{"id":45645,"date":"2024-04-10T18:48:17","date_gmt":"2024-04-10T11:48:17","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45645"},"modified":"2024-04-10T18:48:17","modified_gmt":"2024-04-10T11:48:17","slug":"deklarasi-paroki-ke-30-paroki-st-antonius-tabak-kanilan-keuskupan-palangkaraya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45645","title":{"rendered":"Deklarasi Paroki Ke 30, Paroki St Antonius Tabak Kanilan Keuskupan Palangkaraya"},"content":{"rendered":"<p>DEKLARASI PAROKI KE 30, PAROKI ST. ANTONIUS TABAK KANILAN KEUSKUPAN PALANGKA RAYA<\/p>\n<p>Syukur pada Tuhan Gereja di Keuskupan Palangka Raya yang tersebar di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah tumbuh dan berkembang dengan baik dan subur. Pada tahun 2024 , berarti Keuskupan Palangka Raya menginjak usia ke 30th sejak didirikan. Pada usianya yang ke 30 ini pula, dimekarkan satu paroki lagi di Wilayah Dekenat Buntok. dengan demikian julah paroki pada tahun 2024 berjumlah 30 paroki. Paroki yang dimekarkan diberi nama Paroki St. Antonius Maria Claret yang merupakan pengembangan dan pemekaran dari Paroki St. Yohanes Patas. Dilihat dari jumlah umat dan kemandirian finansial, liturgi dan segi lainnya memang terbilang belum siap. Tetapi demi karya pelayanan yang menjangkau semakin banyak umat yang tersebar di pelosok-pelosok pedalaman Sungai Barito, kini dimekarkan menjadi Paroki. Paroki Tabak Kanilan yang terdiri dari 13 Stasi dilayani oleh Para Imam dari kongregasi Claretian. Praise to the Lord.<\/p>\n<p>Sumber Komsos Keuskupan Palangka Raya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DEKLARASI PAROKI KE 30, PAROKI ST. ANTONIUS TABAK KANILAN KEUSKUPAN PALANGKA RAYA Syukur pada Tuhan Gereja di Keuskupan Palangka Raya yang tersebar di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah tumbuh dan berkembang dengan baik dan subur.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-45645","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45645"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45645\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45646,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45645\/revisions\/45646"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}