{"id":44901,"date":"2024-03-30T11:54:34","date_gmt":"2024-03-30T04:54:34","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44901"},"modified":"2024-03-30T11:54:34","modified_gmt":"2024-03-30T04:54:34","slug":"sabtu-suci-30-maret-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44901","title":{"rendered":"Sabtu Suci, 30 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 30 Maret 2024<br \/>\nHari Sabtu Suci Vigili Paskah<br \/>\nMarkus 16:4-6 (Mrk 16:1-7)<br \/>\nTetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: &#8220;Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.\u201d<\/p>\n<p>Jumat kemarin kita merayakan Jumat Agung, wafatnya Tuhan kita Yesus Kristus. Hari Sabtu ini, tepatnya pada malam hari, kita merayakan Vigili Paskah atau persiapan Paskah, saat berjaga untuk peralihan dari kematian Yesus menuju kebangkitanNya.<br \/>\nDalam Syahadat Para Rasul, kita mengakui dengan penuh iman akan Yesus Kristus, \u201cYang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan wafat dan dimakamkan, Yang turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati.\u201d Ungkapan \u201cyang turun ke tempat penantian\u201d dalam bahasa Latin disebut \u201cdescendit ad inferos\u201d atau dalam bahasa Inggris \u201cHe descended into hell\u201d. Dalam bahasa Indonesia artinya: Ia turun ke Neraka atau dunia orang mati.<br \/>\nInilah makna perayaan malam Paskah atau Vigili Paskah yang dirayakan pada Sabtu Malam. Yesus tidak tidur dalam kubur, tapi oleh kematianNya Allah Bapa membawaNya masuk ke wilayah kekuasaan Iblis yakni kematian dan maut. Di sanalah dosa berkuasa, yang dilambangkan dengan kegelapan malam.<br \/>\nYesus sang Terang Dunia, datang membawa terang dalam kegelapan, yang dalam liturgi Vigili Paskah dilambangkan dengan Lilin Paskah. Oleh cahayaNya Yesus mengalahkan kuasa kegelapan dan menggantinya dengan terang Paskah. Inilah kemenangan Yesus yang sesungguhnya, Ia mengalahkan kematian dosa dan menggantinya dengan terang hidup yang kekal oleh kebangkitanNya.<br \/>\nInilah berita sukacita Paskah. \u201cMaut tidak akan ada lagi.\u201d (Wahyu 21:4). Rasul Paulus mengajak kita untuk \u201cbersyukur kepada Allah yang memberikan kemenangan kepada kita melalui Yesus Kristus Tuhan kita!\u201d (1 Kor 15:57).<br \/>\n\u201dSegala pujian dan syukur, hormat dan kemuliaan kepada Allah Bapa di surga yang telah mengalahkan Iblis dan maut oleh kebangkitan Yesus dan membawa kita semua yang percaya akan kebangkitan Yesus kepada kehidupan yang kekal.\u201d<\/p>\n<p>Selamat menyambut Paskah, mari bangkit bersama Kristus!\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<br \/>\nSabtu, 30 Maret 2024<br \/>\nMalam VIGILI PASKAH<br \/>\nInjil : Mrk. 16 : 1 &#8211; 7<\/p>\n<p>YESUSKU SUNGGUH ADALAH TUHAN<\/p>\n<p>\u201dApa pun kata dan kritikmu tentang Yesusku, tapi bagiku Dia adalah Tuhan, dan salah satu bukti ketuhanan-Nya adalah kebangkitan-Nya dari kematian.\u201d<\/p>\n<p>Tak sedikit kita mendengar dan menemukan baik di dunia nyata maupun maya pernyataan keraguan, ketidakpercayaan bahkan kritik pedas tentang ke-Tuhan-an Yesus. Apa pun kata orang, tapi baiklah kita kembali kepada bukti asali dari apa yang dikatakan Kitap Suci tentang Yesus: \u201cJangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.\u201d ( Mrk. 16 : 15 )<\/p>\n<p>Maka inti perayaan malam Vigili Paskah ini adalah:<\/p>\n<p>&#8211; Percayalah bahwa Yesus adalah Tuhan yang menjadi penjamin keselamatan bagi semua yang percaya kepada-Nya;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Kebangkitan bukan sekedar menjadi bukti ke-Tuhan-an-Nya, melainkan menjadi inti iman kristiani;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Kebangkitan-Nya membuat iman kristiani memberi harapan pasti bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya di dunia ini kelak akan mengalami pengalaman yang sama seperti Kristus;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Hancurkanlah budaya kematian dengan budaya kehidupan. Ia bangkit dengan kehidupan baru yang hendaknya membuat kita saling mendukung dalam memelihara kehidupan kita pun kehidupan sesama kita.<\/p>\n<p>Akhirnya kita berharap agar kebangkitan-Nya menggairahkan semangat hidup kita yang pesimis menjadi optimis, yang lalu menjadi bersemangat, dan yang berputus ada menjadi berpengharapan.<\/p>\n<p>Selamat Menyongsong dan Merayakan Vigili Paskah untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 30 Maret 2024 Hari Sabtu Suci Vigili Paskah Markus 16:4-6 (Mrk 16:1-7) Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. Lalu mereka masuk ke&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-44901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=44901"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44901\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44902,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44901\/revisions\/44902"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=44901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=44901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=44901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}