{"id":45557,"date":"2024-04-09T11:34:16","date_gmt":"2024-04-09T04:34:16","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45557"},"modified":"2024-04-09T11:34:16","modified_gmt":"2024-04-09T04:34:16","slug":"selasa-09-april-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45557","title":{"rendered":"Selasa, 09 April 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 09 April 2024<br \/>\nYohanes 3:8 (Yoh 3:7-15)<br \/>\n\u201dAngin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.&#8221;<\/p>\n<p>Dalam percakapanNya dengan Nikodemus, (Yoh 3:1-2), Yesus menyampaikan kepadanya mengenai \u201ckelahiran baru dalam air dan Roh\u201d sebagai syarat untuk masuk dalam Kerajaan Allah. Tentu saja bagi Nikodemus hal ini sulit untuk dimengerti karena manusia lahir dari rahim ibu ketika bayi. Bagaimana mungkin dilahirkan lagi ketika sudah besar?<br \/>\nMemang kelahiran baru tidak dapat dimengerti di luar terang Paskah. Kelahiran baru berarti \u201cmati dan bangkit\u201d bersama Kristus. Ambil bagian dalam misteri Paskah Kristus. Inilah proses inisiasi atau proses masuknya seorang menjadi anggota keluarga Allah melalui pembaptisan dalam air dan Roh. Saat dibaptis kita mati bersama Kristus dan bangkit bersama Kristus atau menerima hidup baru dalam Kristus.<br \/>\nKata Paulus dalam Rom 6:3-4, \u201ctidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.\u201d<br \/>\nDemikianlah hidup kita bukan lagi berdasarkan prinsip kedagingan melainkan hidup baru dalam Roh Kudus. Dihidupi dan dituntun oleh Roh Allah sendiri. Kita menjadi sehati, sepikiran dan seperasaan dengan Kristus. Seperti kata Paulus, \u201cbukan aku lagi yang hidup, tapi Kristus yang hidup dalamku.\u201d (Gal 2:20).<br \/>\nMemahami dan mengalami hidup dalam Roh atau dalam Kristus bukan lagi dengan mata jasmani melainkan dengan mata iman atau hidup oleh iman. Sekalipun tak kelihatan oleh mata seperti halnya angin, namun manifestasinya nyata dalam buah-buah Roh, yaitu \u201ckasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.\u201d (Gal 5:22).<br \/>\nMari hidup baru dalam Roh Kudus, mengalami dan merasakan kasih Allah di setiap tarikan nafas hidup kita. Tak kelihatan namun nyata, betapa Allah memberi kita selalu hidup baru, hidupNya sendiri dalam Yesus yang telah bangkit dan menemani kita.<\/p>\n<p>Selamat hari baru, hidup baru, dalam tuntunan Roh kasih Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Apr 2024<br \/>\nSelasa Paskah II<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 3:15<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 3:7-15<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 3:15<br \/>\nAnak manusia harus ditinggikan<br \/>\nsupaya setiap orang yang percaya kepada-Nya<br \/>\nberoleh hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 3:7-15<br \/>\nTidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,<br \/>\nselain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam percakapannya dengan Nikodemus, Yesus berkata,<br \/>\n&#8220;Janganlah engkau heran<br \/>\nkarena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.<br \/>\nAngin bertiup ke mana ia mau;<br \/>\nengkau mendengar bunyinya,<br \/>\ntetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang<br \/>\natau ke mana ia pergi.<br \/>\nDemikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.&#8221;<\/p>\n<p>Nikodemus menjawab, katanya,<br \/>\n&#8220;Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Engkau adalah pengajar Israel,<br \/>\ndan engkau tidak mengerti hal-hal itu?<br \/>\nAku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui,<br \/>\ndan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat,<br \/>\ntetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.<br \/>\nKamu tidak percaya<br \/>\nwaktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi,<br \/>\nbagaimana kamu akan percaya<br \/>\nkalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi?<br \/>\nTidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,<br \/>\nselain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.<br \/>\nDan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun,<br \/>\ndemikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,<br \/>\nsupaya setiap orang yang percaya kepada-Nya<br \/>\nberoleh hidup yang kekal.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>*********************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cAngin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.\u201d [Yoh 3: 8]<\/p>\n<p>Kebangkitan Yesus adalah sumber kehidupan baru kita di dalam Allah, sebuah anugerah yang kita rayakan dalam baptisan. Seperti yang Yesus katakan, ini adalah kelahiran kita dari atas. Dengan kelahiran ini, Allah memberi kita yang pertama dari banyak berkat-Nya yakni Roh Kudus.<\/p>\n<p>Seperti angin yang tidak terlihat, Roh Kudus juga tidak terlihat. Dengan cara yang sama seperti kita tahu ada angin di sekitar kita, karena kita merasakannya, demikian juga dengan Roh Kudus. Roh Kudus menyatakan kehadirannya dalam buah-buahnya (bdk. Galatia 5:22-23) yang membuat kita merasakan indahnya hidup bersama Allah, dan dengan karunia-karunia-Nya yang beraneka ragam.<\/p>\n<p>Kini di berbagai belahan dunia, kita dapat melihat bagaimana orang-orang memaksimalkan manfaat angin dengan menggunakan kincir angin modern. Bertengger di atas bukit-bukit, kincir angin modern memanfaatkan gerakan dan kekuatan angin untuk menghasilkan tenaga yang menggerakkan mesin dan menghasilkan listrik. Kejeniusan dan kerja keras manusia telah mengubah karunia alami yakni angin untuk mencapai kemajuan dan perkembangan.<\/p>\n<p>Roh Kudus juga merupakan karunia yang menunggu untuk disambut dan dimanfaatkan. Bahkan dengan karunia terbaik-Nya, Tuhan tidak memaksakan kehendak-Nya. Allah akan selalu menghargai karunia yang telah Dia berikan kepada kita: kebebasan kita. Allah menanti, dengan iman kita menanggapi-Nya.<\/p>\n<p>Seberapa banyak yang Anda ketahui tentang Roh Kudus? Apakah Anda pernah berdoa kepada-Nya? Kapan? Bagaimana?<\/p>\n<p>Tuhan, biarlah Roh Kudus-Mu turun ke atasku, dan berilah aku kekuatan dengan karunia-karunia-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Bukalah diri anda bagi tuntunan Roh-Nya. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"Ewqe9fkSWS\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/hembusan-roh-allah\/\">HEMBUSAN ROH ALLAH<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;HEMBUSAN ROH ALLAH&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/hembusan-roh-allah\/embed\/#?secret=PYVbch5lSE#?secret=Ewqe9fkSWS\" data-secret=\"Ewqe9fkSWS\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 09 April 2024 Yohanes 3:8 (Yoh 3:7-15) \u201dAngin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-45557","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45557"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45558,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45557\/revisions\/45558"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}