{"id":49395,"date":"2024-05-27T14:10:41","date_gmt":"2024-05-27T07:10:41","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=49395"},"modified":"2024-05-27T14:10:41","modified_gmt":"2024-05-27T07:10:41","slug":"senin-27-mei-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=49395","title":{"rendered":"Senin, 27 Mei 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 27 Mei 2024<br \/>\nMarkus 10:25 (Markus 10:17-27)<br \/>\n\u201dLebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Kekayaan Iman<\/p>\n<p>Yesus menggambarkan bahwa pintu Kerajaan Allah itu begitu sempit bagaikan lubang jarum. Untuk melewatinya maka semua yang menghalangi kita untuk dapat masuk haruslah ditinggalkan.<br \/>\nAyub dengan bijaksana berkata, \u201cDengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!&#8221; (Ayb 1:21).<br \/>\nSemua yang ada pada kita adalah pemberian Tuhan semata. Bila harus dilepaskan untuk menolong orang lain, atau menghidupkan orang lain, mengapa harus ditahan untuk diri sendiri?<br \/>\nSesungguhnya seorang disebut kaya bukanlah diukur dari seberapa banyak harta yang ia timbun, juga bukan seberapa besar kepunyaan yang ia miliki tapi diukur dari seberapa banyak ia memberi. Bukankah Yesus telah berkata, \u201cberilah maka kamu akan diberi.\u201d (Luk 6:38).<br \/>\nKekayaan batin yang ada dalam diri seseorang yang mampu menggerakkan hatinya untuk merelakan apa yang ia miliki demi orang yang lebih membutuhkan, itulah kekayaan yang sejati.<br \/>\nItulah kekayaan iman karena percaya bahwa semua yang ada padanya semata anugerah Tuhan. Ia bersandar hanya pada Tuhan, Gembala baik yang tak pernah membiarkan anak-anakNya berkekurangan. Lebih dari itu, bukankah oleh iman kita menjadi milik Kristus dan Kristus milik kita?<br \/>\nMilikilah kekayaan iman ini untuk kita selalu dapat bersyukur kepada Tuhan, memuji kebaikanNya yang melimpah, dan bahagia karena terlepas dari kekhawatiran dunia yang membuat kita hanya berpikir untuk diri sendiri dan selalu merasa berkekurangan.<br \/>\n\u2019The joy of giving is the joy of living\u2019. Sukacita karena memberi itulah sukacita kehidupan. Sukacita mengikuti Yesus melalui jalan pemberian diri dan pengorbanan.<\/p>\n<p>Selamat memasuki pekan yang baru. Mari melangkah bersama Yesus.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 27 Mei 2024<br \/>\nSenin Pekan Biasa VIII<br \/>\nPF S. Agustinus dari Canterbury, Uskup<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Kor 8:9<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 10:17-27<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Kor 8:9<br \/>\nYesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya,<br \/>\nsupaya kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 10:17-27<br \/>\nJuallah apa yang kau miliki, dan ikutlah Aku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya.<br \/>\nMaka datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia<br \/>\ndan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya,<br \/>\n&#8220;Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat<br \/>\nuntuk memperoleh hidup yang kekal?&#8221;<\/p>\n<p>Yesus berkata kepadanya, &#8220;Mengapa kaukatakan Aku baik?<br \/>\nTak seorang pun yang baik selain Allah!<br \/>\nEngkau tentu mengetahui segala perintah Allah:<br \/>\nJangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri,<br \/>\njangan mengucapkan saksi dusta dan jangan mengurangi hak orang,<br \/>\nhormatilah ayahmu dan ibumu!&#8221;<\/p>\n<p>Kata orang itu kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya,<br \/>\nlalu berkata kepadanya, &#8220;Hanya satu lagi kekuranganmu:<br \/>\nPergilah, juallah apa yang kaumiliki,<br \/>\ndan berikanlah itu kepada orang-orang miskin.<br \/>\nMaka engkau akan memperoleh harta di surga.<br \/>\nKemudian datanglah ke mari, dan ikutlah Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar perkataan Yesus,<br \/>\norang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih,<br \/>\nsebab banyaklah hartanya.<br \/>\nLalu Yesus memandang murid-murid di sekeliling-Nya<br \/>\ndan berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Alangkah sukarnya<br \/>\norang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.&#8221;<br \/>\nMurid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu.<br \/>\nTetapi Yesus menyambung lagi,<br \/>\n&#8220;Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.<br \/>\nLebih mudah seekor unta melewati lobang jarum<br \/>\ndari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.&#8221;<br \/>\nPara murid semakin gempar<br \/>\ndan berkata seorang kepada yang lain,<br \/>\n&#8220;Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?&#8221;<br \/>\nYesus memandang mereka dan berkata,<br \/>\n&#8220;Bagi manusia hal itu tidak mungkin,<br \/>\ntetapi bukan demikian bagi Allah.<br \/>\nSebab bagi Allah segala sesuatu adalah mungkin!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>**********************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cHanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.&#8221; (Mrk 10: 21)<\/p>\n<p>Dalam menjalankan perintah agama, orang muda kaya dalam Injil hari ini adalah juaranya! Dia berkata kepada Yesus: \u201cGuru, semuanya telah kuturuti sejak masa mudaku.&#8221; Beranikah kita mencanangkannya seperti orang muda dalam Injil itu? Tetapi ternyata orang muda itu masih merindukan sesuatu yang lebih. &#8220;Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?&#8221;<\/p>\n<p>Yesus mengira bahwa orang muda itu sudah siap untuk \u201cnaik kelas\u201d, masuk ke level yang lebih tinggi. &#8220;Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.&#8221; Dan ternyata, ia belum siap. ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya (Mrk 10: 17 \u2013 22).<\/p>\n<p>Mungkin kita tahu lebih banyak dari orang muda itu. Kita tahu apa artinya menjadi murid Kristus. Bahkan banyak dari kita yang menghidupinya dalam lembaga-lembaga yang anggotanya telah \u201cmeninggalkan segala-galanya\u201d dan mengikrarkan kaul untuk hidup miskin, murni dan taat. Tetapi Sabda Yesus bukan hanya ditujukan kepada mereka yang hidup di dalam biara saja. Yesus menantang kita yang tak dapat menemukan damai dari kuasa, harta milik, kesenangan&#8230;. Inilah jalan untuk menemukan damai menurut Yesus: laksanakan perintah Allah. Jangan biarkan harta kekayaan menguasai anda.<\/p>\n<p>Melalui tantangan-Nya kepada orang muda kaya dalam Injil hari ini, kita diingatkan bahwa kita sebenarnya tidak memiliki apapun dalam hidup kita jika kita merasa berat hati untuk mempersembahkannya kepada Tuhan dan membagikannya dengan mereka yang membutuhkan. Sebaliknya, harta milik itu \u201cmemiliki\u201d kita, menguasai kita, membelenggu dan memenjara kita. Dapatkah kita menomorsatukan Yesus dalam hidup kita?<\/p>\n<p>Tuhan yang terkasih, ajarlah aku untuk bermurah hati&#8230; untuk bekerja keras dan tidak mengharapkan imbalan, asalkan aku tahu bahwa aku melakukan kehendak-Mu yang maha kudus. Amin. \u2013 St. Ignatius Loyola<\/p>\n<p>Selamat pagi, selamat memasuki pekan yang baru dalam berkat Tuhan. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"skPetAHHvN\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/hanya-satu-kekuranganmu\/\">HANYA SATU KEKURANGANMU&#8230;<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;HANYA SATU KEKURANGANMU&#8230;&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/hanya-satu-kekuranganmu\/embed\/#?secret=PPNEM04Vu2#?secret=skPetAHHvN\" data-secret=\"skPetAHHvN\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 27 Mei 2024 Markus 10:25 (Markus 10:17-27) \u201dLebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.&#8221; Kekayaan Iman Yesus menggambarkan bahwa pintu Kerajaan Allah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-49395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=49395"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49396,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49395\/revisions\/49396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=49395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=49395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=49395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}