{"id":46538,"date":"2024-04-23T11:54:01","date_gmt":"2024-04-23T04:54:01","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=46538"},"modified":"2024-04-23T11:54:01","modified_gmt":"2024-04-23T04:54:01","slug":"selasa-23-april-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=46538","title":{"rendered":"Selasa, 23 April 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 23 April 2024<br \/>\nYohanes 10:27 (Yoh 10:22-30)<br \/>\n\u201dDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.\u201d<\/p>\n<p>St Agustinus pernah berkata, \u201cTuhan mengenal kita jauh lebih dalam daripada kita mengenal diri kita sendiri.\u201d<br \/>\nAgustinus yang dulunya pendosa berat sekalipun sangat pintar secara intelektual karena latar belakang studinya yang tinggi, akhirnya menyerah untuk tidak lagi mendengarkan ego-nya sendiri, dan sujud menyembah Kristus dan menjadi pengikut Yesus yang setia.<br \/>\nSuara Uskup Milan, Itali, St Ambrosius, yang mewartakan kasih Allah dalam Kristus yang tersalib hina, menyentuh hati Agustinus dan membuatnya bertobat dan minta dibaptis di Katedral Milan tahun 387.<br \/>\nSetiap hari ia mendengarkan Allah berbicara di kedalaman hatinya melalui SabdaNya. Perubahan hidupnya, bagaimana ia berbalik arah dari mengejar keinginannya, lantas menjadi pengikut Yesus yang setia, membawanya pada kesadaran bahwa Yesus jauh mengenal dirinya daripada dia sendiri.<br \/>\nYesus tahu apa yang terbaik baginya dan bagi kita semua karena Yesus mengenal siapakah kita ini sebenarnya. Yesus justru lebih percaya pada kita dari pada kita terhadap diri sendiri. Kepada Simon Yesus berkata, \u201cEngkau adalah Petrus, batu karang.\u201d Padahal Simon tak sekuat itu. Akhirnya Simon menjadi batu karang (Petrus) karena pengenalannya akan kasih Yesus. Mari semakin dekat mengenal Yesus Gembala kita yang sangat mengenal dan mencintai kita. Mendengarkan Dia dengan hati terbuka dan mengikutiNya dengan taat dan setia.<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa, harinya Tuhan, setiap hari.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 23 Apr 2024<br \/>\nSelasa Paskah IV<br \/>\nPF S. Georgius, Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:27<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 10:22-30<br \/>\n****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:27<br \/>\nDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan.<br \/>\nAku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 10:22-30<br \/>\nAku dan Bapa adalah satu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Pada hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem,<br \/>\nketika itu musim dingin,<br \/>\nYesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.<br \/>\nMaka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Berapa lama lagi<br \/>\nEngkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan?<br \/>\nJikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.&#8221;<br \/>\nYesus menjawab mereka,<br \/>\n&#8220;Aku telah mengatakannya kepada kamu,<br \/>\ntetapi kamu tidak percaya;<br \/>\npekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku,<br \/>\nitulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,<br \/>\ntetapi kamu tidak percaya,<br \/>\nkarena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.<br \/>\nDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku<br \/>\ndan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.<br \/>\nAku memberikan hidup yang kekal kepada mereka<br \/>\ndan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya<br \/>\ndan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.<\/p>\n<p>Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku,<br \/>\nlebih besar dari pada siapa pun,<br \/>\ndan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.<br \/>\nAku dan Bapa adalah satu.<br \/>\nDemikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>*****************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI DESA WAUR, KEI BESAR<\/p>\n<p>Hari Biasa Pekan IV Paskah<br \/>\nInjil : Yoh. 10 : 22 &#8211; 30<\/p>\n<p>KATA-KATA BISA MENIPU TAPI PEKERJAAN DAPAT MEMBUKTIKAN KEBENARAN<\/p>\n<p>\u201dKejujuran dan kebenaran untaian kalimat hanya dapat dibuktikan dengan perbuatan nyata. Dan saat perbuatan terlaksana maka kata-kata akan terdiam bahkan tak terdengar lagi.\u201d<\/p>\n<p>Yesus sudah dengan pelbagai cara berbicara tentang siapakah diri-Nya bahkan dengan mujizat, tapi mereka yang bebal hati tetap ragu dan tidak percaya. Maka Ia menegaskan kembali lagi dalam Injil pagi ini: &#8220;Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku.\u201d( ayat 25 )<\/p>\n<p>Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:<\/p>\n<p>1) Yakinlah bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat sehingga pilihan hidup terbaik adalah ketika menjadi pengikut-Nya di dalam Gereja-Nya;<\/p>\n<p>2) Wartakanlah kebenaran bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kepada semua orang;<\/p>\n<p>3) Buktikanlah bahwa iman kepada Yesus membuatmu semakin menjadi lebih baik sehingga menjadi berkat bagi orang lain.<\/p>\n<p>Ketika orang baik diam maka perbuatan-perbuatannya akan berbicara tentang dirinya.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 23 April 2024 Yohanes 10:27 (Yoh 10:22-30) \u201dDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.\u201d St Agustinus pernah berkata, \u201cTuhan mengenal kita jauh lebih dalam daripada kita mengenal&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-46538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=46538"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46539,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46538\/revisions\/46539"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=46538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=46538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=46538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}