{"id":44639,"date":"2024-03-26T09:14:47","date_gmt":"2024-03-26T02:14:47","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44639"},"modified":"2024-03-26T09:14:47","modified_gmt":"2024-03-26T02:14:47","slug":"selasa-26-maret-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44639","title":{"rendered":"Selasa, 26 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 26 Maret 2024<br \/>\nYohanes 13:31-32 (Yoh 13:21-33, 36-38)<br \/>\nSesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: &#8220;Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.\u201d<\/p>\n<p>Kita sudah memasuki pekan sengsara Yesus. Awal sengsara Yesus adalah pengkhiatan Yudas. Betapa menyakitkan dikhianati teman sendiri yang begitu dekat. Yudas menjual Yesus hanya dengan 30 keping perak.<br \/>\nSesungguhnya Yesus bisa saja menahan Yudas agar tidak mengikuti dorongan Iblis yang telah menguasai pikirannya. Namun Yesus lebih taat pada kehendak BapaNya daripada mengikuti keinginanNya sendiri. Umat manusia harus ditebus dan diselamatkan dari akar dosa dan caranya tidak lain adalah dengan masuk ke sarang Iblis, itulah kengerian kematian yakni Neraka.<br \/>\nApa yang paling menyengsarakan dan menyakitkan dijalani oleh Yesus sebagai ungkapan cintaNya yang tak terhingga bagi kita. Itulah jalan kemuliaan yang dijalani Yesus agar kita semua diselamatkan dan ambil bagian dalam kemuliaan kebangkitanNya.<br \/>\nKiranya kitapun diberanikan untuk menghadapi segala konsekwensi cinta tanpa syarat. Kita bukan lagi pecundang yang takut ditolak dan mencari senang sendiri, atau menyerah menghadapi pengkhianatan, tapi bersama Yesus kita menjadi pemenang yang gagah berani, menjalani semuanya itu dengan penuh iman dan cinta.<br \/>\nBila khianat, penolakan, luka dan sengsara harus kita jalani untuk perjuangan yang luhur dan mulia, kita mohon agar Yesus menenami kita untuk setia sampai akhirnya meraih kemenangan Paskah, bangkit bersama Yesus.<\/p>\n<p>Mari terus berjuang, jangan menyerah, Yesus beserta kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 26 Mar 2024<br \/>\nSelasa Pekan Suci<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 13:21-33.36-38<br \/>\n****************************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 13:21-33.36-38<br \/>\nSalah seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku&#8230;<br \/>\nSebelum ayam jantan berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Di dalam perjamuan Paskah dengan murid-murid-Nya<br \/>\nYesus sangat terharu, lalu bersaksi,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain;<br \/>\nmereka bertanya-tanya siapa yang dimaksudkan-Nya.<br \/>\nSeorang di antara murid-murid Yesus,<br \/>\nyaitu murid yang dikasihi-Nya,<br \/>\nbersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.<br \/>\nKepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata,<br \/>\n&#8220;Tanyakanlah siapa yang dimaksudkan-Nya!&#8221;<br \/>\nMurid yang duduk dekat Yesus itu berpaling<br \/>\ndan berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Tuhan, siapakah itu?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus, &#8220;Dia adalah orang,<br \/>\nyang kepadanya Aku akan memberikan roti,<br \/>\nsesudah Aku mencelupkannya.<br \/>\n&#8220;Sesudah berkata demikian, Yesus mengambil roti,<br \/>\nmencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas,<br \/>\nanak Simon Iskariot.<\/p>\n<p>Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.<br \/>\nMaka Yesus berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.&#8221;<br \/>\nTetapi tidak ada seorang pun<br \/>\ndari antara mereka yang duduk makan itu<br \/>\nmengerti apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.<br \/>\nKarena Yudas memegang kas, ada yang menyangka<br \/>\nbahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa<br \/>\nyang perlu untuk perayaan itu,<br \/>\natau memberi apa-apa kepada orang miskin.<br \/>\nYudas menerima roti itu lalu segera pergi.<br \/>\nPada waktu itu hari sudah malam.<\/p>\n<p>Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus,<br \/>\n&#8220;Sekarang Anak Manusia dipermuliakan,<br \/>\ndan Allah dipermuliakan di dalam Dia.<br \/>\nJikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia,<br \/>\nAllah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya,<br \/>\ndan akan mempermuliakan Dia dengan segera.<br \/>\nHai anak-anak-Ku,<br \/>\ntinggal sedikit waktu saja Aku bersama kamu.<br \/>\nKamu akan mencari Aku,<br \/>\ndan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi<br \/>\n&#8216;Ke tempat Aku pergi tidak mungkin kamu datang&#8217;<br \/>\ndemikian pula Aku mengatakannya sekarang kepada kamu.<\/p>\n<p>Simon Petrus berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Tuhan, ke manakah Engkau pergi?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Ke tempat Aku pergi,<br \/>\nengkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang,<br \/>\ntetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.&#8221;<br \/>\nKata Petrus kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang?<br \/>\nAku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!&#8221;<br \/>\nSahut Yesus, &#8220;Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku?<br \/>\nSesungguhnya Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSebelum ayam berkokok,<br \/>\nengkau akan menyangkal Aku tiga kali.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>*****************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dAku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.&#8221;&#8230;. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali,\u201d (Yoh 13: 21, 28).<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, kita menyaksikan pengkhianatan ganda. Yang satu adalah pengkhianatan yang diperhitungkan, dan yang lain adalah pengkhianatan yang bersifat impulsif.<\/p>\n<p>Yudas, salah satu dari Keduabelas Rasul, menyimpan kegelapan di dalam dirinya, dan ia bersekongkol untuk mengkhianati Yesus. Dalam renungannya Paus Fransiskus mengingatkan bahwa pengkhianatan sering kali dimulai dengan cara yang halus &#8211; kompromi di sini, rasionalisasi di sana. Pengkhianatan itu membusuk sampai kita memeluk kegelapan sepenuhnya. Mari kita periksa hati kita: Apakah kita membiarkan keinginan-keinginan untuk mementingkan diri sendiri mengalahkan kesetiaan kita kepada Kristus?<\/p>\n<p>Petrus, di sisi lain, adalah seorang yang impulsif dan penuh semangat. Ia menyatakan kesetiaannya yang tak tergoyahkan kepada Yesus. Namun, rasa takut dan kelemahan menguasainya. Ia bersumpah untuk mengikut Tuhan bahkan sampai mati, tetapi imannya goyah, dan ia menyangkal Tuhannya tiga kali. Namun, itu bukanlah akhir dari kisah Petrus. Penyangkalan Petrus tidak menentukan akhir hidupnya; sebaliknya, penebusan Tuhan menunggunya. Seperti Petrus, kita tersandung. Iman kita goyah, dan kita menyangkal Kristus melalui tindakan-tindakan kita atau bahkan dalam diam. Tetapi kasih karunia ilahi memanggil kita kembali.<\/p>\n<p>Kita akan selalu menghadapi saat-saat pengambilan keputusan ketika kesetiaan kita kepada Kristus diuji. Apakah kita akan memilih jalan Yudas atau Petrus? Marilah kita dengan rendah hati mengakui kelemahan-kelemahan kita dengan cara yang sama seperti Petrus. Carilah pengampunan dan kesembuhan. Pertobatannya membawa kepada pemulihan, dan ia menjadi batu karang bagi Gereja. Pengkhianatan tidak perlu menjadi kata akhir bagi kita. Yesus, dengan kasih-Nya yang tak terbatas, mengundang kita untuk bangkit dari penyangkalan kita dan melayani misi-Nya.<\/p>\n<p>Tuhan, saat kami jatuh, tegakkan kami lagi. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Semoga kita selalu setia. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"xlXZlAJQti\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/pengkhianatan-ganda\/\">PENGKHIANATAN GANDA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;PENGKHIANATAN GANDA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/pengkhianatan-ganda\/embed\/#?secret=1xFSgZDGHn#?secret=xlXZlAJQti\" data-secret=\"xlXZlAJQti\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 26 Maret 2024 Yohanes 13:31-32 (Yoh 13:21-33, 36-38) Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: &#8220;Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-44639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=44639"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44640,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44639\/revisions\/44640"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=44639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=44639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=44639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}