{"id":50444,"date":"2024-06-08T08:13:07","date_gmt":"2024-06-08T01:13:07","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=50444"},"modified":"2024-06-08T08:13:07","modified_gmt":"2024-06-08T01:13:07","slug":"sabtu-08-juni-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=50444","title":{"rendered":"Sabtu, 08 Juni 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 08 Juni 2024<br \/>\nPeringatan Hati Tidak Bernoda St Perawan Maria<br \/>\nLukas 2:46-47 (Luk 2:41-51)<br \/>\nSesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.<\/p>\n<p>Yesus Hilang Siapa Yang Cari?<\/p>\n<p>Sehari setelah merayakan Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus (Jumat kemarin), Gereja mengajak umatnya untuk memperingati Maria ibu Yesus, yang menjadi tempat Yesus menemukan sandaran hatiNya semasa hidupNya di dunia.<br \/>\nPeristiwa hilangnya Yesus kecil di Yerusalem tentu sangat mencemaskan ibuNya Maria dan Yosep, bapa pengasuhNya. Apalagi mereka tidak punya keluarga dan kenalan di Yerusalem. Di mana harus mencari Yesus di kota yang besar itu?<br \/>\nSegala kemungkinan Ia tinggal di mana telah mereka pikirkan. Tentu semua penginapan di Yerusalem telah mereka kunjungi. Satu hari telah lewat, dua hari lewat Yesus tak ditemukan. Aduh tidur di mana Dia? Makan di mana Dia? Semakin cemaslah mereka karena memikirkan kemungkinan yang terburuk. Jangan-jangan\u2026..<br \/>\nTapi Maria dan Yosep tak putus asa, mereka terus mencari. Nanti sesudah 3 hari barulah mereka menemukanNya dalam Bait Allah di Yerusalem. Tempat yang tak mereka bayangkan untuk anak sekecil itu akan berada. Ternyata Yesus sedang berdebat dan berbincang-bincang dengan para alim ulama Yahudi di Yerusalem.<br \/>\nPeristiwa hilangnya Yesus di Yerusalem mengingatkan kita mengenai suka duka hidup keluarga kudus Nazaret, bagaimana Maria dan Yosep membesarkan Yesus.<br \/>\nSungguh segala pergumulan manusiawi telah dialami Yesus. Karena itu, sebagai Tuhan yang menjadi manusia, Yesus sangat mengerti segala pergumulan hidup keluarga. Dan Ia mengalami, betapa orang tuaNya begitu setia menjaga dan merawatNya, bahkan mencari Dia ketika hilang. Kisah Yesus mengenai gembala yang baik, serta domba atau anak yang hilang, nyata Ia alami dalam keluargaNya.<br \/>\nMari membangun keluarga kudus seperti Yesus-Yosep-Maria. Semua anggota keluarga ada di hati masing-masing, saling peduli, saling mencari, menjaga hati tetap suci dan tidak berprasangka buruk, dan jangan biarkan ada satupun yang hilang.<br \/>\n\u201dYa Yesus, persatukanlah seluruh keluarga kami. Bunda Maria doakanlah kami dari Surga.\u201d<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan, Yesus selalu di hati kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 08 Jun 2024<br \/>\nSabtu Hari Biasa<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBacaan Injil: Luk 2:41-51<br \/>\n**************************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 2:41-51<br \/>\nBapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Tiap-tiap tahun, pada hari raya Paskah,<br \/>\norang tua Yesus pergi ke Yerusalem.<br \/>\nKetika Yesus telah berumur dua belas tahun,<br \/>\npergilah mereka ke Yerusalem<br \/>\nseperti lazimnya pada hari raya itu.<br \/>\nSelesai hari-hari perayaan itu,<br \/>\nketika mereka berjalan pulang,<br \/>\ntinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.<br \/>\nKarena mereka menyangka<br \/>\nbahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka,<br \/>\nberjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya,<br \/>\nlalu baru mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan.<br \/>\nKarena tidak menemukan Dia,<br \/>\nkembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.<\/p>\n<p>Sesudah tiga hari,<br \/>\nmereka menemukan Yesus dalam Bait Allah;<br \/>\nIa sedang duduk di tengah-tengah alim ulama,<br \/>\nsambil mendengarkan mereka,<br \/>\ndan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.<br \/>\nSemua orang yang mendengar Dia<br \/>\nsangat heran akan kecerdasan<br \/>\ndan segala jawab yang diberikan-Nya.<\/p>\n<p>Ketika Maria dan Yusuf melihat Dia, tercenganglah mereka.<br \/>\nLalu kata ibu-Nya kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami?<br \/>\nBapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Mengapa kamu mencari Aku?<br \/>\nTidakkah kamu tahu<br \/>\nbahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?&#8221;<br \/>\nTetapi mereka tidak mengerti<br \/>\napa yang dikatakan Yesus kepada mereka.<\/p>\n<p>Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret;<br \/>\ndan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka.<br \/>\nDan Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>***********************************<\/p>\n<p>MENYIMPAN SEGALA PERKARA DALAM HATI DAN MERENUNGKANNYA SEPERTI MARIA<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Sabtu, 8 Juni 2024<br \/>\nMinggu Biasa IX\/B\/II<\/p>\n<p>Luk. 2: 41-51: Yesus pada umur duabelas tahun dalam Bait Allah.<\/p>\n<p>PESTA HATI TAK BERNODA SANTA PERAWAN MARIA<\/p>\n<p>Hari ini Gereja Katolik sedunia merayakan Pesta Hati Tak bernoda Santa Perawan Maria. Ada banyak hal yang membuat Maria mendapat gelar dan penghormatan sebagai Hati Suci Tak Bernoda. Mulai dari ia menerima Kabar Sukacita\/Gembira dari Allah Bapa (Maria akan mengandung Yesus yg akan menjadi Penyelamat dunia; Tuhan Allah memberinya kesempatan utk bekerjasama dengan Tuhan untuk MEMBAWA KESELAMATAN bagi dunia) yg disampaikan Malaekat Gabriel SAMPAI ia berada di bawah kaki salib Puteranya Yesus Kristus. Peristiwa atau pengalaman pahit manis\/suka duka dalam sejarah hidupnya, termasuk peristiwa hari ini &#8220;menghilangnya&#8221; Yesus dari antara mereka.<\/p>\n<p>Pengalaman\/peristiwa membahagiakan sekaligus membingungkan yang menyelimuti hidupnya membuat dia takut dan resah, tdk tenang sejak awal hidupnya krn dikatakan akan mengandung sementara ia belum bersuami. Sesuatu yg mustahil.<br \/>\nTetapi bagi Tuhan tdk ada yg mustahil. Ada campur tangan Tuhan dalam pengalaman hidup Maria yang membahagiakan DAN YG MEMBINGUNGKAN.<\/p>\n<p>Maria PASRAH, TAAT SETIA KP TUHAN dg segala rencana dan kehendakNya. &#8220;Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanNya&#8221;. Maria sungguh beriman, dan menjadi teladan sy, anda dalam hal beriman. Maria menyimpan SEGALA PERKARA DALAM HATI dan MERENUNGKANNYA dan pasrah kepada rencana dan kehendak Allah yang adalah yang terbaik dan terindah untuk dia dan untuk saya, anda (Luk.2:51).<\/p>\n<p>Teladani sikap Maria!! Jika sy, anda dililiti persoalan hidup (serumit apapun) maka yang terbaik adalah BERPASRAH DIRI DAN BEKERJASAMA DENGAN TUHAN (dg tetap ada usaha manusiawi sesuai kemampuan dan protokol yang ada\/berlaku) DAN MENERIMA PROSES PERTUMBUHAN DAN PENYELESAIANNYA dengan SABAR DAN PERCAYA. Harus yakin, TUHAN SELALU BERI JALAN\/SOLUSI YG TERBAIK DAN TERINDAH utk sy, anda spt kp Maria. Dekatkan diri kp Tuhan dan kehendakNya. Kerjasamalah dengan Tuhan! Mk sy, andapun dapat berkata dan berdoa : &#8220;Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu&#8221;. Doa ini, harus ada dalam doa sy, anda. Ini doa dari sy, anda yg sungguh beriman, terutama pada masa sulit dlm hidup.<\/p>\n<p>Selamat Pesta Hati tak bernoda Santa Perawan Maria. Selamat bekerjasama dan taat kepada Tuhan.<\/p>\n<p>Semoga DENGAN BANTUAN DOA BUNDA MARIA, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang mau bekerjasama dan setia, tekun dan taat kepada Tuhan dan rencana serta kehendakNya.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 08 Juni 2024 Peringatan Hati Tidak Bernoda St Perawan Maria Lukas 2:46-47 (Luk 2:41-51) Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-50444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=50444"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50445,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50444\/revisions\/50445"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=50444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=50444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=50444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}