKu! Barangsiapa (mendengarkan dan) MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH, dialah saudara-Ku laki2, dialah saudara-Ku perempuan, dialah Ibu-Ku&#8221; (Mrk. 3:32-35).<\/p>\n<p>Yesus mau menegaskan bahwa KELUARGA saya, anda bukanlah &#8220;suatu persekutuan biasa&#8221; tempat orang berkumpul atas namanya sendiri atau atas dasar kepentingan manusia semata-mata. Itu jg satu dasarnya!! Tetapi LEBIH MENDALAM LAGI DARI ITU: keluarga saya adalah PERSEKUTUAN ATAS NAMA ALLAH DAN ATAS DASAR ALLAH yg diberi tugas dan tanggungjawab untuk mendengarkan, mewujudkan serta MELAKUKAN RENCANA dan KEHENDAK ALLAH, dan menjadi TEMPAT BERTUMBUH dan BERKEMBANGNYA nilai2 keagamaan (iman, harap dan cintaksih) serta kebaikan dan kebenaran serta keselamatan umum\/bersama (bonum comune).<\/p>\n<p>Keluarga saya,anda adalah persekutuan doa, persekutuan iman, harap dan cintakasih kristiani (persekutuan mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah). Sdhkah saya, anda beri porsi TEMPAT dan WAKTU yang pas dan seimbang utk berdoa di tengah kesibukan duniawi ini?? Bgm misa harian saya, anda (yang memang vakultatip)? Terutama bagaimana Misa HARI MINGGU dan HARI RAYA saya,anda (yang adalah WAJIB utk saya, anda yg Katolik, BUKAN FAKULTATIP)?? Bagaimana DOA MALAM BERSAMA dalam keluarga saya, anda?? Sudahkah saya, anda BERBAGI KASIH, melakukan aneka perbuatan baik dan kasih untuk Tuhan dan orang lain dan &#8220;saudara-saudari&#8221; alam ciptaan\/lingkungan hidup lainnya?<br \/>\nMudah2an saya, anda dan keluarga saya, anda TIDAK MELUPAKAN atau MENGABAIKAN ITU karena kesibukan dan tuntutan kerja saya, anda yg semakin padat.<br \/>\nSelamat menjadi anggota Keluarga Allah. Selamat menjadi saudara dan saudari Allah dan alam ciptaan\/lingkungan hidup! Selamat mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah dlm hidup bersama orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainNya!!<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda yang tekun mendengarkan dan melaksanakan kehendak\u00a0Allah.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 09 Juni 2024 Markus 3:28-29 (Mrk 3:20-35) \u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-50519","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=50519"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50519\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50520,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50519\/revisions\/50520"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=50519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=50519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=50519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}