{"id":48334,"date":"2024-05-14T10:36:28","date_gmt":"2024-05-14T03:36:28","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=48334"},"modified":"2024-05-14T10:36:28","modified_gmt":"2024-05-14T03:36:28","slug":"selasa-14-mei-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=48334","title":{"rendered":"Selasa, 14 Mei 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 14 Mei 2024<br \/>\nPesta St Matias Rasul<br \/>\nYohanes 15:16 (Yoh 15:9-17)<br \/>\nBukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.<\/p>\n<p>Kita Dipilih Menjadi Rasul Kristus<\/p>\n<p>Hari ini Gereja merayakan Pesta St Matias, Rasul yang menggantikan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus.<br \/>\nBangsa Israel terdiri dari 12 suku, mengikuti keturunan dari anak-anak Yakub, nama lain dari Israel. Yesus memilih para RasulNya mengikuti jumlah suku Israel sehingga Gereja Kristus menjadi Israel yang baru, atau umat Perjanjian Baru.<br \/>\nOleh karena itu sesudah Yudas Iskariot mati bunuh diri karena telah mengkhianati Yesus, dikisahkan dalam Kisah Para Rasul (Kis 1:15-26), atas saran Petrus yang merujuk pada nubuat Daud dalam Mazmur 69:26, para Rasul berdoa dan oleh petunjuk Tuhan, ditunjuklah Matias menjadi Rasul menggantikan Yudas.<br \/>\nKarya kerasulan yakni pewartaan Injil, penggembalaan dan pelayanan sakramental haruslah dilanjutkan. Sesudah era para Rasul berakhir kini kita semua dipanggil Yesus untuk menjadi saksi kebangkitanNya, dan melanjutkan kisah para rasul Kristus sampai akhir zaman.<br \/>\nKata Yesus dalam Injil hari ini juga berlaku bagi kita: \u201cBukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.\u201d<br \/>\nMari bekerja untuk Kerajaan Allah, menjalankan karya kerasulan untuk menghasilkan buah-buah pertobatan dan kasih.<br \/>\nYesus tetap menyertai kita dengan Roh KudusNya.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Terimalah berkat Tuhan dan jadilah saksi kebaikan Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 14 Mei 2024<br \/>\nSelasa Paskah VII<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:16<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 15:9-17<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:16<br \/>\nBukan kamu yang memilih Aku,<br \/>\ntetapi Akulah yang memilih kamu.<br \/>\nAku telah menetapkan kamu,<br \/>\nsupaya kamu pergi dan menghasilkan buah,<br \/>\ndan buahmu itu tetap.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 15:9-17<br \/>\nBukan kamu yang memilih Aku,<br \/>\ntetapi Akulah yang memilih kamu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Pada perjamuan malam terakhir<br \/>\nYesus bersabda kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Seperti Bapa telah mengasihi Aku,<br \/>\ndemikianlah juga Aku telah mengasihi kamu;<br \/>\ntinggallah di dalam kasih-Ku itu!<br \/>\nJikalau kamu menuruti perintah-Ku,<br \/>\nkamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,<br \/>\nseperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku<br \/>\ndan tinggal di dalam kasih-Nya.<br \/>\nSemuanya itu Kukatakan kepadamu,<br \/>\nsupaya sukacita-Ku ada di dalam kamu<br \/>\ndan sukacitamu menjadi penuh.<\/p>\n<p>Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi,<br \/>\nseperti Aku telah mengasihi kamu.<br \/>\nTidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang<br \/>\nyang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.<br \/>\nKamu adalah sahabat-Ku,<br \/>\njikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.<br \/>\nAku tidak menyebut kamu lagi hamba,<br \/>\nsebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya.<br \/>\nTetapi Aku menyebut kamu sahabat,<br \/>\nkarena Aku telah memberitahukan kepadamu<br \/>\nsegala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.<\/p>\n<p>Bukan kamu yang memilih Aku,<br \/>\ntetapi Akulah yang memilih kamu.<br \/>\nDan Aku telah menetapkan kamu,<br \/>\nsupaya kamu pergi dan menghasilkan buah,<br \/>\ndan buahmu itu tetap,<br \/>\nsupaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku,<br \/>\ndiberikan-Nya kepadamu.<br \/>\nInilah perintah-Ku kepadamu:<br \/>\nKasihilah seorang akan yang lain.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>**********************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cInilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.\u201d (Yoh 15: 12 -14)<\/p>\n<p>Yesus mengartikan kasih dalam konteks persahabatan dengan kerelaan untuk memberikan diri secara total. Bagaimanakah kasih seperti itu mungkin dan dapat kita hidupi? Itu dapat kita hidupi karena Allah menciptakan kita dalam kasih dan karena kasih. Kita diciptakan karena kasih. Itulah alasan dan tujuan keberadaan kita.<\/p>\n<p>Kitab Suci mengatakan kepada kita bahwa Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8), dan semua yang yang Ia perbuat untuk kita mengalir dari kasih-Nya itu. Ia begitu mengasihi kita sehingga Ia mengaruniakan Putera-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan kita, untuk menyatakan kasih yang begitu besar itu.<\/p>\n<p>Kasih Allah itu kekal, tak terpengaruh oleh situasi atau keadaan yang selalu berubah. Itu adalah kasih abadi yang berkuasa mengubah kita menjadi serupa dengan-Nya dalam segalah aspek kemanusiaan kita. Yesus memberikan perintah kepada murid-murid-Nya: \u201cHendaklah kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu.\u201d Itu adalah cara baru dalam mengasihi dan melayani satu sama lain. Mengasihi sesama kini dimengerti dalam konteks kasih Allah. Kasih Yesus sepenuhnya ditujukan untuk kebaikan kita. Kasih kita kepada Allah dan kerelaan kita memberikan diri bagi sesama adalah tanggapan kita terhadap kasih Allah yang melimpah ruah dalam diri Kristus.<\/p>\n<p>Maka, apa makna dari perintah Yesus untuk saling mengasihi? Tuhan menghendaki kita memiliki kasih dengan kekuatan untuk mengatasi ketidakpedulian dan cinta diri. Itu adalah pemberian diri secara total bagi sesama, kasih yang tulus, memberikan diri demi kebaikan sesama. Jika kita membuka hati kita bagi kasih Allah dan mematuhi perintah-Nya untuk mengasihi sesama, maka kita akan memahami kasih-Nya secara lebih penuh dan hidup lebih baik dan bermakna.<\/p>\n<p>St. Matias yang kita rayakan pestanya hari ini, jelas bahwa ia hanya diterima masuk dalam Komunitas Keduabelasan, apabila menghayati persahabatan itu, khususnya siap menyambut kasih Sang Guru dan tinggal dalam Kasih itu. Ia dituntut juga untuk mengambil sikap penuh cinta kasih di tengah Komunitas Para Rasul; bahkan siap mengorbankan nyawanya bagi Komunitas Yesus Kristus, sebab ia juga dipanggil menjadi Sahabat-Nya. Matias diundang untuk memiliki kerendahan hati dengan mengakui, bahwa Tuhanlah yang memilihnya menjadi bagian para rasul. Ia wajib \u201cmengasihi para Rasul\u201d, sesuai dengan Pesan Tuhan Yesus.<\/p>\n<p>Apakah kita mau menyambut persahabatan yang ditawarkan oleh Yesus? Apakah kita siap mewartakan persahabatan itu kepada semua orang yang kita jumpai? Apakah kita siap mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita?<\/p>\n<p>St. Matias, doakan kami agar mampu menjadi anugerah Tuhan bagi sesama. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Selamat mengasihi. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"seIlo8XvPm\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/bukan-sekadar-pemain-cadangan\/\">BUKAN SEKADAR PEMAIN CADANGAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;BUKAN SEKADAR PEMAIN CADANGAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/bukan-sekadar-pemain-cadangan\/embed\/#?secret=O7lUUAylA6#?secret=seIlo8XvPm\" data-secret=\"seIlo8XvPm\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 14 Mei 2024 Pesta St Matias Rasul Yohanes 15:16 (Yoh 15:9-17) Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-48334","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48334","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=48334"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48334\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48335,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48334\/revisions\/48335"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=48334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=48334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=48334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}