{"id":44373,"date":"2024-03-22T06:48:53","date_gmt":"2024-03-21T23:48:53","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44373"},"modified":"2024-03-22T06:48:53","modified_gmt":"2024-03-21T23:48:53","slug":"jumat-22-maret-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44373","title":{"rendered":"Jumat, 22 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 22 Maret 2024<br \/>\nYohanes 10:31-32 (Yoh 10:31-42)<br \/>\nSekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: &#8220;Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?&#8221;<\/p>\n<p>Bukannya memberikan apresiasi atas semua mujizat dan karya yang agung yang diperbuat Yesus, orang Yahudi malah ingin membunuhNya. Alasan mereka semata karena Yesus tidak sepaham dengan mereka, ideologi dan teologinya berbeda, karena itu Yesus dituduh menghujat Allah, dan terlebih lagi Yesus telah mengganggu kepentingan mereka.<br \/>\nTernyata hal yang sama masih terus berlangsung hingga saat ini. Dengan alasan yang sama yakni perbedaan ideologi dan teologi, perbedaan warna dan persepsi, interpretasi dan penafsiran, termasuk perbedaan kepentingan, entah umat beragama, sesama sebangsa, kawan sekomunitas dan seorganisasi, saling bertikai dan saling melempari satu sama lain dengan batu kebencian.<br \/>\nDerita dan sengsara Yesus kiranya mengingatkan kita, betapa dosa telah membutakan mata orang hingga tidak mampu melihat kebaikan dalam diri orang lain. Orang menghakimi bukan karena ingin mencari kebenaran tapi untuk membenarkan diri dan menyalahkan yang lain yang berbeda dengannya, terlepas entah yang dibuat orang itu baik atau tidak.<br \/>\n\u201dYa Yesus terangilah hati dan pikiran kami, agar mampu melihat dan mengakui apa yang baik dan benar dalam diri orang lain. Singkirkanlah batu penghalang yang membuat kami tidak dapat melihat hadirMu dalam diri sesama. Jauhkan kami dari kecenderungan untuk menghakimi. Anugerahkanlah kami semangat kerendahan hati untuk menerima perbedaan dan tidak saling membenci. Mampukan kami untuk mengampuni sebagaimana Engkau telah mengampuni kami. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Bersama Yesus, mari menjadi pembawa damai dan pengampunan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 22 Mar 2024<br \/>\nJumat Prapaskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 6:64b.69b<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 10:31-42<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 6:64b.69b<br \/>\nSabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.<br \/>\nEngkau mempunyai sabda kehidupan kekal.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 10:31-42<br \/>\nOrang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus,<br \/>\ntetapi Ia luput dari tangan mereka.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yonahes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\norang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu.<br \/>\nTetapi kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku<br \/>\nKuperlihatkan kepadamu;<br \/>\nmanakah di antaranya<br \/>\nyang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?<br \/>\nJawab orang-orang Yahudi itu,<br \/>\n&#8220;Bukan karena suatu pekerjaan baik<br \/>\nmaka kami mau melempari Engkau,<br \/>\nmelainkan karena Engkau menghujat Allah,<br \/>\ndan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah,<br \/>\nmeskipun Engkau hanya seorang manusia.&#8221;<\/p>\n<p>Kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu<br \/>\n&#8216;Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?&#8217;<br \/>\nPadahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan!<br \/>\nMaka, Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan,<br \/>\ndisebut allah,<br \/>\nmasihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa<br \/>\ndan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia<br \/>\n&#8216;Engkau menghujat Allah!&#8217;<br \/>\nKarena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?<br \/>\nJikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku,<br \/>\njanganlah kamu percaya kepada-Ku.<br \/>\nTetapi jikalau Aku melakukannya<br \/>\ndan kamu tidak mau percaya kepada-Ku,<br \/>\npercayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu,<br \/>\nsupaya kamu boleh mengetahui dan mengerti,<br \/>\nbahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.&#8221;<br \/>\nSekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus,<br \/>\ntetapi Ia luput dari tangan mereka.<br \/>\nKemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan,<br \/>\nke tempat Yohanes dulu membaptis orang,<br \/>\nlalu Ia tinggal di situ.<\/p>\n<p>Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata,<br \/>\n&#8220;Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun,<br \/>\ntetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.&#8221;<br \/>\nDan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>**************************************<\/p>\n<p>JANGAN BERHENTI BERBUAT BAIK DAN BENAR: Tuhanlah perisaiku,mu!<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Jumat, 22 Maret 2024<br \/>\nMinggu Prapaskah V\/B<br \/>\nYoh. 10:31-42: Yesus ditolak oleh orang Yahudi<\/p>\n<p>Orang saleh, baik dan benar (mungkin sy, anda?) terkadang dihalangi, &#8216;dihadang&#8217;, dipersulit, dimusuhi dll oleh &#8220;orang fasik, orang jahat, orang tdk baik, dll. Kata dan perbuatan atau &#8220;pencerahan&#8221; yang diberikan oleh orang saleh&#8221; BELUM TENTU diterima sbg kebaikan oleh orang lain, lbh2 oleh &#8216;orang fasik&#8221;. Selalu ADA SAJA orang yg tdk mau sepakat bahkan menolaknya (kebaikan, kebenaran, &#8220;pencerahan&#8221;). Malah lbh jauh lagi, &#8220;orang saleh&#8221; itu dicap, dikelompokkan, dipandang, dianggap sbg &#8220;orang fasik, orang jahat, orang tidak waras, org yg &#8220;menghojat Allah&#8221; klo pake bahasa Injil hari ini.<\/p>\n<p>Nabi Yeremia dlm bacaan pertama hari ini, yg menyerukan pertobatan &#8220;DIANCAM&#8221; oleh para sahabat dekatnya. Mereka berencana utk &#8220;mengapa-apakan dia&#8221;. Kata Yeremia: &#8220;Aku telah mendengar bisikan banyak orang: Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!!&#8221; (Yeremia 20:10).<br \/>\nTetapi Yeremia TIDAK TAKUT, TIDAK PUTUS ASA. Ia sangat YAKIN bahwa Tuhan adalah &#8220;PAHLAWAN PERANG&#8221; yg selalu mendampinginya. &#8220;Tetapi Tuhan nenyertai aku SEPERTI PAHLAWAN YG GAGAH PERKASA&#8221; (Yer. 20:11). Atas nama Tuhan dia selalu mengajak para musuhnya utk BERTOBAT DAN BERDOA agar Tuhan membebaskan dan menyelamatkan mereka.<\/p>\n<p>Dalam Injil, Yesus yg menyerukan dan berkarya melaksanakan KEBAIKAN, KEBENARAN, membawa &#8216;PENCERAHAN dari ALLAH&#8221; ternyata berbenturan dg org Yahudi (mgkin sy, anda?) yg tidak mencintai &#8216;pencerahanNya&#8221;. Bahkan perbenturan atau permusuhan itu hampir mengarah pada kekerasan fisik. &#8220;Mereka mau melempari Yesus dg batu&#8221;(Yoh. 10:31).<br \/>\nNamun Yesus tidak takut. Tdk putus asa. Dia terus mengajak mereka utk mengimani Nya sbg Putera Allah dan utusan Allah. Meski Dia &#8220;ditolak&#8221; namun Dia tetap berbuat baik dan benar. Tetap beri pencerahan kp mereka. Yesus berdoa saja utk mereka, karena mereka tdk tahu apa yg mereka buat dan pikirkan.<\/p>\n<p>Saya, anda spt Yeremia dan Yesus, diajak saat ini dan di sini (baik atau tidak baik waktunya) utk JANGAN BERHENTI BERBUAT BAIK DAN BENAR, selalu tekun dan terus berbuat baik, rajin berbuat baik dan benar, terus memberikan pencerahan kp &#8220;mereka yg fasik&#8221; meski ada tantangan. Yakinlah, Tuhanlah PERISAIKU,MU, Panglima &#8220;perang&#8221; yg akan melindungi sy, anda.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang rajin berbuat baik\u00a0dan\u00a0benar.\u00a0Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 22 Maret 2024 Yohanes 10:31-32 (Yoh 10:31-42) Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: &#8220;Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-44373","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44373","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=44373"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44373\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44374,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44373\/revisions\/44374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=44373"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=44373"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=44373"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}