{"id":46455,"date":"2024-04-22T17:36:49","date_gmt":"2024-04-22T10:36:49","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=46455"},"modified":"2024-04-22T17:36:49","modified_gmt":"2024-04-22T10:36:49","slug":"senin-22-april-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=46455","title":{"rendered":"Senin, 22 April 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 22 April 2024<br \/>\nYohanes 10:10b (Yoh 10:1-10)<br \/>\n\u201dAku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.\u201d<\/p>\n<p>Sungguh sebuah ungkapan kasih Yesus yang begitu indah bagi kita yang percaya padaNya dan setia mengikutiNya. Yesus hadir sebagai Gembala yang baik yang setia menemani kita dalam perjalanan hidup ini.<br \/>\nDalam Mazmur 23, Daud mengungkapkan kebaikan Tuhan sebagai Gembala yang tak akan membiarkan kita berkekurangan. Yesus menyempurnakan kebaikan Sang Gembala dengan menganugerahkan hidup yang berkelimpahan.<br \/>\nIa bahkan rela menyerahkan nyawanya bagi kita domba-dombanya, untuk menjamin bahwa kita selamat dan selalu berada dalam kawananNya.<br \/>\nSelain sebagai Gembala, Yesus serentak adalah pintu. Melalui pintu hati Yesus yang selalu terbuka, kita dapat keluar masuk menemukan padang rumput hijau yang selalu tersedia bagi kita, itulah padang rumput kerahiman ilahi yang terbentang luas tak bertepi.<br \/>\nDalam Yesus kita sungguh berkelimpahan \u201ckasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.\u201d (Gal 5:22). Inilah buah-buah yang ingin dimiliki semua orang.<br \/>\nMari selalu bersyukur atas hidup yang berkelimpahan dalam Yesus, tinggal selalu dalam Dia, tanpa pernah lupa untuk berbagi kasih dengan orang lain.<\/p>\n<p>Selamat menyambut hari baru. Bahagianya hidup dalam kelimpahan rahmat Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 22 Apr 2024<br \/>\nSenin Paskah IV<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:14<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 10:1-10<br \/>\n**************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:14<br \/>\nAkulah gembala yang baik, sabda Tuhan,<br \/>\nAku mengenal domba-domba-Ku<br \/>\ndan domba-domba-Ku mengenal Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 10:1-10<br \/>\nAkulah pintu kepada domba-domba itu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba<br \/>\ntidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok,<br \/>\nia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;<br \/>\ntetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.<br \/>\nUntuk dia penjaga membuka pintu,<br \/>\ndan domba-domba mendengarkan suaranya;<br \/>\nia memanggil domba-dombanya, masing-masing menurut namanya,<br \/>\ndan menuntunnya ke luar.<br \/>\nJika semua dombanya telah dibawanya ke luar,<br \/>\nia berjalan di depan mereka<br \/>\ndan domba-dombanya itu mengikuti dia,<br \/>\nkarena mereka mengenal suaranya.<br \/>\nTetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti,<br \/>\nmalah mereka lari daripadanya,<br \/>\nkarena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.&#8221;<\/p>\n<p>Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka,<br \/>\ntetapi mereka tidak mengerti<br \/>\napa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.<\/p>\n<p>Maka kata Yesus sekali lagi, &#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu.<br \/>\nSemua orang yang datang sebelum Aku,<br \/>\nadalah pencuri dan perampok,<br \/>\ndan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.<br \/>\nAkulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat;<br \/>\nia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput.<br \/>\nPencuri datang hanya untuk mencuri,<br \/>\nmembunuh dan membinasakan;<br \/>\nAku datang, supaya mereka mempunyai hidup,<br \/>\ndan mempunyainya dalam segala kelimpahan.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>****************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cDomba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.\u201d (Yoh 10: 3 \u2013 4)<\/p>\n<p>Salah satu gambaran terbaik tentang Yesus adalah Gembala yang Baik. Dia mengambil risiko dan memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya; Dia mencari yang hilang (Mat 18:12; Luk 15: 4). Ia berbelaskasih terhadap orang-orang yang seperti domba tanpa gembala (Mat 9:36). Ia juga memiliki relasi yang sangat personal dengan domba-domba-Nya. Dia memanggil domba-domba-Nya dengan namanya dan domba-domba itu mengenal suara-Nya.<\/p>\n<p>Pertanyaannya bagi kita adalah: Apakah Dia Gembala hidup kita? Apakah kita termasuk dalam kandang domba-Nya? Apakah kita mengenal suara-Nya dan mengikuti-Nya? Apakah kita membiasakan diri untuk mengenal suara-Nya? Apabila Kristus adalah Gembala kita, maka Dialah yang menjadi sumber keamanan utama kita. Dialah yang paling bernilai dalam hidup kita. Dia sendiri sudah mencukupi, \u201cTuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku,\u201d (Mzm 23). Jika kita termasuk dalam kandang domba-Nya maka kasih menjadi ciri khas kita. Kita memiliki belas kasih sama seperti Gembala kita berbelas kasih. Kita siap melepaskan egoisme kita dan menyerahkan hidup kita untuk Dia dan bagi mereka yang membutuhkan. Orang-orang akan melihat Gembala yang Baik dalam diri kita.<\/p>\n<p>Semoga kita juga mengenal suara Kristus ketika Ia memanggil kita dalam diri mereka yang berkebutuhan, berkekurangan, membutuhkan perhatian, yang tidak dicintai, yang mengalami ketidakadilan.<\/p>\n<p>Tuhan, tolonglah aku untuk mengenal dan mencintai suara-Mu yang lembut dalam kehidupan sehari-hari. Kiranya suara itu mengalahkan semua suara lain yang bersaing untuk mendapatkan perhatianku. Engkaulah satu-satunya Gembala yang menuntunku kepada hidup. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi, selamat memasuki pekan yang baru. Dengarkan suara-Nya! ! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"xKa7jnyV0P\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/mendengarkan-suara-sang-gembala\/\">MENDENGARKAN SUARA SANG GEMBALA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;MENDENGARKAN SUARA SANG GEMBALA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/mendengarkan-suara-sang-gembala\/embed\/#?secret=SyXs32hQdM#?secret=xKa7jnyV0P\" data-secret=\"xKa7jnyV0P\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 22 April 2024 Yohanes 10:10b (Yoh 10:1-10) \u201dAku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.\u201d Sungguh sebuah ungkapan kasih Yesus yang begitu indah bagi kita yang percaya padaNya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-46455","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46455","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=46455"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46455\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46456,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46455\/revisions\/46456"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=46455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=46455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=46455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}