{"id":45920,"date":"2024-04-15T07:56:13","date_gmt":"2024-04-15T00:56:13","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45920"},"modified":"2024-04-15T07:56:13","modified_gmt":"2024-04-15T00:56:13","slug":"senin-15-april-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45920","title":{"rendered":"Senin, 15 April 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 15 April 2024<br \/>\nYohanes 6:27 (Yoh 6:22-29)<br \/>\n\u201dBekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Di dunia ini ada 3 tingkatan hidup. Yang pertama, ia hidup hanya dengan makan-minum-bernapas. Inilah tumbuh-tumbuhan. Yang ke dua, untuk hidup maka ia perlu makan-minum-bernapas sambil menggunakan inderanya. Entah penglihatan, penciuman dan rasa. Inilah kehidupan binatang di bumi ini. Tingkatan yang ke 3 adalah manusia, yang untuk hidup ia perlu makan-minum-bernapas-menggunakan panca indra dan terutama akal budi.<br \/>\nSayangnya, ketiga tingkatan kehidupan ini berakhir saat kematian datang menjemput.<br \/>\nAllah yang menciptakan kita menghendaki agar supaya kita mencapai hidup kekal. Untuk itu Ia mengutus Yesus PutraNya menganugerahkan bagi kita tingkat yang tertinggi dari semua kehidupan di dunia ini, yang tidak lain adalah hidup Allah sendiri, yakni hidup ilahi.<br \/>\nUntuk tingkatan ini, makanannya berbeda. Bukan hanya untuk raga tapi juga untuk jiwa. Bukan hanya makanan biasa, namun Firman Allah dan Firman yang telah menjelma menjadi manusia, dalam rupa Tubuh dan Darah Kristus.<br \/>\nMakanan ini hanya berasal dari Allah dan untuk mendapatkannya kita harus percaya dan dibaptis, serta diangkat menjadi putra putri Allah. Inilah martabat kita yang paling dalam.<br \/>\nPuji syukur, Allah Bapa kita telah menjadikan kita putra putri kesayangannya dalam Yesus PutraNya, Tuhan kita.<br \/>\nMari percaya padaNya, menjadikan Yesus pokok anggur hidup kita, sumber air hidup dan roti kehidupan kita. Jangan habiskan waktu hanya mengejar kesia-siaan yang berakhir kebinasaan, melainkan, \u201ccarilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan padamu.\u201d (Mat 6:33).<\/p>\n<p>Semangat Senin! Mari bekerja untuk tujuan Tuhan dan bekerja bersama Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 15 Apr 2024<br \/>\nSenin Paskah III<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 4:4ab<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 6:22-29<br \/>\n****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 4:4ab<br \/>\nManusia hidup bukan dari roti saja,<br \/>\ntetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 6:22-29<br \/>\nBekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa,<br \/>\nmelainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Setelah Yesus mempergandakan roti,<br \/>\nkeesokan harinya orang banyak,<br \/>\nyang masih tinggal di seberang danau Tiberias,<br \/>\nmelihat bahwa di situ tidak ada perahu<br \/>\nselain yang dipakai murid-murid Yesus.<br \/>\nMereka melihat juga bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu<br \/>\nbersama-sama dengan murid-murid-Nya,<br \/>\ndan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.<br \/>\nTetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias<br \/>\nke dekat tempat mereka makan roti,<br \/>\nsesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.<\/p>\n<p>Ketika orang banyak melihat<br \/>\nbahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak,<br \/>\nmereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum<br \/>\nuntuk mencari Yesus.<br \/>\nKetika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu,<br \/>\nmereka berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?&#8221;<br \/>\nYesus menjawab, &#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya kamu mencari Aku,<br \/>\nbukan karena kamu telah melihat tanda-tanda,<br \/>\nmelainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.<br \/>\nBekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa,<br \/>\nmelainkan untuk makanan<br \/>\nyang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,<br \/>\nyang akan diberikan Anak Manusia kepadamu;<br \/>\nsebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu kata mereka kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Apakah yang harus kami perbuat,<br \/>\nsupaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah,<br \/>\nyaitu hendaklah kamu percaya<br \/>\nkepada Dia yang telah diutus Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>*********************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA LANGGUR, KEI &#8211; TANAH PARA MARTIR<br \/>\nSenin, 15 April 2024<br \/>\nHari Biasa Pekan III Paskah<br \/>\nInjil : Yoh. 6 : 22 &#8211; 29<\/p>\n<p>TUBUH KENYANG, TAPI JIWA LAPAR<\/p>\n<p>\u201dTak dipungkiri bahwa tubuh kita tetap memerlukan makanan setiap hari, tapi kadang di saat kenyanglah orang lupa memberi makan rohani kepada jiwanya berhari-hari bahkan berminggu-minggu lamanya.\u201d<\/p>\n<p>Setelah memperbanyak roti sehingga mengenyangkan orang banyak, Yesus mengingatkan mereka untuk memperhatikan dan memberi makan kepada jiwa mereka dengan berkata:\u201cBekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.&#8221; ( ayat 27 )<\/p>\n<p>Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:<\/p>\n<p>1) Berusahalah agar membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari bahkan setiap saat;<\/p>\n<p>2) Hadirilah Ekaristi Kudus setiap hari dan santaplah Tubuh Kristus yang adalah makanan jiwamu;<\/p>\n<p>3) Jangan lupa membagikan baik makanan jasmani maupun rohani kepada sesama yang lapar terhadap kedua jenis makanan itu.<\/p>\n<p>Akhirnya jika engkau membaca Firman Tuhan dan menerima Tubuh Kristus setiap hari maka beta bahagianya jiwamu karena ia akan memiliki bekal dalam perjalanan ke surga.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 15 April 2024 Yohanes 6:27 (Yoh 6:22-29) \u201dBekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-45920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45920"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45920\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45921,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45920\/revisions\/45921"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}