{"id":49326,"date":"2024-05-26T09:34:44","date_gmt":"2024-05-26T02:34:44","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=49326"},"modified":"2024-05-26T09:34:44","modified_gmt":"2024-05-26T02:34:44","slug":"jangan-menyebutkan-ujud-doa-dalam-setiap-peristiwa-rosario-saat-berdoa-rosario-ep-137","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=49326","title":{"rendered":"Jangan Menyebutkan Ujud Doa Dalam Setiap Peristiwa Rosario Saat Berdoa Rosario! || Ep. 137"},"content":{"rendered":"<p>Jangan Menyebutkan Ujud Doa Dalam Setiap Peristiwa Rosario Saat Berdoa Rosario! || Ep. 137<\/p>\n<p>#imankatolik #katekeseimankatolik #rosario<\/p>\n<p>Bergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:<\/p>\n<p>\/ @rantotobingsvd<\/p>\n<p>Rosario sebagai doa devosi yang sangat terkenal di kalangan orang Katolik seringkali mengalami banyak perubahan saat didoakan. Doa Rosario, yang sebenarnya adalah doa renungan atau doa devosi menjadi kurang terasa renungannya saat renungan di setiap peristiwa diganti atau dimonopoli oleh intensi doa.<\/p>\n<p>Dan satu praktek yang keliru saat berdoa adalah saat berdoa Rosario seringkali banyak intensi atau ujud doa diselipkan di setiap peristiwa Rosario. Peristiwa pertama intensinya ini, peristiwa kedua intensinya itu. Seolah-olah Tuhan mendengar doa manusia per peristiwa. Padahal sebenarnya saat kita berdoa Rosario, maka semua rangkaian Rosario itu adalah satu kesatuan. Maka semua intensi itu harus disatukan kalau memang harus pakai intensi. Inilah yang saya sebut sebagai salah satu kekeliruan. Silahkan simak katekese ini untuk lebih lengkapnya.<\/p>\n<p>Terimakasih sudah<br \/>\nSUBSCRIBE,<br \/>\nLIKE,<br \/>\nKOMENTAR dan<br \/>\nSHARE.<\/p>\n<p>Salam Dan Kasih<br \/>\nP. Paulus R. L. Tobing, SVD<\/p>\n<p>Sumber Paulus Tobing, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan Menyebutkan Ujud Doa Dalam Setiap Peristiwa Rosario Saat Berdoa Rosario! || Ep. 137 #imankatolik #katekeseimankatolik #rosario Bergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan: \/ @rantotobingsvd Rosario sebagai doa devosi yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-49326","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49326","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=49326"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49327,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49326\/revisions\/49327"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=49326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=49326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=49326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}