{"id":47675,"date":"2024-05-07T09:20:07","date_gmt":"2024-05-07T02:20:07","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=47675"},"modified":"2024-05-07T09:20:07","modified_gmt":"2024-05-07T02:20:07","slug":"selasa-07-mei-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=47675","title":{"rendered":"Selasa, 07 Mei 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 07 Mei 2024<br \/>\nYohanes 16:7 (Yoh 16:5-11)<br \/>\n\u201dNamun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.\u201d<\/p>\n<p>Pergi Untuk Kembali<\/p>\n<p>Bila Yesus tidak pergi meninggalkan murid-muridNya 2000an tahun lalu, Yesus hanya ada di Israel. Ia hanya dikenal dalam sebuah ruang dan waktu yang kecil dan terbatas.<br \/>\nBetapa agung dan mulia rancangan Allah untuk keselamatan seluruh umat manusia, di segala penjuru dunia, tak terbatas oleh ruang dan waktu. Yesus pergi untuk kembali bersama dengan Roh KudusNya, hingga kehadiran Yesus mengatasi ruang dan waktu.<br \/>\nApa yang dilakukan Yesus sejak inkarnasiNya, terus berlangsung di muka bumi ini hingga akhir jaman.<br \/>\nYesus mengutus Roh KudusNya agar Ia tetap tinggal bersama kita dalam RohNya yang kudus untuk selamanya. Oleh anugerah pembaptisan, semua orang yang percaya dan dibaptis, ikut ambil bagian dalam kesatuan dengan Allah Tritunggal Mahakudus di segala waktu. Ia tak henti berkorban untuk kita di segala waktu dan tempat.<br \/>\nBerbahagialah kita yang dipilih Allah untuk menjadi anakNya dan sekaligus bait kediaman Roh KudusNya. Kita menerima hidup ilahi berkat pencurahan Roh Kudus dan olehnya Yesus menyatu dengan kita sekalipun kita lemah dan rapuh. Janji Yesus untuk menyatu dengan kita seperti Pokok Anggur dan ranting-rantingNya menjadi kenyataan yang begitu indah. Bahagianya hidup dalam persekutuan dengan Tuhan dan sesama keluarga Allah. Kasih Yesus selalu mengalir di hidup kita setiap detik, setiap saat. Janji Yesus selalu menguatkan kita: \u201cJangan takut! Ini Aku.\u201d<br \/>\n\u201dSemoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, Cinta Kasih Allah dan Persekutuan Roh Kudus selalu beserta kita, sekarang dan selamanya, Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Mari kita menyadari kita selalu ada di hadirat Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 07 Mei 2024<br \/>\nSelasa Paskah VI<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 16:7.13<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 16:5-11<br \/>\n****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 16:7.13<br \/>\nAku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan,<br \/>\ndan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 16:5-11<br \/>\nJikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku,<br \/>\ndan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku:<br \/>\nKe mana Engkau pergi?<br \/>\nTetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu,<br \/>\nmaka hatimu berdukacita.<br \/>\nNamun benar yang Kukatakan kepadamu:<br \/>\nAdalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.<br \/>\nSebab jikalau Aku tidak pergi,<br \/>\npenghibur itu tidak akan datang kepadamu;<br \/>\nsebaliknya jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.<\/p>\n<p>Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsafkan dunia<br \/>\nakan dosa, kebenaran dan penghakiman;<br \/>\nakan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;<br \/>\nakan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa<br \/>\ndan kamu tidak melihat Aku lagi;<br \/>\nakan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>***********************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cAdalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.\u201d (Yoh 16: 7).<\/p>\n<p>Melepaskan adalah memilih bagian yang lebih baik. Dalam hidup ada saat-saat ketika kita perlu melepaskan orang-orang atau hal-hal yang kita sayangi untuk tujuan yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus mengucapkan perpisahan kepada murid-muridnya setelah bertahun-tahun bersama mereka. Dia menghibur mereka dan berjanji bahwa Ia akan tetap bersama mereka melalui Roh Kudus dan melalui Roh Kudus dunia akan diubah.<\/p>\n<p>Sering kali, untuk melepaskan, kita harus meninggalkan zona nyaman tertentu. Banyak dari kita yang mapan dengan pola yang sudah ada. Melepaskan membuka kemungkinan-kemungkinan bagi pertumbuhan baru. Melepaskan apa yang telah Anda ciptakan atau pelihara membutuhkan keberanian. Apakah Anda bersedia melepaskan pola yang sudah lama Anda jalani, peran, jabatan, seperangkat keyakinan atau harapan, rasa aman atau kepastian, untuk bertumbuh?<\/p>\n<p>Pada level pribadi, kita pun harus mengalami saat-saat melepaskan untuk mengalami pertumbuhan. Salah satu contoh konkret adalah melepaskan kebiasaan-kebiasaan, sikap, atau relasi yang menghalangi hubungan baik kita dengan Tuhan dan orang lain. Saat-saat melepaskan itu mungkin sulit pada awalnya tetapi kita harus percaya dan meminta kekuatan-Nya melalui Roh Kudus agar kita dapat melakukannya. Hanya melalui rahmat Tuhanlah kita dapat mengatasinya.<\/p>\n<p>Adakah hal-hal yang harus saya lepaskan agar saya bertumbuh sebagai murid Kristus yang baik?<\/p>\n<p>Datanglah Roh Kudus, biarlah api kasih-Mu menyala di dalam hatiku. Bantulah aku hanya menginginkan apa yang murni, indah, kudus dan baik dan sesuai dengan kehendak Allah dan berikanlah aku keberanian untuk melepaskan semua yang tidak berkenan di hadapan-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi. Selamat beraktivitas hari ini dalam berkat Tuhan. ! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"SL3DJyoRe7\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/let-go-in-order-to-grow\/\">LET GO IN ORDER TO GROW<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;LET GO IN ORDER TO GROW&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/let-go-in-order-to-grow\/embed\/#?secret=kLkVHu9HZC#?secret=SL3DJyoRe7\" data-secret=\"SL3DJyoRe7\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 07 Mei 2024 Yohanes 16:7 (Yoh 16:5-11) \u201dNamun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-47675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=47675"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47675\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47676,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47675\/revisions\/47676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=47675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=47675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=47675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}