{"id":45219,"date":"2024-04-03T10:15:08","date_gmt":"2024-04-03T03:15:08","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45219"},"modified":"2024-04-03T10:15:08","modified_gmt":"2024-04-03T03:15:08","slug":"rabu-03-april-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45219","title":{"rendered":"Rabu, 03 April 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 03 April 2024<br \/>\nLukas 24:15-16 (Luk 24:13-35)<br \/>\nKetika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.<\/p>\n<p>Sesudah Yesus disalibkan, dua murid dari Emaus pulang kampung dengan sedih dan kecewa. Pahlawan dan junjungan mereka mati secara terhina di kayu salib. Semua angan-angan dan harapan mereka sirna. Mereka memandang ke belakang dengan penuh penyesalan akan semua yang terjadi. Betapa sedih ketika memandang ke depan, hidup terasa tanpa asa dan semangat. Begitu dalam kekecewaan, keputusasaan dan persoalan hidup yang mereka hadapi, hingga mereka tak mengenali kehadiran Yesus yang telah menemani mereka berjalan bersama.<br \/>\nPrihatin dengan keputusasaan mereka, Yesus pun memberi mereka perspektif baru dengan menggali isi Kitab Suci. Tentang semua nubuatan para nabi mengenai Mesias. Antara lain apa yang dinubuatkan nabi Yesaya mengenai Hamba Yahweh yang harus menderita. Hati merekapun berkobar-kobar lagi, semangat mereka pulih kembali. Saat Yesus mengadakan perjamuan bersama mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, memecahkannya dan memberikannya kepada mereka, mata mereka tiba-tiba terbuka. Itu Yesus! Yesus bangkit dan hadir bersama mereka!<br \/>\nSemoga kisah dua rasul Emaus mengingatkan kita hal yang sama yang kita alami. Persoalan hidup yang berat seakan menutup mata kita terhadap kehadiran Yesus dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita. Sengsara dan derita, duka nestapa, sakit penyakit sering kita lihat sebagai hukuman yang menjauhkan kita dari Tuhan. Betapa sulit melihat Tuhan ketika kita lagi kecewa dan putus asa.<br \/>\nPaskah Kristus mengingatkan kita bahwa Yesus bangkit untuk memulihkan keyakinan kita akan kasih Allah yang tak pernah berkesudahan. Tinggalkan masa lalu, mari bangkit bersama Yesus.<br \/>\nGairahkan hidup, carilah selalu wajah Yesus dalam setiap perjumpaan kita, kenalilah wajahNya di setiap wajah yang kita jumpai. Dengarlah sapaanNya di setiap ayat Kitab Suci yang kita baca. Kenalilah kehadiranNya yang kudus dan nyata dalam Ekaristi, dalam ibadah syukur, di saat dua tiga orang berkumpul dalam namaNya, di saat kita berdoa di hadiratNya. Kita tak pernah ditinggalkan sendirian.<\/p>\n<p>Tetaplah optimis, gembira, penuh harapan, Tuhan menemani kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 03 Apr 2024<br \/>\nRabu Oktaf Paskah<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 118:24<br \/>\nBacaan Injil: Luk 24:13-35<br \/>\n******************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 118:24<br \/>\nInilah hari yang dijadikan Tuhan,<br \/>\nmarilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 24:13-35<br \/>\nMereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan,<br \/>\ndua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung<br \/>\nbernama Emaus,<br \/>\nyang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,<br \/>\ndan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu<br \/>\nyang telah terjadi.<br \/>\nKetika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran,<br \/>\ndatanglah Yesus sendiri mendekati mereka,<br \/>\nlalu berjalan bersama-sama dengan mereka.<br \/>\nTetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,<br \/>\nsehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.<br \/>\nYesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?&#8221;<br \/>\nMaka berhentilah mereka dengan muka muram.<br \/>\nSeorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya,<br \/>\n&#8220;Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem,<br \/>\nyang tidak tahu apa yang terjadi di situ<br \/>\npada hari-hari belakangan ini?&#8221;<br \/>\nKata-Nya kepada mereka, &#8220;Apakah itu?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret!<br \/>\nDia adalah seorang nabi,<br \/>\nyang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan<br \/>\ndi hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.<br \/>\nTetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami<br \/>\ntelah menyerahkan Dia untuk dihukum mati<br \/>\ndan mereka telah menyalibkan-Nya.<br \/>\nPadahal kami dahulu mengharapkan,<br \/>\nbahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.<br \/>\nTetapi sementara itu telah lewat tiga hari,<br \/>\nsejak semuanya itu terjadi.<br \/>\nDan beberapa perempuan dari kalangan kami<br \/>\ntelah mengejutkan kami:<br \/>\nPagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,<br \/>\ndan tidak menemukan mayat-Nya.<br \/>\nLalu mereka datang dengan berita,<br \/>\nbahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat,<br \/>\nyang mengatakan bahwa Yesus hidup.<br \/>\nDan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati,<br \/>\nbahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu,<br \/>\ntetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Ia berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Hai kamu orang bodoh,<br \/>\nbetapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya<br \/>\nakan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!<br \/>\nBukankah Mesias harus menderita semuanya itu<br \/>\nuntuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?&#8221;<br \/>\nLalu Ia menjelaskan kepada mereka<br \/>\napa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci,<br \/>\nmulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.<br \/>\nSementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju.<br \/>\nIa berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.<br \/>\nTetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat,<br \/>\n&#8220;Tinggallah bersama-sama dengan kami,<br \/>\nsebab hari telah menjelang malam<br \/>\ndan matahari hampir terbenam.&#8221;<br \/>\nLalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.<br \/>\nWaktu duduk makan dengan mereka,<br \/>\nIa mengambil roti, mengucap berkat,<br \/>\nlalu memecah-mecahkannya dan<br \/>\nmemberikannya kepada mereka.<br \/>\nKetika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia,<br \/>\ntetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka.<br \/>\nKata mereka seorang kepada yang lain,<br \/>\n&#8220;Bukankah hati kita berkobar-kobar,<br \/>\nketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan<br \/>\ndan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?&#8221;<\/p>\n<p>Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem.<br \/>\nDi situ mereka mendapati kesebelas murid itu.<br \/>\nMereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.<br \/>\nKata mereka kepada kedua murid itu,<br \/>\n&#8220;Sungguh, Tuhan telah bangkit,<br \/>\ndan telah menampakkan diri kepada Simon.&#8221;<br \/>\nLalu kedua orang itu pun menceriterakan<br \/>\napa yang terjadi di tengah jalan,<br \/>\ndan bagaimana mereka mengenal Yesus<br \/>\npada waktu Ia memecah-mecahkan roti.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cBukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?&#8221; [Luk 24: 32]<\/p>\n<p>Mungkin saja terjadi pada kita, seperti halnya para murid di Emaus, bahwa kita berkecil hati, putus asa dan kecewa dalam perjalanan hidup kita. Tanpa menyadari kehadiran Tuhan, kita melakukan perjalanan, kita berbicara dengan orang asing atau teman, kita makan bersama, namun kita acuh tak acuh atau hanya memiliki sedikit harapan. Tetapi, dengan diilhami oleh sabda dan kehadiran Tuhan yang Bangkit, kita melangkah maju bersama-Nya sebagai saudara dan Tuhan kita. Kita mengenal-Nya, mengalami kehadiran-Nya, khususnya dalam Perayaan Ekaristi. Pengalaman dan pengenalan akan kehadiran Tuhan hendaknya menjadikan kita umat yang penuh pengharapan. Kita mengenali Dia ketika kita memecahkan roti untuk satu sama lain; dan ketika kita berbagi apa yang kita miliki satu sama lain. Dan jika demikian, orang-orang mungkin dapat mengenali-Nya juga di dalam diri kita. Seperti orang lumpuh dalam bacaan pertama, kita bangkit berdiri, melompat-lompat dengan sukacita dan pengharapan, dan memuji Allah dalam perkataan dan perbuatan.<\/p>\n<p>Tuhan, kami telah mendengar Sabda-Mu. Kami juga telah duduk semeja dengan-Mu dan Engkau memecah-mecahkan roti bagi kami. Utuslah kami sekarang kepada saudara-saudari kami untuk menyampaikan Kabar Baik kepada mereka, bahwa Engkau telah bangkit dan hidup, dan bahwa sekarang, kami dapat bersama-sama menempuh perjalanan hidup kami dalam pengharapan. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Ia hadir dan berjalan bersama Anda. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"awPS4Ekf4J\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/dari-keputusasaan-menuju-harapan\/\">DARI KEPUTUSASAAN MENUJU HARAPAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;DARI KEPUTUSASAAN MENUJU HARAPAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/dari-keputusasaan-menuju-harapan\/embed\/#?secret=tb3c4r79JX#?secret=awPS4Ekf4J\" data-secret=\"awPS4Ekf4J\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 03 April 2024 Lukas 24:15-16 (Luk 24:13-35) Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-45219","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45219","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45219"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45219\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45220,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45219\/revisions\/45220"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45219"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45219"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45219"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}