{"id":45159,"date":"2024-04-02T09:31:00","date_gmt":"2024-04-02T02:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45159"},"modified":"2024-04-02T09:31:00","modified_gmt":"2024-04-02T02:31:00","slug":"selasa-02-april-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=45159","title":{"rendered":"Selasa, 02 April 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 02 April 2024<br \/>\nYohanes 20:15-16 (Yoh 20:11-18)<br \/>\nKata Yesus kepadanya: &#8220;Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?&#8221; Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: &#8220;Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Maria!&#8221; Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: &#8220;Rabuni!&#8221;, artinya Guru.<\/p>\n<p>Sekalipun Yesus sudah mati dan dikubur, Maria Magdalena tidak pernah melupakanNya. Pagi-pagi sekali ia sudah pergi ke kubur Yesus untuk membawa rempah-rempah sebagai tanda kasihnya.<br \/>\nCoba kita bayangkan, suatu waktu ketika saatnya tiba, kita dipanggil Tuhan menghadapNya. Kira-kira, siapakah orang yang akan datang kembali ke kubur kita untuk mengungkapkan kasihnya, penghormatan dan penghargaannya?<br \/>\nBila kita masih diperkenankan Tuhan untuk melihat mereka yang datang ke kubur kita saat mengingat hari kematian kita, atau mungkin hari ulangtahun kita, bagaimana perasaan kita melihat dia atau mereka datang membawa bunga, berdoa dan bersyukur atas pengalaman masa lalu kita bersama?<br \/>\nTentu kita akan berkata, \u2018inilah keluargaku yang sejati, temanku yang setia sampai aku mati, orang yang tetap menjadi bagian hidupku, yang tetap mencintaiku, bahkan ketika aku sudah tidak ada lagi di dunia ini.\u2019<br \/>\nBila kita dapat menyebut nama mereka yang akan mengunjungi makam kita saat kita telah pergi, mereka itulah keluarga kita, sahabat sejati kita.<br \/>\nMaka janganlah heran bila Yesus pertama kali menampakkan diri dan memberitahukan kebangkitanNya kepada Maria Magdalena dan beberapa wanita lain yang datang ke kubur Yesus membawa bunga. Cinta dan perhatian mereka tidak berhenti hanya saat Yesus masih hidup. Mereka tetap mencari Dia, karena Yesus tetap hidup dalam hati mereka.<br \/>\nMari kita bawa dalam doa kepada Yesus, anggota keluarga kita yang sudah meninggal sebagai tanda cinta kita. Tak ada kuasa apapun yang dapat memisahkan kita dan saudara kita dari cinta Kristus. Kita yakin, satu saat ketika kita telah pergi, mereka juga akan terus mendoakan kita.<\/p>\n<p>Selamat hari baru, harapan baru mengalami kasih setia Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 02 Apr 2024<br \/>\nSelasa Oktaf Paskah<br \/>\n(Ditiadakan) PF S. Fransiskus dari Paola, Pertapa<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 118:24<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 20:11-18<br \/>\n****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 118:24<br \/>\nInilah hari yang dijadikan Tuhan,<br \/>\nmarilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 20:11-18<br \/>\nAku telah melihat Tuhan,<br \/>\ndan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Setelah makam Yesus kedapatan kosong,<br \/>\nMaka Maria Magdalena, berdiri dekat kubur dan menangis.<br \/>\nSambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,<br \/>\ndan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih,<br \/>\nyang seorang duduk di sebelah kepala<br \/>\ndan yang lain di sebelah kaki<br \/>\ndi tempat mayat Yesus terbaring.<\/p>\n<p>Kata malaikat-malaikat itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Ibu, mengapa engkau menangis?&#8221;<br \/>\nJawab Maria kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Tuhanku telah diambil orang,<br \/>\ndan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.&#8221;<\/p>\n<p>Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang,<br \/>\ndan melihat Yesus berdiri di situ,<br \/>\ntetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?&#8221;<br \/>\nMaria menyangka orang itu adalah penunggu taman.<br \/>\nMaka ia berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia,<br \/>\nkatakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia,<br \/>\nsupaya aku dapat mengambil-Nya.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya, &#8220;Maria!&#8221;<br \/>\nMaria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani,<br \/>\n&#8220;Rabuni!&#8221;, artinya Guru.<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Janganlah engkau memegang Aku,<br \/>\nsebab Aku belum pergi kepada Bapa.<br \/>\nTetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku<br \/>\ndan katakanlah kepada mereka,<br \/>\nbahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu,<br \/>\nkepada Allah-Ku dan Allahmu.&#8221;<br \/>\nMaria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid,<br \/>\n&#8220;Aku telah melihat Tuhan!&#8221;<br \/>\ndan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>*****************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<br \/>\nSelasa, 02 April 2024<br \/>\nHari Selasa dalam Oktaf Paskah.<br \/>\nInjil Yoh : 20 : 11 -18<\/p>\n<p>MEWARTAKAN KEBANGKITAN YESUS<\/p>\n<p>\u201dMemberi kesaksian tentang apa yang kita sendiri lihat, dengar dan alami lebih besar kekuatannya daripada daripada meneruskan cerita orang lain tentang sesuatu peristiwa. Bila masing-masing dari kita telah merayakan Paskah yang intinya Yesus bangkit, maka sekarang wartakanlah pengalaman Paskahmu kepada mereka yang ada di sekitarmu.\u201d<\/p>\n<p>Paskah bukan pertama-tama menyisakan kisah kita ( komunitas\/kelompok ) dengan Tuhan, melainkan kisah kasih setiap orang dengan Yesus yang bangkit seperti yang dialami oleh Maria Magdalena. Maka setelah melihat dan mendengar Yesus, &#8220;Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: &#8220;Aku telah melihat Tuhan!&#8221; ( ayat 18 )<\/p>\n<p>Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:<\/p>\n<p>1) Apakah engkau sungguh percaya bahwa Yesus telah bangkit dan seberapa besarkah pengaruhnya terhadap hidup dan pribadimu saat ini?<\/p>\n<p>2) Apa saja yang Anda telah kisahkan dan wartakan tentang Paskah, kebangkitan Tuhan kepada mereka yang hidup di sekitarmu?<\/p>\n<p>3) Apakah orang lain sudah melihat dan merasakan perubahan sikap dan tingkah lakumu setelah merayakan Paskah?<\/p>\n<p>Bila Paskah adalah kisah antara Tuhan dengan dirimu, maka jadilah manusia Paskah yang mau untuk membangkitkan, menguatkan dan menghidupi orang lain di sekitarmu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 02 April 2024 Yohanes 20:15-16 (Yoh 20:11-18) Kata Yesus kepadanya: &#8220;Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?&#8221; Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: &#8220;Tuan, jikalau tuan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-45159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45159"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45160,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45159\/revisions\/45160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}