{"id":47321,"date":"2024-05-02T10:33:24","date_gmt":"2024-05-02T03:33:24","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=47321"},"modified":"2024-05-02T10:33:24","modified_gmt":"2024-05-02T03:33:24","slug":"kamis-02-mei-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=47321","title":{"rendered":"Kamis, 02 Mei 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 02 Mei 2024<br \/>\nYohanes 15:9-11<br \/>\n\u201dSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.\u201d<\/p>\n<p>Sebagai manusia biasa, kita mesti mengakui betapa mudahnya sukacita dan kebahagiaan kita lepas begitu saja karena tak dapat bertahan lama. Suasana hati kita sangat tergantung mood. Perubahan cuaca saja bisa menghilangkan sukacita kita. Apalagi perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain seperti penolakan atau merasa tidak dihargai. Apabila kita mendapatkan sindiran, kritik, dan semua yang negatif, semuanya ini akan membuat kita kecil hati, sedih, kecewa dan hilang semangat.<br \/>\nDi pihak lain, kita akan bersukacita bila mendapatkan hadiah atau pemberian. Bahagianya kita ketika merasa dicintai, mendapatkan puja puji, sukses, atau bila keinginan kita tercapai. Namun ketika semuanya itu pergi dan menghilang, hilang juga sukacita kita.<br \/>\nYesus telah menjadi manusia dan mengalami betapa rapuh hati manusia bila tak punya cinta yang dalam, iman yang teguh, harapan yang kokoh. Yesus ingin agar sukacitaNya ada dalam kita dan menjadi milik kita sepenuhnya. Sukacita ini tak lekang oleh waktu, tak berubah oleh suasana sekitar, dan tertanam kuat di hati.<br \/>\nYesus sungguh bersukacita karena Allah Bapa mengasihiNya dan Ia tinggal dalam kasih BapaNya. Yesus menghendaki agar sukacitaNya menjadi sukacita kita juga, apapun yang terjadi dalam hidup kita.<br \/>\nRasul Paulus berkata, \u201cSiapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (Semuanya itu) tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d (Rom 8:35,39).<br \/>\nBiarlah hidup kita dipenuhi dengan sukacita Yesus dan jangan biarkan apapun atau siapapun di luar sana mengambil sukacita iman ini dari hidup kita.<\/p>\n<p>Selamat hari baru, penuh semangat berbagi sukacita Injil.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 02 Mei 2024<br \/>\nKamis Paskah V<br \/>\nPW S. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 1-:27<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 15:9-11<br \/>\n**************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 1-:27<br \/>\nDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan.<br \/>\nAku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 15:9-11<br \/>\nTinggallah di dalam kasih-Ku, supaya sukacitamu menjadi penuh.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya,<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Seperti Bapa telah mengasihi Aku,<br \/>\ndemikianlah juga Aku telah mengasihi kamu;<br \/>\ntinggallah di dalam kasih-Ku itu.<br \/>\nJikalau kamu menuruti perintah-Ku,<br \/>\nkamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,<br \/>\nseperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku<br \/>\ndan tinggal di dalam kasih-Nya.<\/p>\n<p>Semuanya ini Kukatakan kepadamu,<br \/>\nsupaya sukacita-Ku ada di dalam kamu<br \/>\ndan sukacitamu menjadi penuh.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>***********************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA LANGGUR, KEI KECIL<br \/>\nKamis, 02 Mei 2024<br \/>\nHari Biasa Pekan V Paskah: Bulan Maria<br \/>\nInjil : Yoh. 15 : 9 &#8211; 11<\/p>\n<p>PERBUATAN BAIK LAHIR DARI KASIH<\/p>\n<p>\u201dKasih melahirkan perbuatan baik. Sebaliknya setiap perbuatan jahat muncul karena orang telah kehilangan kasih di dalam hatinya, yang telah digantikan oleh kemarahan, iri dan dendam.\u201d<\/p>\n<p>Pagi Ini Yesus mengingatkan kembali kita semua akan sumber kasih yakni persatuan dengan diri-Nya: &#8220;Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku 1 itu.\u201d ( ayat 9 )<\/p>\n<p>Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:<\/p>\n<p>1) Sadarlah bahwa Allah itu adalah kasih. Maka setiap orang yang mengaku diri sebagai putra-putri Allah harus berbuat kasih;<\/p>\n<p>2) Bila ada kasih di dalam dirimu maka tentunya kejahatan akan hilang dan musnah;<\/p>\n<p>3) Jangan memelihara dendam dan marah, karena itu adalah racun bagi kasih.<\/p>\n<p>Akhirnya bila kita mengakui Allah sebagai Bapa kita, maka lakukanlah perbuatan kasih yang mencerminkan martabatmu sebagai seorang anak Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 02 Mei 2024 Yohanes 15:9-11 \u201dSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-47321","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=47321"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47322,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47321\/revisions\/47322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=47321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=47321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=47321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}