{"id":48937,"date":"2024-05-21T09:57:27","date_gmt":"2024-05-21T02:57:27","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=48937"},"modified":"2024-05-21T09:57:27","modified_gmt":"2024-05-21T02:57:27","slug":"selasa-21-mei-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=48937","title":{"rendered":"Selasa, 21 Mei 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 21 Mei 2024<br \/>\nMarkus 9:33b-34 (Mrk 9:30-37)<br \/>\nKetika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: &#8220;Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?&#8221; Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.<\/p>\n<p>Siapa Yang Terbesar?<\/p>\n<p>Merasa yang terbesar adalah kebutuhan psikologis yang sangat mendasar sejak kita kecil. Alasannya antara lain karena kita takut disebut orang kecil yang tidak dianggap, tidak diperhatikan, dianggap tak berarti, tidak tahu apa-apa, apalagi jika dibandingkan dengan orang lain.<br \/>\nPerasaan ini banyak kali merampas kebahagiaan kita ketika kita tidak dihargai, tidak dipuji, dianggap kecil dan biasa-biasa saja. Ketika kita bertanding dan kalah, sangatlah berat menerima kekalahan itu. Atau ketika orang mengalami kegagalan dalam meraih impian, hatinya begitu sedih dan kecewa.<br \/>\nTernyata para rasul Yesus juga punya perasaan yang sama dengan kita. Mereka juga manusia biasa yang tidak mau disebut kecil dan rendah. Tak punya kuasa dan kebanggaan. Mereka juga punya keinginan menjadi yang terbesar.<br \/>\nYesus datang membesarkan hati para muridNya dan kita semua. Diceritakan Penginjil Markus bahwa \u201cYesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: \u201cBarangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.&#8221;<br \/>\nYesus mengajak kita untuk tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain dan merasa kecil hati karena tidak sebanding. Yesus mengajak kita untuk melihat diri kita sebagai anak-anak Allah dengan seluruh kebesaran Allah ada pada putra-putriNya. Kebesaran kita ada pada Kebesaran Allah Bapa kita yang Maha Kuasa, Maha Besar, Maha Pengasih dan Penyayang.<br \/>\nMaka jalan kebesaran adalah jalan pengosongan diri dari kebanggaan semu yang ditawarkan dunia, dan menjadi seorang pelayan. Seperti Yesus yang merendahkan diri menjadi seperti kita.<br \/>\nKebahagiaan kita bukan lagi karena kita menjadi yang terbesar dan terhebat, melainkan karena ketulusan hati untuk memberi diri dan melayani, rela berkorban dan menjadi kecil untuk membesarkan hati orang lain.<br \/>\nTak ada yang dapat mengecilkan hati kita, karena Yesus dan Roh KudusNya bersemayam dalam hati kita.<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Biarlah Tuhan makin besar dan kita makin kecil.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 21 Mei 2024<br \/>\nSelasa Pekan Biasa VII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Gal 6:14<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 9:30-37<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nGal 6:14<br \/>\nTiada yang kubanggakan, selain salib Tuhan.<br \/>\nKarenanya dunia tersalib bagiku dan aku bagi dunia.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 9:30-37<br \/>\nBarangsiapa ingin menjadi yang pertama,<br \/>\nhendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya melintasi Galilea.<br \/>\nYesus tidak mau hal itu diketahui orang,<br \/>\nsebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya.<br \/>\nIa berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia,<br \/>\ndan mereka akan membunuh Dia.<br \/>\nTetapi tiga hari setelah dibunuh, Ia akan bangkit.&#8221;<br \/>\nMereka tidak mengerti perkataan itu,<br \/>\nnamun segan menanyakannya kepada Yesus.<br \/>\nKemudian Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum.<br \/>\nKetika sudah berada di rumah<br \/>\nYesus bertanya kepada para murid itu,<br \/>\n&#8220;Apa yang kalian perbincangkan tadi di jalan?&#8221;<br \/>\nTetapi mereka diam saja,<br \/>\nsebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan<br \/>\nsiapa yang terbesar di antara mereka.<br \/>\nLalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu.<br \/>\nKata-Nya kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya<br \/>\ndan menjadi pelayan semuanya.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus lalu mengambil seorang anak kecil ke tengah-tengah mereka.<br \/>\nKemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Barangsiapa menerima seorang anak seperti ini demi nama-Ku,<br \/>\nia menerima Aku.<br \/>\nDan barangsiapa menerima Aku,<br \/>\nsebenarnya bukan Aku yang mereka terima,<br \/>\nmelainkan Dia yang mengutus Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>**********************************<br \/>\nEMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>Injil : Mrk. 9 : 30 &#8211; 37<\/p>\n<p>HINA DALAM PANDANGAN MANUSIA, BERHARGA DI MATA ALLAH<\/p>\n<p>\u201dAnda tidak harus menjadi seorang pelayan jika ingin melayani, sebab sesungguhnya pelayanan bukanlah tindakan yang hina, melainkan pancaran dari jiwa yang penuh iman dan rendah hati. Dengan kata lain dalam setiap tindakan melayani, pancaran jiwamu menyinari jalan kehidupan sesama di sekitarmu.\u201d<\/p>\n<p>Yesus sendiri menegaskan makna terdalam dari sebuah tindakan pelayanan dalam Injil hari ini: \u201cJika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.\u201d ( ayat 35 )<\/p>\n<p>Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:<\/p>\n<p>1) Berikanlah pelayanan yang terbaik dan tulus kepada sesama melayani tugas dan tanggung jawab, kedudukan dan jabatanmu saat ini;<\/p>\n<p>2) Jangan pernah malu dilihat orang lain ketika Anda sedang melayani, karena sesungguhnya itulah tindakan terpuji yang menebarkan pesona jiwamu;<\/p>\n<p>3) Lebih baik mendapatkan mahkota kemuliaan Allah dalam diam daripada ribuan pujian dan sanjungan dalam sorak sorai.<\/p>\n<p>Setiap tindakan kecil dengan cinta yang besar hanya bisa dilakukan oleh seorang pribadi yang penuh iman dan rendah hati.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 21 Mei 2024 Markus 9:33b-34 (Mrk 9:30-37) Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: &#8220;Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?&#8221; Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-48937","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48937","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=48937"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48937\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48938,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48937\/revisions\/48938"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=48937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=48937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=48937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}