{"id":45687,"date":"2024-04-11T10:15:54","date_gmt":"2024-04-11T03:15:54","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45687"},"modified":"2024-04-11T10:15:54","modified_gmt":"2024-04-11T03:15:54","slug":"kamis-11-april-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45687","title":{"rendered":"Kamis, 11 April 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 11 April 2024<br \/>\nYohanes 3:31 (Yoh 3:31-36)<br \/>\n\u201dSiapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.&#8221;<\/p>\n<p>Yohanes Pembaptis yang diutus Allah untuk memberi kesaksian tentang Yesus, mengungkapkan perbedaan yang sangat besar antara bahasa surga, yakni bahasa Allah dan bahasa bumi, bahasa kita manusia.<br \/>\nSecara manusia harus kita akui betapa sulit memahami bahasa Allah dan betapa beratnya menyelami kehendak Allah. Oleh karena itu Allah mengutus Yesus turun dari surga agar Allah dapat bercakap-cakap dalam bahasa kita dan membuat bahasa kita menjadi bahasa iman dan kasih. Apa yang tak terjangkau oleh kemampuan akal budi kita, dinyatakan Yesus dengan bahasa kasih Allah.<br \/>\nBahasa bumi yang terbatas menjadi bahasa iman yang dalam dan penuh makna. Kelahiran kita secara kodrati, dalam bahasa surga menjadi kelahiran baru melalui baptisan, dan kitapun diangkat menjadi putra putri Allah dalam Yesus.<br \/>\nHidup kita yang fana karena kerapuhan dan keterbatasan manusiawi kita, dipenuhi dan disempurnakan oleh hidup ilahi yang tak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Hidup Allah sendiri dianugerahkan bagi kita. Maka kita tidak lagi hidup semata oleh penglihatan melainkan oleh iman, harap dan kasih.<br \/>\nSalib yang dalam bahasa bumi adalah tanda penghinaan telah menjadi bahasa cinta sejati Allah dalam bentuk pengorbanan dan pemberian diri Kristus seutuhnya. Bahasa kita memang masih belum mampu menggambarkan kasih Allah. Namun iman akan Kristus yang bangkit dari kematian, kiranya memampukan kita untuk selalu dapat memadukan realitas insani, seburuk apapun, termasuk kematian, menjadi realitas surgawi yang indah dan penuh makna.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Mari menikmati hidup baru dalam kasih Kristus.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 11 Apr 2024<br \/>\nKamis Paskah II<br \/>\nPW S. Stanislaus, Uskup dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 20:29<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 3:31-36<br \/>\n***************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 20:29<br \/>\nKarena telah melihat Aku, engkau percaya.<br \/>\nBerbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 3:31-36<br \/>\nBapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang Yesus<br \/>\ndi hadapan murid-muridnya,<br \/>\n&#8220;Siapa yang datang dari atas ada di atas semuanya;<br \/>\nsiapa yang berasal dari bumi,<br \/>\ntermasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi.<br \/>\nSiapa yang datang dari surga ada di atas semuanya.<br \/>\nIa memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya<br \/>\ndan yang didengar-Nya,<br \/>\ntetapi tak seorang pun menerima kesaksian-Nya itu.<br \/>\nSiapa yang menerima kesaksian-Nya,<br \/>\nia mengaku bahwa Allah adalah benar.<\/p>\n<p>Sebab siapa yang diutus Allah,<br \/>\nDialah yang menyampaikan firman Allah,<br \/>\nkarena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.<br \/>\nBapa mengasihi Anak<br \/>\ndan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.<br \/>\nBarangsiapa percaya kepada Anak,<br \/>\nia beroleh hidup yang kekal,<br \/>\ntetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak,<br \/>\nia tidak akan melihat hidup,<br \/>\nmelainkan murka Allah tetap ada di atasnya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>***********************************<br \/>\nEMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<br \/>\nKamis, 11 April 2024<br \/>\nHari Biasa Pekan II Paskal<br \/>\nInjil : Yoh. 3 : 31 &#8211; 36<\/p>\n<p>YESUS JAMINAN HIDUP KEKAL<\/p>\n<p>\u201cYesus tidak menjanjikan kekayaan atau harta duniawi, melainkan keselamatan dan kehidupan kekal di akhirat bila di dunia ini kita percaya kepada-Nya, melakukan kehendak-Nya dan menjauhi larang-larangan-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Kebenaran iman bahwa Yesus menjamin kehidupan kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya tertulis dalam Injil pagi ini: \u201cBarangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.\u201d( ayat 36 )<\/p>\n<p>Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:<\/p>\n<p>1) Jangan pernah meragukan akan jaminan keselamatan yang dijanjikan oleh Yesus;<\/p>\n<p>2) Hanya Yesuslah Putra\/Anak Allah yang sekaligus adalah Pemilik Surga bersama Bapa;<\/p>\n<p>3) Percaya kepada Yesus adalah jalan, tapi kebaikan yang Anda lakukan adalah kendaraan yang membawamu melalui jalan itu ke surga.<\/p>\n<p>Akhirnya dalam keadaan, tekanan dan ancaman seperti apa pun, tapi jangan pernah tinggalkan imanmu akan Yesus, karena hanya Dialah Penjamin surga yang terpercaya.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 11 April 2024 Yohanes 3:31 (Yoh 3:31-36) \u201dSiapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-45687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45687"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45688,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45687\/revisions\/45688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}