{"id":44557,"date":"2024-03-25T11:46:57","date_gmt":"2024-03-25T04:46:57","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44557"},"modified":"2024-03-25T11:46:57","modified_gmt":"2024-03-25T04:46:57","slug":"senin-25-maret-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44557","title":{"rendered":"Senin, 25 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 25 Maret 2024<br \/>\nHari Raya Kabar Sukacita<br \/>\nLukas 1:38 (Luk 1:26-38)<br \/>\nKata Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221; Lalu malaikat itu meninggalkan dia.<\/p>\n<p>Hari ini tanggal 25 Maret, Gereja mengajak kita untuk mengenangkan saat di mana Malaikat Gabriel diutus Allah menyampaikan kabar sukacita datangnya Kristus Penyelamat Dunia yang akan dikandung oleh Perawan Maria.<br \/>\nHari ini, 25 Maret, bila ditambah 9 bulan, adalah tanggal 25 Desember, hari kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Itulah sebabnya hari ini disebut: Hari Raya Kabar Sukacita. Kabar yang membawa sukacita karena Maria akan mengandung Putra Allah oleh Roh Kudus.<br \/>\nInilah kabar yang sangat dinantikan umat manusia yakni pemenuhan janji Allah untuk menyelamatkan manusia sekali untuk selamanya.<br \/>\nTapi sesungguhnya kabar ini bukanlah berita sukacita bagi Maria. Ia sudah punya rencana menikah dengan Yosep, dan tentu saja punya mimpi indahnya sendiri hidup bersama Yosep kekasihnya. Tapi malaikat Gabriel datang dan seakan \u201cmerusak\u201d semua mimpinya: Maria diminta Tuhan mengandung Putra Allah, hal yang sama sekali tidak dimengertinya. &#8220;Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?&#8221; (Ayat 34). Sebuah tanggapan yang polos dan spontan dari Maria. Malaikat Gabriel meyakinkan Maria bahwa \u201cBagi Allah tidak ada yang mustahil.&#8221; (Ayat 37).<br \/>\nDi tengah kebingungannya Maria mengambil sikap iman yang sungguh indah dan bijaksana: berserah sepenuhnya pada kehendak Allah. Katanya: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221; (Ayat 38).<br \/>\nBunda Maria berserah penuh pada Allah, percaya teguh bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah, dan bahwa segala sesuatu mungkin dan indah pada waktu yang ditetapkan Allah. Hidup kita ada dalam tangan Tuhan yang Mahabaik. Penyelenggaraan Tuhan itulah yang terbaik bagi kita.<br \/>\nApapun yang terjadi dalam hidup kita, suka maupun duka, marilah bersama Bunda Maria kita berserah dengan penuh iman pada kehendak Tuhan. Katakanlah selalu, \u201cAku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu.\u201d<\/p>\n<p>Semoga Firman Tuhan selalu menjadi kabar sukacita bagi kita. Selamat hari Senin.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 25 Mar 2024<br \/>\nSenin Pekan Suci<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 12:1-11<br \/>\n***************************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 12:1-11<br \/>\nBiarkanlah Dia melakukan hal ini<br \/>\nmengingat hari penguburan-Ku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania,<br \/>\ntempat tinggal Lazarus<br \/>\nyang Ia bangkitkan dari antara orang mati.<br \/>\nDi situ diadakan perjamuan untuk Dia.<br \/>\nMarta melayani,<br \/>\ndan salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.<\/p>\n<p>Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni<br \/>\nyang mahal harganya,<br \/>\nlalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya;<br \/>\ndan bau minyak semerbak memenuhi seluruh rumah.<br \/>\nTetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus,<br \/>\nyang akan segera menyerahkan Dia, berkata,<br \/>\n&#8220;Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar,<br \/>\ndan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?&#8221;<br \/>\nHal itu dikatakannya<br \/>\nbukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin,<br \/>\nmelainkan karena ia adalah seorang pencuri;<br \/>\nia sering mengambil uang<br \/>\nyang disimpan dalam kas yang dipegangnya.<br \/>\nMaka kata Yesus,<br \/>\n&#8220;Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.<br \/>\nKarena orang-orang miskin selalu ada padamu,<br \/>\ntetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.&#8221;<\/p>\n<p>Banyak orang Yahudi mendengar bahwa Yesus ada di Betania.<br \/>\nMaka mereka datang,<br \/>\nbukan hanya karena Yesus,<br \/>\nmelainkan juga untuk melihat Lazarus,<br \/>\nyang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.<br \/>\nLalu imam-imam kepala bermufakat<br \/>\nuntuk membunuh Lazarus juga,<br \/>\nsebab karena dialah banyak orang Yahudi meninggalkan mereka<br \/>\ndan percaya kepada Yesus.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cMaka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu,\u201d (Yoh 12: 3).<\/p>\n<p>Kasih dapat mengilhami serta mendorong orang untuk melakukan hal-hal yang nampaknya tidak masuk akal. Dan itu tidak hanya berlaku untuk kasih romantis, tetapi juga kasih orang tua terhadap anaknya, kasih antar sahabat, kasih seorang warga terhadap negaranya, kasih seorang murid terhadap gurunya dan masih banyak lagi.<\/p>\n<p>Dalam bacaan Injil hari ini kita menyaksikan tindakan yang didorong oleh cinta yang luar biasa. Dalam tindakan yang nampak berlebihan, Maria dari Betania mengurapi kaki Yesus, Gurunya yang dia kasihi, dengan minyak narwastu yang mahal. Yudas Iskariot memperkirakan harganya &#8220;tiga ratus keping uang perak.&#8221; Sayangnya, dialah yang akan mengkhianati Yesus hanya karena tiga puluh keping uang perak \u2013 sepuluh kali lebih kecil nilainya daripada sebuah botol minyak wangi.<\/p>\n<p>Cinta luar biasa mendorong Maria melakukan pengurapan yang murah hati. Kapan terakhir kali saya melakukan sesuatu dengan murah hati bagi Tuhan? Apakah saya masih \u201cmenghitung-hitung\u201d perbuatan baik saya? Pengorbanan apa yang telah saya buat di masa Prapaskah ini?<\/p>\n<p>Tuhan, berilah kami iman yang hidup, pengharapan yang teguh, amal yang sungguh-sungguh, cinta yang penuh kepada-Mu. Ambillah dari kami semua sikap suam-suam kuku dalam merenungkan sabda-Mu serta kebodohan dalam doa. Berikanlah kami semangat dan kegembiraan dalam memikirkan Engkau dan rahmat-Mu, kasih sayang-Mu yang lembut kepada kami. Apa yang kami mohon, ya Tuhan yang baik, berilah kami rahmat untuk bekerja keras, dengan pengantaraan Yesus Kristus Tuhan kami. [St. Thomas More, Abad XVI]<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas dalam pekan yang baru. Cintai Tuhan secara luar biasa. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"mLpEwFuJxM\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/cinta-maria-luar-biasa\/\">CINTA MARIA LUAR BIASA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;CINTA MARIA LUAR BIASA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/cinta-maria-luar-biasa\/embed\/#?secret=ZTuZG7cY50#?secret=mLpEwFuJxM\" data-secret=\"mLpEwFuJxM\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 25 Maret 2024 Hari Raya Kabar Sukacita Lukas 1:38 (Luk 1:26-38) Kata Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221; Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Hari ini&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-44557","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=44557"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44558,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44557\/revisions\/44558"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=44557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=44557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=44557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}