{"id":47154,"date":"2024-04-30T10:13:25","date_gmt":"2024-04-30T03:13:25","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=47154"},"modified":"2024-04-30T10:13:25","modified_gmt":"2024-04-30T03:13:25","slug":"selasa-30-april-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=47154","title":{"rendered":"Selasa, 30 April 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 30 April 2024<br \/>\nYohanes 14:27 (Yoh 14:27-31a)<br \/>\n\u201dDamai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.\u201d<\/p>\n<p>Dunia hanya mampu memberikan damai yang semu dan sesaat saja. Hati kita akan terus dihantui dengan pelbagai macam kecemasan karena tak ada satupun yang dapat menjamin bahwa tak akan ada perselisihan dan perang, bencana dan malapetaka, sakit penyakit dan berbagai kesulitan serta persoalan hidup.<br \/>\nKita selalu cemas dan takut menghadapi pertanyaan yang kita ajukan untuk diri sendiri, \u201cbagaimana \u2026 kalau.\u201d<br \/>\nBagaimana kalau saya sakit, bagaimana kalau saya gagal, bagaimana kalau saya tidak berhasil, bagaimana kalau saya kehilangan pasangan saya, atau orangtua, atau anak saya. Yang paling mengerikan bila kita bertanya: bagaimana kalau saya mati?<br \/>\nYesus datang membawa damai sejahtera, oleh ajakanNya yang penuh kasih: \u201cMarilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.\u201d (Mat 11:28-29). \u201cJanganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.\u201d (Mat 6:25)<br \/>\n\u201dTinggallah dalam Aku dan Aku dan Aku di dalam kamu.\u201d (Yoh 15:4). Dan hari ini Yesus berjanji, \u201cDamai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.\u201d<br \/>\nMari datang pada Yesus dan tinggal bersamaNya, bersatu denganNya. Serahkanlah semua kecemasan, gelisah dan rasa takut kita. Rasakanlah damai di hati oleh rangkulan kasih Yesus. Kita tak pernah dibiarkanNya sendirian.<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Syalom, damailah di hati.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 30 Apr 2024<br \/>\nSelasa Paskah V<br \/>\nPF S. Pius V, Paus<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 24:46.26<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 14:27-31a<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 24:46.26<br \/>\nMesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 14:27-31a<br \/>\nDamai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.<br \/>\nDamai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,<br \/>\ndan apa yang Kuberikan<br \/>\ntidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.<br \/>\nJanganlah gelisah dan gentar hatimu!<br \/>\nKamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu:<br \/>\nAku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu.<br \/>\nSekiranya kamu mengasihi Aku,<br \/>\nkamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,<br \/>\nsebab Bapa lebih besar dari pada Aku.<br \/>\nSekarang juga Aku mengatakannya kepadamu<br \/>\nsebelum hal itu terjadi,<br \/>\nsupaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya.<br \/>\nTidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu,<br \/>\nsebab penguasa dunia ini datang,<br \/>\nnamun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.<br \/>\nTetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa,<br \/>\ndan bahwa Aku melakukan segala sesuatu<br \/>\nseperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>********************&#8221;*************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA LANGGUR, KEI KECIL<\/p>\n<p>Injil : Yoh. 14 : 27 &#8211; 31a<\/p>\n<p>KETENGAN HIDUP LEBIH BERARTI DARIPADA KEKAYAAN<\/p>\n<p>\u201dMenikmati kedamaian dan ketenangan hidup karena rasa syukur itu jauh lebih bermakna daripada segudang kekayaan dan harta duniawi yang harus dijaga karena khawatir akan kehilangan dan kepunahan.\u201d<\/p>\n<p>Yesus itu adalah Tuhan dan pemilik segala kekayaan baik di bumi maupun di surga, namun tidak pernah menjanjikan para pengikut-Nya kekayaan, harta dan kedudukan, melainkan damai sejahtera dan keselamatan kekal. Maka Ia bersabda:&#8221;Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.\u201d( ayat 26 )<\/p>\n<p>Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:<\/p>\n<p>1) Percaya kepada Yesus itu adalah harta terindah dan termahal yang dimiliki oleh seseorang di dunia ini;<\/p>\n<p>2) Ketenangan dan kedamaian hidup karena ucapan syukur itu jauh lebih utama daripada pencairan akan uang dan harta kekayaan duniawi;<\/p>\n<p>3) Menyebarkan damai Kristus kepada sesama adalah cara terbaik dalam memaknai kehidupan iman seseorang.<\/p>\n<p>Jiwa yang bersyukur atas apa yang dimiliki lebih tenang hidupnya daripada mereka yang tak puas sehingga terus mencari kekayaan dan harta duniawi.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 30 April 2024 Yohanes 14:27 (Yoh 14:27-31a) \u201dDamai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.\u201d&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-47154","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=47154"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47154\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47155,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47154\/revisions\/47155"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=47154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=47154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=47154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}