{"id":49795,"date":"2024-06-01T07:46:38","date_gmt":"2024-06-01T00:46:38","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=49795"},"modified":"2024-06-01T07:46:38","modified_gmt":"2024-06-01T00:46:38","slug":"sabtu-01-juni-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=49795","title":{"rendered":"Sabtu, 01 Juni 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 01 Juni 2024<br \/>\nMarkus 11:27-28 ( Mrk 11:27-33)<br \/>\nKetika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, bertanya kepada Yesus: &#8220;Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?&#8221;<\/p>\n<p>Yesus Mengganggu Zona Nyaman<\/p>\n<p>Pertanyaan para ahli Taurat dan tua-tua Israel mengenai kuasa Yesus mencerminkan ketakutan mereka soal siapakah yang lebih berkuasa. Karena tak mampu menandingi kewibawaan Yesus, apalagi dalam hal melakukan mujizat, mereka mempertanyakan legalitas dan kewenangan Yesus dari mana didapatNya.<br \/>\nKarena Yesus bukan lulusan sekolah Taurat seperti mereka, juga tidak masuk kalangan tua-tua atau orang yang dituakan, dengan kata lain tidak masuk kalangan elite seperti mereka, semua yang dilakukan Yesus ingin mereka masukkan ke kategori sihir dan jampi-jampi, seakan Ia termasuk aliran sesat.<br \/>\nSemua itu mereka lakukan karena Yesus telah mengganggu zona nyaman mereka. Para imam kepala, ahli taurat dan tua-tua, merasa terganggu karena mereka hanya melayani kalangan atas sedangkan Yesus turun sampai ke semua lapisan, khususnya untuk orang yang dianggap kecil dan terpinggirkan, antara lain wanita dan anak-anak, serta orang-orang berdosa.<br \/>\nDemi mempertahankan otoritas, mereka sesungguhnya tidak peduli pada rakyat jelata, yakni orang-orang kecil yang membutuhkan pertolongan, apalagi jeritan hati umat yang butuh belaskasihan. Jabatan yang mereka emban hanya demi mencari kehormatan, pujian dan status sosial. Bukan untuk melayani.<br \/>\nSementara itu hati Yesus tertuju pada orang-orang yang butuh pertolongan. Yesus ingin agar rahmat pengampunan, belaskasih Allah dialami oleh semua orang khususnya mereka yang sangat membutuhkan dan merindukanNya. Entah dia orang besar atau orang kecil.<br \/>\nMari keluar dari zona nyaman kita, melanjutkan pelayanan bukan karena legalitas tugas dan jabatan, apalagi mencari pujian dan kehormatan tapi karena kita punya hati yang tulus, hati yang tertuju pada belaskasih dan kerelaan untuk menolong dan mengasihi.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan dengan hati penuh syukur dan penyembahan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Jun 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa VIII<br \/>\nPW S. Yustinus, Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Kol 3:16a.17c<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 11:27-33<br \/>\n******************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nKol 3:16a.17c<br \/>\nSemoga sabda Kristus tinggal dalam diri kalian secara melimpah.<br \/>\nBersyukurlah dengan perantaraan Kristus<br \/>\nkepada Allah Bapa kita.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 11:27-33<br \/>\nDengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Beberapa waktu sesudah mengusir para pedagang<br \/>\ndari halaman bait Allah,<br \/>\nYesus dan murid-murid-Nya tiba kembali di Yerusalem.<br \/>\nKetika Yesus sedang berjalan-jalan di halaman Bait Allah,<br \/>\ndatanglah kepada-Nya imam-imam kepala,<br \/>\nahli-ahli Taurat dan tua-tua.<br \/>\nMereka bertanya kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?<br \/>\nDan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu,<br \/>\nsehingga Engkau melakukan hal-hal itu?&#8221;<\/p>\n<p>Yesus menjawab mereka,<br \/>\n&#8220;Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepada kalian.<br \/>\nJawablah Aku,<br \/>\ndan Aku akan mengatakan,<br \/>\ndengan kuasa mana Kulakukan hal-hal itu.<br \/>\nPembaptisan Yohanes itu dari surga atau dari manusia?<br \/>\nJawablah!&#8221;<\/p>\n<p>Mereka memperbincangkannya seraya berkata,<br \/>\n&#8220;Jikalau kita katakan &#8216;Dari Allah,&#8217;<br \/>\nIa akan berkata,<br \/>\n&#8216;Kalau begitu, mengapakah kalian tidak percaya kepada-Nya?&#8217;<br \/>\nTetapi masakan kita katakan &#8216;Dari manusia&#8217;.&#8221;<br \/>\nSebab mereka takut kepada orang banyak,<br \/>\nkarena semua orang menganggap<br \/>\nbahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.<br \/>\nMaka mereka menjawab Yesus, &#8220;Kami tidak tahu.&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Jika demikian, Aku pun takkan mengatakan kepada kalian,<br \/>\ndengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>**********************************<\/p>\n<p>KUASA KASIH DAN PELAYANAN<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Sabtu, 1 Juni 2024<br \/>\nPekan Biasa VIII\/B\/II<br \/>\nMrk. 11:27 &#8211; 33: Pertanyaan mengenai kuasa Yesus<\/p>\n<p>Pesta St. Yustinus, Martir<\/p>\n<p>Dalam kehidupan sehari2, saya, anda menjumpai orang2 yang memanfaatkan &#8220;kuasa, jabatan, pangkat, status, pekerjaan, dll&#8221; yang dimilikinya untuk &#8220;urus&#8221; kepentingan pribadi atau kelompoknya dan cenderung bertindak memaksakan kehendaknya.<\/p>\n<p>Para pemuka agama Yahudi merasa tidak senang dan tidak tenang dengan kehadiran Yesus, yang telah melakukan banyak perbuatan baik dan benar, bahkan banyak mukjizat dilakukanNya, sehingga mereka mempertanyakan &#8220;kuasa&#8221; yang dimiliki dan dipakaiNya. &#8220;Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal2 itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepadaMu, sehingga Engkau melakukan hal2 itu?&#8221;, tanya mereka kp Yesus (Mrk. 11:28).<\/p>\n<p>Sesungguhnya kuasa atau otoritas yang dimiliki seseorang (sy, anda) bukanlah untuk memaksakan kehendak orang yang &#8220;berkuasa, berpangkat, berjabatan tertentu&#8221;. Kuasa, pangkat, jabatan, pekerjaan kita bukanlah untuk &#8220;urus&#8221; diri sendiri, kelompok atau memaksakan kehendaknya, melainkan untuk MEMBERDAYAKAN, MEMBUAT ORANG LAIN BERTUMBUH\/BERKEMBANG dan MEMAJUKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN (orang banyak), memberi pencerahan kepada orang banyak.<\/p>\n<p>Kuasa Yesus adalah KUASA PELAYANAN DAN KUASA KASIH. Ia mengundang orang2 (saya, anda dg pangkat atau status apa saja) untuk MENGIKUTINYA agar bertumbuh dan berkembang dalam PELAYANAN dan KASIH. Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Dia datang bukan untuk dikasihi, melainkan untuk MENGASIHI (berbuat kasih).<br \/>\nSaya, anda diajak untuk menggunakan &#8220;kuasa, jabatan, status, pekerjaan apa saja untuk MELAYANI SESAMA dan BERBUAT KASIH.<\/p>\n<p>Semoga dengan bantuan doa St. Yustinus, Allah Tritunggal Mahakudus(+) MEMBERKATI saya, anda sekalian yang menggunakan kuasa untuk pelayanan dan perbuatan\u00a0kasih.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 01 Juni 2024 Markus 11:27-28 ( Mrk 11:27-33) Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, bertanya kepada Yesus: &#8220;Dengan kuasa manakah Engkau melakukan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-49795","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49795","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=49795"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49795\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49796,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49795\/revisions\/49796"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=49795"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=49795"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=49795"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}